
...Kerajaan siluman...
"nampak seekor Naga merah dengan membawa 300 pasukan pemanah menyerang diudara, semburan api dari sang Naga yang diiringi ratusan anak panah, hampir menewaskan seluruh pasukan pertahanan siluman. disaat bersamaan sebuah gelombang air besar menghantam sang Naga api, besar kekuatan air tersebut, membuat sang naga beserta pasukan pemanah, terhempas jauh kedalam hutan. gelombang air yang diciptakan petinggi siluman Hiu, telah memukul mundur pasukan Iblis.
Hore, kita selamat. "sorak pasukan siluman yang masih tersisa dipertahanan pertama.
Petinggi Maafkan Saya yang tidak bisa mengemban tugas ini, sehinggah membuat kita kehilangan banyak pasuka. "ucap wakil petinggi Siluman Hiu.
"para siluman tersenyum puas, merasa telah menang dari pertempuran itu, tawa ceria para pasukan nampak terlihat bahagia, mereka bersorak-sorak dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi.
sepertinya pertempuran ini, kitalah yang menang, ternyata kekuatan Iblis hanya segitu saja. "gumam petinggi siluman Badak, yang merasa telah menang, dengan suara tawa terbahak-bahak.
"Suara tawa mereka terdengar sampai keluar dinding pertahanan, nampak salah satu dari prajurit siluman, melihat pepohonan diluar dinding pertahanan bergerak-gerak, ketegangan terlihat diwajah prajurit itu, yang terus menatap kearah hutan, tidak berapa lama sebuah jari tangan berukuran sebesar pohon, terlihat oleh prajurit tersebut.
Kita diserang..."teriak prajurit yang sambil berlari mengarah kepada para petinggi, dengan rasa takut dan panik dia memberitahu keadaan diluar dinding.
"benar saja sebuah pasukan manusia batu raksasa, terlihat keluar dari dalam hutan, Suara tawa para siluman yang menggema disekitar kerajaan, berubah menjadi ketakutan yang sangat besar, mereka terdiam, dengan diiringi suara senjata yang berjatuhan dari gengaman mereka, ketakutan para siluman semakin bertambah, selain para raksasa masih ada sebuah pasukan dibelakangnya, dan jumblahnya begitu besar sekitar 9000 pasukan iblis.
Tamat sudah! ini sudah berakhir. "gumama wakil petinggi siluman Badak, dalam keadaan terkejut, diam mematung.
"berlahan para raksasa maju kegaris depan, dengan diikuti para pasukan Iblis, nampak dari atas benteng pertahanan, sebuah serangan besar datang kekerajaan siluman, nampak wajah keputusasaan dari para pasukan siluman.
__ADS_1
APA, kalian rela tempat kelahiran kita dihancurkan oleh para Iblis? jawab!!. yang rela tempat kelahirannya dihancurkan, silakan pergi dari pertempuran ini!... yang ingin memperjuangkan tempat kelahirannya, ikut Aku melawan para Iblis itu. "ujar petinggi siluman Hiu, mencoba membangkitkan keberanian para pasukan siluman.
"mendengar perkataan petinggi siluman Hiu, membuat keberanian para pasukan bangkit kembali, disaat bersamaan para manusia siluman tiba dibenteng pertahanan, dengan perintah petinggi manusia siluman, mereka membuat pormasi diatas benteng pertahanan, semantara itu, para raksasa telah mendekat dinding pertahanan, dengan sekuat tenaga para raksasa tersebut memukul-mukul tembok dinding pertahanan.
Pasukan manusia siluman gunakan Ajian guntur bumi, buat tembok berlapis-lapis, jangan sampai mereka melewati benteng ini. "Seruan petinggi Manusia siluman, sambil bengerakan lengan tangannya.
...Ajian Guntur Bumi...
"mereka mengeluarkan Ajian Guntur Bumi secara bersama-sama, tiba-tiba muncul sebuah tembok dari permukaa tanah, satu, dua, tiga, empat, lima. para Manusia siluman menambahkan dinding sebanyak lima lapis, masing-masing dinding tembok, mempunyai ketebalan 1meter, yang menjulang tinggi setara dengan tembok kerajaan.
hore, dengan adanya tembok-tembok ini, mereka tidak akan bisa menghancurkan kerajaan ini. "Seru para pasukan siluman, dengan perasaam legah.
"kesenangan mereka tidak bertahan lama, terasa sebuah guncangan yang berasal dari perut bumi, nampa seperti ada yang ingin keluar dari dalam tanah, tiba-tiba kedua mata para siluman meralalat kearah hutan, nampak tiga raksasa keluar dari dalam tanah, dengan masing-masing berukuran sebesar Bukit Alias.
"Para raksasa tersebut mendekati tembok pertahanan berlapis, dalam jarak yang cukup dekat para raksasa tersebut, menghantamkan tinju kearah tembok berlapis, Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima. hanya denga sekali ayunan, membuat dinding berlapis roboh seketika, para pasukan raksasa yang diikuti pasukan Iblis mulai melakukan penyerbuan.
Sial bagaimana kita menghadapi pasukan bersekala besar ini? sudah tidak ada harapan lagi. "gumama petinggi manusia siluman, dengan meregakan kedua giginya.
"sebuah bola api besar muncul diatas kerajaan kali ini, ukurannya lebih besar dari bola api sebelumnya, disusul dengan bola tanah yang ukurannya 2x lebih besar dari bukit Alias. serangan para iblis semakin meningkat kuat, dalam jumblah yang semakin besar.
...Bledaaakkk.......
__ADS_1
"Petinggi siluman Badak membesarkan tubuhnya sekali lagi, dengan kampak ditangannya dia memukul bola api itu, namun kali ini, Petinggi siluman Badak sedikit kewalahan dengan ukuran bola api yang lebih besar dari ukuran sebelumnya.
Lenyaplah bola sialan. "seruan petinggi siluman Badak, dengan meningkatkan kekuatanya, sambil mengarahkan kesalah satu monster besar itu.
"dengan berusaha keras petinggi siluman Badak, berhasil menghalau bola api tersebut, dan mengenai salah satu raksasa yang berukuran sebesar bukit, namun tidak dengan bola tanah yang semakin mendekat, yang sudah dipastikan jika terjatuh menghantam kerajaan, maka tidak akan ada yang tersisa lagi.
Jangan gentar!!. mari kita satukan kekuatan kita, setidaknya kita mati mempertahankan tempat kelahiran kita. "ucap petinggi Manusia siluman, dengan sedikit senyum perpisahan.
"para siluman menyatukan semua kekuatan mereka, dan menciptakan sebuah pelindung yang mengelilingi Area kerajaan, nampak bola tanah menyentuh pelindung yang mereka buat, dengan seketika bola besar tersebut terhenti sejenak, namun petinggi Iblis Tamus, terbang keatas bola besar itu, dan memukul permukaan bola tanah tersebut, hal hasil bola besar itu kembali bergerak.
...Disisi lain Bukit Alias...
"dalam kemarahan Fitri kekuatannya semakin meningkat, membuat awan hitam menyelimuti langit-langit, diiringi dengan sambaran petir, dalam sekejap dia menghantamkan pukulan kepada Alpret. hal hasil tubuh Alpret terhempas jauh hingga mendarat kebola besar yang berada diatas kerajaan, dalam sekejap bola besar tersebut hancur bekeping-keping bersama tubuh Alpret, dengan cepat Hendrik mengunakan Ajian Gravitasi kearah Fitri, namun Ajiannya tidak berpengaruh sedikitpun, sebuah cahaya merah keluar dari jari telunjuk Fitri, dengan cepat melesat menembus tubuh Hendrik, Jesika yang melihat teman-temanya tewas dengan mudah, mencoba melarikan diri, dengan sekejap Fitri berada dihadapannya, belum sempat Jesika mengeluarkan Ajiannya, Fitri sudah memenggal kepala Jesika dengan jari tangannya.
Haaa, Iblis Angel? bukan! Fitri, bagaimana bisa dia mempunyai kekuatan mata Angel itu? "gumam Ratri, dengam kedua mata meralalat terkejut.
"dikerajaan siluman semua yang ada disana terkejut diam, dengan hancurnya bola besar itu, mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. dalam keadaan masih terkejut para petinggi dari kedua bela pihak merasakan Aura yang begitu kuat.
Tidak salah lagi, Aura ini, miliknya. Angel!. "gumam Jendral Ifrit, dengan rasa cemas, terhadap kekuatan Angel.
"apa yang akan terjadi selanjutnya?....
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!....