MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
KEKUATAN CINTA


__ADS_3

"cahaya hitam yang dipancarkan Fitri semakin membesar, diiringi dengan awan hitam legap, bersama suara gemuru petir yang menyambar keseluruh wilayah, kilatan petir terlihat dari kerajaan siluman, membuat kepanikan diseluruh area siluman.


Kekuatan macam apa ini? sepertinya Aku tahu dengan kekuatan ini. "gumam Sang Raja siluman, yang melihat perubahan pada alam disekitar kerajaan.


"disisi lain Takim mulai sedikit membuka kedua matanya, dia melihat sosok Fitri melayang tinggi diatasnya, kedua matanya meralalat lebar .


Apa yang Kau lakukan Fit, kenapa Kau seperti itu?. "seruan Takim dalam hatinya, sambil menatap perubahan pada Adik kecilnya.


"Takim berteriak memanggil Adiknya, dalam keadaan tidak sadar menoleh kearah Takim, tanpa ragu Fitri melemparkan kotak energi yang masih belum sempurna kepada Takim.


Apa yang Kau lakukan Fit, kenpa Kau menyerangku? Kalau Aku menghindar maka tempat ini akan hancur. "seruan Takim dalam hati, sambil melirik kearah Tari.


"Takim meningkatkan kekuatannya, wujudnya berubah menjadi seperti saat melawan Avan, dengan kekuatan penuh Takim menahan kotak energi yang dilemparkan Fitri, nampak Takim sedikit terdorong dengan kekuatan Fitri, dengan cepat dia mengerahkan kekuatannya, dan melempar kotak energi tersebut, jauh keatas.


"dengan cepat Fitri menyerang Takim yang sedikit lengah, pukulan Fitri mengenai perut Takim membuat dia, terhempas sejauh mungkin, terlihat dari atas hutan. pohon-pohon bertumbangan tertimpah tubuh Takim yang terhempas sejauh berkilo-kilo meter.


Sial, kekuatannya sangat kuat, bahkan dalam mode ini, Aku belum tentu dapat mengalahkannya. gumam Takim, dengan tubuh masih melayang terhempas.


"Fitri segera melancarkan serangannya kembali, dalam posisi terhempas, Takim mendapatkan sebuah pukulan lagi, tubuh Takim terhempas kembali, dengan melesat cepat tubuh Takim terjatuh menembus permukaan tanah sedalam mungkin.


Apakah Aku harus melawan Adikku sendiri?... "ucap Takim, dalam keadaan tubuh menembus kedalam tanah.


"dalam keadaan terpundung, Takim mengingat masa-masa kebersamaan bersama Adik kecilnya yang manis.


Abang... bangun, udah siang. Abang udah janji mau mengajakku memberi makan kelinci. "ucap Fitri saat berumur 5tahun, sambil mengoyang-goyangkan tubuh Takim.


hmmm, iya, tunggu bentar. "ucap Takim saat berumur 7tahun, dengan masih mengantuk.

__ADS_1


"kenangan demi kenangan diingat oleh Takim, disaat dia sedang melawan Adik kecilnya yang manis.


Abang, " suara Fitri berumur 5 tahun.


Abang, "suara Fitri berumur 10 tahun.


Abang, "suara Fitri berumur 16 tahun.


Abang, Abang, Abang....


Tidaaak... Aku adalah seorang Kakak, yang harus melindungi Adiknya, disaat seperti ini, yang dibutuhkannya hanyalah kasih sayang dariku.


"dengan semangat yang tinggi Takim bangkit dengan kekuatan penuh, mencoba membalik keadaan, Takim melesat cepat kearah Fitri, dengan rasa cinta terhadap Adiknya, Takim memeluk tubuh Fitri, yang dikuasai oleh kekuatan mata Angel.


Fit, sadarlah, apa Kau lupa saat-saat kebersamaan kita? Abang selalu memperhatikanmu, dari ketika Kamu masih kecil sampai Kamu dewasa, Abang selalu memperhatikanmu, sempat Abang berpikir andai saja kita tidak bersaudara, Abang pasti mengungkapkan perasaan Abang, Karena Abang Mencintaimu. "ujar Takim, memeluk Fitri, dengan berlahan melayang turun memijak permukaan tanah, sambil menciumnya.


"disaat bersamaan pupil merah Fitri yang menjalar. kembali dengan keadaan seperti semula, berlahan kesadaran Fitri mulai membaik, samar-samar dia melihat Kakaknya mencium dirinya, Fitripun membalas sengan segenap hati, merasa ada reaksi perlawanan dari Adiknya, Takim segera melepas ciumannya.


Abang kenapa Kau lepaskan, Aku dengar semua lho. "saut Fitri, sambil mengoda Takim.


"sontak Takim terkejut, mendengar ucapan Adiknya, yang sudah tersadar kembali, rasa malunya terasa ingin membunuh dirinya sendiri.


Abang, apa yang Kau kata itu benar? tidak sepantasnya seorang Kakak, bicara seperti itu, terhadap Adiknya. "gurai Fitri, dengan rasa malu, sambil mengigit jari telunjuknya.


"rasa malu-malu, membuat mereka saling terdiam menatap, ditengah rasa canggung. tiba-tiba, suara Tari mengagetkan mereka berdua.


Hai Kakak beradik yang saling berciuman, kenapa berhenti?. "gurau Tari, dengan lirik mengoda.

__ADS_1


sontak mereka menjadi salah tingkah, dengan ucapan Tari tersebut, Takim berusaha mencari alasan.


Oia, Aku harus mencari makanan yang harus kita makan sekarang. "gumam Takim, sambil menepuk tangan.


woi, Kau anmesia ya, bekal kitakan masih ada. "saut Tari, dengan tatapan sinis.


Oia, Aku mau pesan burger dulu. "ucap Fitri, dengan melantur.


Woi, alesan Elu, payah amat, lagian mana ada yang jualan Burger didunia ini. "teriak Tari dengan kesal.


"Akhirnya mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka, dengan rasa canggung diantara kedua belah pihak.


...Dikerajaan Siluman......


Siapa pemilik kekuatan tadi? apa dia telah kembali?. "gumam Raja Siluman, sambil mengingat masa lalu.


"Dulu pernah terjadi sebuah pertempuran antara para siluman dengan para iblis, saat itu para siluman dipimpin oleh Alexo, siluman terkuat pada saat itu, mereka bertempur dengan para Iblis yang dipimpin oleh Angel, yang paling kuat diantara raja Iblis disaat itu.


lapor Tuan, para Iblis telah memasuki wilayah pertahanan kita. "lapor Baron, sebelum jadi Raja Siluman saat ini.


Kerahkan semua para Siluman kemedan tempur. kita akan melawan para Iblis itu, dengan kekuatan penuh. "titah Alexo, sambil mengerakan tangannya kedepan.


"Baron memanggil para Siluman terkuat dari segala penjuruh wilayah. terdiri dari Ratu Pantai Selatan penguasa laut Kidul. Ratu para ular Nyi Blorong, Siluman Buaya putih Ki, Lauk, Siluman Harimau Putih Maung Bodas, Dll.


wahai para petinggi Siluman Aku Alexo meminta bantuan kalian untuk menghadapi para iblis, yang menyerang wilayah para Siluman, Aku minta jangan sampai kita kalah. "seruan Alexo, kepada para petinggi Siluman.


"Bentrokan Antara Iblis dan Siluman, pun, terjadi, Pertempuran yang besar didunia Siluman saat itu, dikenal sebagai Pertempuran Mata Angel, yang disaat itu para Siluman hampir mengalami kekalahan.

__ADS_1


bagaimana kisah selanjutnya.


"BERSAMBUNG!!!...


__ADS_2