MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
MENCARI TEMPAT BARU


__ADS_3

...Merubah rencana........


"dalam keadaan Panik, Takim meminta para penduduk pemungkiman untuk berkumpul semua, raut wajahnya terlihat sangat mencemaskan, Pandangan Fitri tidak lepas dari wajah Takim.


apa yang terjadi kenapa Abang sepanik itu?. "guman Fitri dalam hati, dengan menatap Takim.


"sesuai permintaan Takim kepada Ratri, semua penghuni pemungkiman telah berkumpul dihadapan takim, para penduduk mulai berbisik bertanya-tanya.


Hai, apa Kau tahu kenapa kita dikumpulkan disini?. "bisik-bisik para penduduk, dengan melirik kearah Takim yang berujud Siluman Ayam.


Takim sesuai dengan permintaanmu, Aku telah mengumpulkan semua penduduk pemungkiman ini. sekarang katakan apa yang ingin Kau sampaikan. ucap Ratri, dengan menatap wajah cemas Takim.


"dalam keadaam masih mengingat pasukan Iblis yang dilihatnya, Takim berlahan berjalan maju, dan berdiri tegak dihadapan para penduduk dengan keras Takim mengucapakan.


Rencana penyerangan keistana kerajaan dibatalkan. "ucap Takim dengan sikap tegas.


"semua penduduk semakin bertanya-tanya, terutama Sintia yang tidak menerima pernyataan Takim, Sintia datang menghampirinya, dalam keadaan penuh rasa kecewa Sintia menjantur kerah baju Takim.


apa yang Kau bicarakan siluman Ayam, apa Kau pikir Kami lemah! bukanya Kau sudah membuat rencana yang begitu matang! cepat jawab!!. "ucap Sintia dengan nada keras.


Cukup Sintia, kita dengarkan alasan dia terlebih dahulu. "titah Ratri, yang menjegal perbuatan Sintia kepada Takim.


Tapi ba_____


Cukup Sintia! cepat katakan apa alasanmu? menghentikan rencana ini?. "ujar Ratri, dengan sambil memegan bahu Takim yang masih merasa cemas.


Abang, Fitri yakin, Abang pasti punya alasan karena Aku tahu, Abang itu bukan seorang pengecut. "ucap Fitri dengan sebuah senyum manis, dalam wujud Siluman kelinci.


"mendengar ucapan Fitri, hati Takim mulai kembali tenang, Takim menjelaskan alasannya menghentikan rencana penyerangan terhadap Raja Baron.

__ADS_1


Baiklah Kalian dengarkan penjelasanku, didalam hutan terlarang terdapat sebuah Kastil, yang didalamnya terdapat pasukan Iblis berjumblah sangat besar, mungkin saja jumblah mereka sekitar 10000. jika kita melancarkan penyerangan, maka itu akan menjadi kesempatan mereka untuk menghancurkan seluruh kerajaan. "ucap alasan Takim, dengan nada keras.


"nampak seluruh penduduk mulai panik seperti Takim sebelumnya, rasa takut mereka atas pasukan Iblis yang telah dilihat Takim, membuat mereka ingin meninggalkan daerah kerajaan.


10000 pasukan, bahkan jumblah ini lebih besar dari penyerangan sebelumnya, apa kita akan selamat?. "seruan para penduduk yang merasa cemas.


"Takim membuat rapat, untuk mendiskusikan langkah apa yang akan diambil, mereka bergegas masuk kedalam rumah Ratri, membicarakan masalah besar tersebut.


apa perlu kita memberitahu kerajaan, tentang pasukan Iblis yang bersembunyi didalam hutan terlarang. "ujar pendapat Sintia, didalam rapat itu.


iya, benar juga yang dikatakan Sintia. "saut Ratri, yang mendukung pemikiran Sintia.


Tunggu, disaat itu. Aku melihat sosok misterius yang diceritakan Baginda Ratu, dia melepas topengnya, kedua bola matanya bewarna hitam, dengan pupil yang bewarna biru, rambutnya bewarna merah api, dengan kekuatan yang sangat mengerikan, dan yang pastinya Raja Baron tidak akan percaya dengan cerita kita, karena sosok itu yang selama ini, membantu rencana Baron. "ujar Takim, sambil berpikir.


"Takim mengusulkan para penduduk, untuk diungsikan ketempat yang lebih aman, Dia merekomendasikan tempat untuk para penduduk, tanpa berpikir panjang Takim membawa mereka pergi jauh dari wilayah kerajaan siluman, tujuan Takim adalah menjauhkan para penduduk dari pertempuran yang akan terjadi, mereka terus berjalan mendaki bukit Alias.


"nampak Raja Baron yang duduk disinggasana, dengan dikelilingi para petinggi baru yang terdiri, dari. Siluman badak, Komandan divisi 1, ada pula Siluman Hiu, komandan divisi 2, dan divisi ke 3 dikomandai Advan, Manusia siluman yang pernah dikalahkan Takim, masing-masing divisi mempunyai pasukan sekitar 1500, jumblah tempur mereka sekitar 4500 pasukan, setiap komandan mempunyai kekuatan setara dengan 1000 pasukan. total kekuatan 7500.


Paduka Raja, bagaimana kalau kita menambah pasukan lagi? sepertinya kekuatan tempur kita masih kurang. "ujar Advan dengan sedikit membungkukan tubuhnya.


Saya tidak sependapat Paduka Raja, dari pada menambah kekuatan lebih baik kita latih para prajurit yang ada, agar kekuatan tempur mereka semakin kuat. "Saut Altar siluman Hiu, yang tidak sependapat dengan Advan.


"ditengah perdebatan para petinggi, prajurit kerajaan datang untuk melapor.


Ampun Paduka Raja, Saya datang ditengah pertemuan para tertinggi, Saya hanya ingin melapor, Manusia Siluman Sintia telah keluar dari gerbang Kerajaan, dan sampai sekarang dia belum juga kembali. "laporan salah satu penjaga gerbang kerajaan.


"nampak wajah Baron yang begitu cemas, mendengar laporan prajurit tersebut, dengan keadaan panik Raja Baron, beranjak berdiri dari singgasanannya, dia mengangkat tangannya.


Aku perintahkan kepada kalian jangan biarkan dia masuk kedalam kerajaan siluman, jika dia masih memaksa maka kalian wajib membunuhnya. "titah Raja Baron, kepada penghuni istana, dengan keadaan cemas.

__ADS_1


"Advan nampak sedikit murung, dengan keadaan yang menimpah Sintia, pertemuan para petinggi berakhir dengan laporan salah satu prajurit. para petinggi kerajaan beranjak pergi dari titik pertemuan, ketika mereka sudah pergi sosok misterius itu, muncul dari balik kegelapan yang berada dibelakang singgasana kerajaan.


hai Ifrit, cepat cari manusia siluman itu, jika dia sudah mengetahui tentang pemungkiman itu, segera habisi dia, dan hancurkan pemungkiman kumuh itu. "titah Raja Baron, kepada Ifrit, sosok dari berjubah hitam dengan memakai topeng.


"dengan sedikit senyum licik Ifrit, menerima perintah dari Raja Baron, dalam sekejap Ifrit menghilang dari singgasana.


Gawat kalau sampai Raja Baron,? memerintahkan siluman untuk membunuh Sintia! sebenarnya apa yang dilakukan oleh Sintia?. "gumam Advan, dengan rasa cemas.


...Disisi lain.......


"Takim beserta para penduduk telah mencapai puncak bukit, mereka berencana beristirahat sejenak, nampak Ratri melihat suasana kerajaan dari atas puncak bukit, hatinya menangis dengan keadaan kerajaan yang terancam kehancuran, air matanya mengalir membasahi pipinya, nampak Takim datang menghampiri Ratri, yang termenung memandang kerajaan yang pernah dipimpinnya.


Baginda Ratu, apa Kau menangis? menangislah jika membuat Kau lebih tenang. "ujar Takim yang berada dibelakang Ratri.


Takim, banyak sekali kenangan didalam kerajaan itu, dimana para keluargaku berkumpul bahagia, tertawa, bercanda. saat Aku tahu tempat itu, terancam kehancuran, Aku.... hikz... hikz...hikz. "suara isak tangis Ratri, membuat Takim merasa ibah.


...Dipemungkiman.......


"dalam kesunyian, Ifrit muncul ditengah-tengah pemungkiman, dengan berdiri tegak sambil memeriksa keadaan disekitarnya, dia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan dipemungkiman itu.


Oh, begitu rupanya, namun Kalian tidak bisa kabur dariku, Aku akan segera menemukan Kalian. Ha... ha... ha.


"Advan yang mengkhawatirkan Sintia. Raja Baron dengan kekusaannya. para penduduk yang menjalani kesehariannya. mereka tidak tahu sebuah pasukan Iblis bersekala besar sedang bersiap menyerang kerajaan.


"apakah Fitri dan Kakaknya akan ikut bertempur?....


"bagaimana cara mereka menghadapi pasukan sebesar itu. terus ikuti ceritaku yah diepisode selanjutnya.


"BERSAMBUNG!!!.....

__ADS_1


__ADS_2