
"setelah melakukan pekerjaan, yang melelahkan, mereka segera kembali kekantor Pemburu Mayat, Takim membawa masuk mayat yang telah mereka dapat, dari sumur tua itu, ditemani oleh Maria, yang kini, menjadi rekan kerjaannya.
hmmm, Takim besok Kamu, ada acara tidak? begini klo tidak, mau tidak menemani Aku jalan? "ucap Mirna, dengan pipi yang memerah.
sebenarnya, Aku juga tidak lagi, ada acara apa-apa, baiklah, "membalas dengan sebuah senyumam.
"waktu bergulir begitu cepat, mereka mengistirahatkan badannya, diruangan Rohman, jam terus berputar, suara ayam jantan sudah terdengar berulanga-ulang kali, jam menunjukan pukul.
..."07:30 WIB"...
"berlahan Takim, membuka kedua matanya, sambil mengeliatkan badannya, terlihat dengan samar seorang gadis muda, tidur bersamanya.
Haaaa......
"detak jantung Takim, menjadi tidak karuan, dalam keadaan panik Takim, mencoba melepaskan rangkulannya. gadis itu, yang ternyata Mirna, yang mempunyai kebiasaan buruk, berjalan saat sedang tertidur.
haaa......
apa yang kalian lakukan, hmmm!!!... "terkejut, Rohman yang melihat, pemandangan tidak mengenakan.
Takim... Kau apakan putriku, ha!!.. "menunjukan jari telunjuk, kearah Takim.
tidak Pak, Saya juga tidak tahu, kenapa Maria bisa tidur disini, "ujar, Takim, dengan gemetar, sambil mengeluarkan, keringat dingin.
"Rohman, yang tahu putrinya, mempunyai kebiasaan yang buruk saat tertidur, memahami situasi Takim sekarang.
tenang saja Takim, Aku menyetujui hubungan kalian, tapi Kalian tidak boleh melakukan hal itu, sebelum waktunya, sebagai lelaki Kamu harus bertanggung jawab, setelah ini, Aku akan berbicara dengan ibumu.
haaa......
"mendengar ucapan Rohman, Dia merasa telah dijebak, dengan keadaan lemas, Takim berjalan menujuh rumahnya, melanjutkan acara tidurnya, kembali.
...Assalamualaikum...
"Takim telah tiba dirumahnya, dalam keadaan wajah yang pucat, kurang semangat, Takim megucapkan salam sekali lagi.
__ADS_1
...Assalamu'alaikum...
...*wa'alaikum salam*...
eh, Anak ibu udah pulang, lah ngapa tuh muka, ditekuk?....
habis dapat serangan fajar Bu, panjang kalo Takim ceritain. " ucap Takim, tanpa ada semangat.
"Takim, berlahan memasuki rumah, kedua matanya, melirik-lirik keseluruh sudut-sudut rumah.
Bu, tumben Fitri, gak keliatan, kemana Dia?.....
katanya, Dia pergi bersama teman cewenya, mungkin ketemuan ama cowo kali. "goda Ibunya, sambil menatap keatas.
Oh... haaa... cowo? yang bener Bu, awas aja!. "merasa kesal, Adik manisnya, diambil orang.
hahaha... Ibu cuma bercanda. cepet mandi sana. "ujar, Ibunya. sambil tertawa.
"disisi lain. Fitri, mendatangi suatu toko, yang sedang memasang iklan, didepan tokonya.
permisi... Bu, apa disini membutuhkan pegawai? kalo iya, Saya ingin bekerja disini.
"dengan senang hati, Fitri langsung mengiyahkannya.
kemarin, ada pegawai Ibu, namun kini, Dia sudah tidak bekerja disini lagi, kalo bisa hari ini, Kamu mulai sudah bekerja. " ucap pemilik toko serda (serba ada).
"Fitri, segera melakukan pekerjaannya, dengan memakai kostum beruang, Dia mulai turun kejalan, membagi-bagikan, kertas brousur tersebut.
selamat pagi, cuaca yang indah, Abang ganteng, tolong terima brousur ini, yach. "merayu setiap pejalan kaki.
"waktu berjalan begitu cepat, jam menunjukan pukul.
...10:00 WIB...
...Assalamu'alaikum...
__ADS_1
...*wa'alaikum salam*...
cari siapa yah? "ucap Ibunya, Takim, yang memandangi Maria.
Takimnya ada Bu,?.....
sebentar yah, Ibu panggilkan....
"Ibu, Takim segera masuk kedalam rumah, menemui Anaknya.
he, Nak, ada yang nyariin tuh. siapa sih? pacarmu yah?. "goda, Siti, membuat pipi, Takim memerah, karna malu.
bukan Bu, Dia itu, Maria putri dari, Pak, Rohman.
yudah, temui sana kasian, nunggu lama.....
Takim pamit dulu Bu, Assalamu'alaikum....
wa'alaikum salam.... ternyata Anak kita sudah besar Pak, "ucap Siti, yang mengingat, Almarhum suaminya.
"mereka segera pergi, meninggalkan rumah, terlihat wajah Maria, begitu senang sekali.
he... Takim, hari ini, Bapakku mau main kerumahmu lho, "ucap Maria, dengan niat mencairkan, suasana.
haaa... mau apa?... "terkejut, sambil mengingat perkataanya, tadi pagi.
Ibu, Ibu, Kakak yang disana, udah nikah belum? "ucap seorang Anak, berumur 7 tahun sambil menunjuk kearahnya.
sepertinya belum Nak....
lho, kok, bisa mereka jalan berduaan? binggung Aku dengan kehidupan, orang dewasa.
sudah-sudah, ayo, kita pulang. "menghandeng tangan Anaknya.
"mendengar perkataan, dari bocah, mereka menjadi canggung, dengan wajah yang malu-malu.
__ADS_1
apa yang akan terjadi selanjutnya?.....
"BERSAMBUNG!!!....