MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
SALAH PAHAM


__ADS_3

"Terlihat Takim berjalan bersama Fitri, banyak mata memandang kearah mereka berdua, Takim tidak perduli dengan tatapan orang lain terhadapnya, dengan santai Takim dan Fitri berjalan melewati mereka semua.


Hai, padahal baru pertama masuk sekolah, tapi udah pegangan tangan. *mungkin cowonya kali yang ngejar-ngejar. *Bukan sepertinya cewenya yang kegatelan. " ucap para siswi membicarakan tentang hubungan mereka berdua.


"mereka masih tidak menghiraukannya, berlahan Fitri menghentikan langkahnya, dengan wajah tertunduk.


Kak, sampai sini aja, gak enak dilihat dengan yang lain, mereka berpikir kita menjalin hubungan. " ucap Fitri masih keadaan tertunduk sambil melepas pegangan tangan Takim.


Lah... emang kitakan saudara gimana sih. " ucap Takim sambil memegang tangan Fitri kembali.


"gosip tentang mereka berdua sudah menyebar begitu luas, sehingga sampai ketelinga ketua osis, dengan cepat ketua osis beserta anggota lainnya, pergi mencari Takim dan Fitri.


Hai, lihat ada ketua osis mau apa mereka?. kalian lihat yang berada disamping kanan ketua osis, *wah... gantengnya. "seruan para siswi yang berada dipingir koridor sekolah, dengan wajah tersipu, menatap para osis.


"anggota osis sangat terkenal didalam sekolah itu, peraturan yang mereka buat sungguh ketat, jika ada yang melanggar maka mereka akan di kenakan sangsing skor, 1 minggu setiap kali melanggar peraturan dari osis.


Dimana mereka berdua. "ucap ketua osis dengan melihat sekitarnya, sambil berjalan kesetiap kelas.


"tidak lama kemudian ketua osis melihat Takim sedang memegang tangan Fitri, dengan mempercepat langkah kakinya, ketua osis bersama angota lainnya, telah sedikit dekat dengan mereka.


TUNGGU!.. kalian berdua yang disana! "ucap ketua osis dengan nada keras, yang berdiri didekat mereka sambil menujuk kearah Takim dan Fitri.


"Takim menghentikan langkahnya, melihat ketua osis menunjuk kearahnya, Takim celingak-clinguk melihat sekelilingnya, yang ada hanya mereka berdua disana.


Maksudnya kami. "ucap Takim yang kebinggungan, sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Iya, kalian yang sedang gandengan disana!!.. ehem, Rendi beritahu apa kesalahanya. "ucap ketua osis denga nada yang kembali melemah, sambil berpura-pura batuk, dengan sikap anggun.


peraturan nomor 5 dilarang keras menjalin asmara, didalam sekolah maupun dilingkungan sekolah, apa bila ada yang melanggar maka akan dikenakan sangsi, skor 1 minggu, Sekian. "ucap Rendi sebagai penasehat osis, sambil memegang kertas yang berisi peraturan osis.


"mendengar pengumuman itu, Takim bertepuk tangan meriah.


Cakep... "ucap Takim sambil memberi jempol kepada Rendi.


Terimakasih... sudah mendengarkanku. "ucap Rendi dengan merasa tersanjung.


oke, sampai jumpa... ayo Fit, kita pergi. "seruan Takim kembali berjalan sambil memegang tangan Fitri kembali.


Woi.. apa-apa kau! mau melabui kami? "osis dibuat teriak kembali dengan kelakuan Takim.


berlahan Takim menghampiri ketua osis, dengan menatap tajam kearah para osis, membuat anggota osis sedikit panik, melihat ekspresi Takim yang seakan-akan menyerang mereka, sampailah disaat mereka saling menatap satu sama lain.


"suasana yang begitu tegang, membuat keringat mengucur deras, terasa udara yang mereka hirup membakar paru-paru.


Booo... Haaa.. haaa..haaa.. kenapa tegang gitu


"ucap Takim dengan tawa lebar sambil tangan kiri mengaruk ketiaknya.


HWUAaaah... "teriak para osis yang dipermainkan oleh Takim.


Haaa... haaa... haaa... "tawa Takim.

__ADS_1


...Ploookkk......


"sebuah tinju melayang kearah wajah Takim, sehingga membuat Takim berhenti tertawa.


Maafkan kelakuan abangku, ketua osis. "ucap Fitri dengan membungkukkan badan, sambil memaksa kakaknya melakukan hal yang sama dengannya.


APA... abang?.. jadi kalian tidak berpacara? "ucap kompak para anggota osis, yang mengetahui kebenaran tentang mereka, dengan rasa malu anggota osis, segera pergi dari sana dengan berlari cepat.


ha.. ha.. ha.. mereka lucu yah? ha.


"melihat tingkah konyol kakaknya, Fitri segera pergi meninggalkan kakaknya, tanpa menatapnya sedikitpun.


Fit. "Takim tidak sanggup bicara apapun dengan melihat Fitri, menghindar jauh darinya.


"Dalam kesedihan Takim, muncul seorang wanita yang mengulurkan tangan kepadanya, berlahan Takim menaikan pandangannya keatas, ternyata dia gadis yang tadi bertabrakan dengannya dijalan.


Kau?____ "wajah kaget Takim.


Kita ketemu lagi, kau punya hutang lho!! sama aku, "ucap wanita yang mengulurkan tangan, sambil mengigit lembut jari telunjuknya.


Gleeekkk!!!... "suara Takim menelan ludah, yang mengingat kejadian tadi pagi.


"apa yang akan terjadi selanjutnya?...


"BERSAMBUNG!!!...

__ADS_1


__ADS_2