MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
MINTA SAJALAH


__ADS_3

"Waktu berjalan sangat cepat jarum jam menunjukan pukul 19:30wib, Takim terlihat sedang bersiap-siap melakukan pekerjaannya kembali, disaat bersamaan hidung Takim mencium aromah yang begitu mengenakan, dengan cepat dia berlari keluar kamar, menghampiri bau, yang tercium enak sampai kekamarnya.


Wah, ibu hari ini memasak oreg tempe kering manis, hemmm... mantap kali bu, "ucap merayu Takim dengan mengacungkan jempol pada ibunya.


Ha..ha..ha.. kamu salah Takim, kali ini yang masak bukan ibu, melainkan Fitri yang memasak tempe oreg ini. "ucap ibunya dengan menutup sedikit mulutnya, sambil tertawa.


"Takim melihat kearah Fitri yang sedang menyiapkan bekal makan buatnya, sambil mengenakan baju yang dibelikan Takim tadi siang.


Sepertinya adikmu begitu senang hari ini, sudah lama ibu tidak melihat senyum diwajahnya, semenjak kepergian bapakmu dia jarang tersenyum, namun hari ini ibu senang bisa melihat dia tersenyum kembali. "ucap ibunya sambil menghapus air matanya.


Ibu, gak usah khawatir, selama Takim mampu, Takim akan terus berjuang membuat kalian bahagia, jadi ibu tidak usah bersedih lagi. "ucap Takim sambil memijat bahu ibunya.


"Sebenarnya Takim sudah tidak sabar, ingin memakan semua hidangan yang ada dimeja, pandangan matanya selalu tertujuh pada sebuah mangkuk yang berisi banyak sekali vitaminnya, Ibunya mengetahui hal itu, dengan beralasan kekamar mandi, Takimpun menghentikan pijatannya.


Asiaaap... aku datang tempe oreg. "ujar Takim yang tiba-tiba, sudah berada dimeja makan.


"Fitri berlahan berjalan menghampiri Takim dimeja makan, dia ingin berbicara dengan Takim, namun dia juga tidak ingin menggangu acara makanya, dengan menarik kursi Fitri duduk dihadapan Takim, sambil memandanginya.

__ADS_1


Kalo kamu mau bicara! sekarang aja, abang pasti denger kok. " ucap Takim dengan sebuah ikan asin dimulutnya.


Abang, bedak fitri habbisss. "seruan Fitri dengan manja, sambil sedikit mewek.


Pake terigu aja, pake trigu. "ucap Takim dengan meledek, sambil melihat merk bedak ditangan Fitri.


Hiii,ih.. Abbang jahaat, Fitri jadi benci, kheeek!! "ucapnya dengan membuang muka kearah lain, sambil sedikit melirik kearah Takim.


Fitri kamu jangan merajuk kasihan abangmu, gajinya dipake buat biaya sekolah kalian, klo kamu meminta dapat uang dari mana abangmu. "ucap ibunya sambil mengelus-ngelus rambutnya.


Kalo gitu, ajak Fitri kerja bang. "ucap Fitri sambil kedua tanganya diatas meja, dengan berdiri menatap Takim.


"Mendengar ucapan kakaknya Fitri merasa senang, namun dia juga memikirkan ucapan ibunya, dia merasa menjadi beban dirumah itu, wajahnya nampak murung.


Kenapa kamu murung? abang akan sedih kalo tidak bisa memberikan apa-apa padamu, abang sangat menyayangi kamu dan ibu, ngeliat kamu senang abang ikut senang, jadi mintalah ama abang, gak usa ragu. "ucap Takim sambil mencubit pipi adik manisnya.


hmmm.. bener bang? kalo gitu Fitri minta bedak, lipstik, sedo, sama hati abang. "ucap Fitri dengan wajah serius.

__ADS_1


"Takim terdiam benggong, mendengar ucapan adik manisnya.


BWUAAAH... canda weeek.. Haa..ha..ha.. "sambil tertawa riang.


Siaaal... bikin jantung gua! endut-endutan aja. "ucap Takim dalam hati, yang masih lemas akibat candaan adiknya.


"Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 20:00wib, Takim beranjak pergi denga bekal yang dibuat oleh adiknya, Takim sangat senang bisa makan masakan adiknya, sambil berjalan dia melambaikan tangannya, dengan sedikit menoleh keara Fitri dan ibunya.


Hati-hati kerjanya bang, "ucap Fitri dari kejauhan, sambil melambaikan tangannya.


Aku tidak boleh seperti ini!. kasian abang kerja sendirian, aku juga harus membantu ekonomi keluarga, tapi kerja apa yah? hmmm??...hmmm??.. huuu. "ucap Fitri didalam hatinya, sambil berjalan memasuki rumah.


"setelah masuk kedalam kamar, Fitri teringat tentang pria maskot itu, dia berniat bekerja menjadi seorang maskot, dengan bayang-bayang dia menjadi maskot, tanpa disadari Fitri sudah tertidur pulas.


Aku tidak mau melihat adik kecilku bekerja, jangan sampai itu terjadi, jadi aku harus memenuhi kebutuhannya, besok cari kerja tambahan ah. "ucap Takim yang memikirkan adiknya, sambil berjalan menuju kantor pemburu mayat.


apa yang akan terjadi selanjutnya?..

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2