
...Pencuri......
pencuri. cepat tangkap pencuri itu!. "ucap siluman berbentuk Rusa, sambil mengunjuk kearah pencuri tersebut.
"dikota siluman sama saja seperti dikota manusia, ada sistim jual beli barang, bahkan jual beli budak, kota menjadi ramai dikarena seorang pencuri, Dia mencuri barang milik penjabat kerajaan, yang sedang berkeliling kota.
Ha...ha..ha.. tangkap kalo kalian bisa, Uewekkk. "ledek sipencuri sambil berlari.
"tiba-tiba Dia menabrak, siluman yang nampanya sangat kuat, siluman itu mempunyai 2 tanduk dikepalanya, mirip macam sapi, dengan sekali ayun, tubuh sipencuri terpental jauh, menembur rumah warga. sipencuri yang terlempar jauh, terlihat tidak mampu bergerak kembali.
Haa, haa, haah. mau lari kemana Kau pencuri? Aku habisi nyawamu disini. "ucap si penjabat serakah.
"tiba-tiba sebuah bayangan hitam membawanya pergi, semua siluman terkejut dengan menghilangnya sipencuri itu.
cari... cari. cepat cari dan tangkap pencuri sialan itu. "ucap penjabat yang lagi marah.
"ternyata yang menyelamatkan pencuri itu. adalah Takim, pencuri tersebut menatap wajah Takim yang berlari sambil menggendong dirinya, Takim membawa sipencuri kesebuah tempat yang sepi.
hai, mau dibawa kemana Aku ini? " ucap sipencuri, yang memakai sebuah topeng.
"Takim tidak memperdulikan ucapan sipencuri tersebut, sipencuri meronta-ronta meminta diturunkan, seperti biasa Takim tidak memperdulikannya.
hai kera jelek, turunkan Aku mau Kau bawa kemana Aku ini? lepaskan... lepaskan. "meronta sipencuri dalam keadaan di gendong Takim.
"pada akhirnya langkah Takim terhenti disebuah bangunan yang sudah ditinggalkan pemiliknya, Takim menurunkan tubuh sipencuri yang dari setadi meronta minta diturunkan.
hai, pencuri bertopeng jelek, padahal Aku menolongmu tapi kenapa Kau bersikap demikian?. " ucap Takim berdiri tegap dihadapan sipencuri.
Aku tidak pernah meminta pertolongan, apa lagi dari siluman, macam Kau dasar kera busuk."ucap kasar pencuri yang membenci siluman.
" Takim merasa percuma menolongnya, dia beranjak meninggalkan sipencuri sendirian dibangunan tua itu, diperjalanan pulang Takim melihat sekelompok siluman yang mengejarnya tadi, mereka berjalan kearah bangunan tua itu, Takim sedikit khawatir dengan sipencuri itu. namun Takim teringat kembali perkataan sipencuri terhadapnya. "Aku tidak pernah meminta pertolongan, apa lagi dari siluman.
__ADS_1
terserahlah, itukan keinginanya, buat apa Aku repot-repot menyelamatkannya. "ucap Takim yang terus pergi ketempat Fitri Adiknya.
"disisi lain sipencuri sedang dianiaya oleh para siluman yang dilihat Takim, mereka tidak henti-hentinya menyiksa sipencuri, hingga akhirnya topeng sipencuri terlepas.
haaa... manusia, rupanya Kau manusia, haa haa haa, kita menemukan santapan lezat nih bos. "ucap Siluman kadal, dengan rasa lapar.
hai cepat masak yang enak, udah gak sabar nih pengen makan daging manusia. "titah sipenjabat kerajaan, yang tidak sabaran.
"para siluman membuat api, siluman kadal mengiris sayuran untuk campuranya, sipenjabat membersihkan tubuh sipencuri yang masih tidak sadarkan diri, dia melihat gumpalan daging yang besar didepan matanya.
manusia ini mempunyai daging lebih yang besar, kalo gitu Aku minta bagian yang ini, makan satu kayanya kenyang nih. "ucap sipenjabat, sambil mempermainkan lemak sipencuri itu.
"persiapan memasak sudah siap, mereka memasukan sipencuri kedalam air rebusan, yang telah dicampur dengan sayuran, rasa panas dari air rebusan berlahan membuat dia tersadar, dalam keadaan teriikat dia berteriak meminta tolong.
Tolong... TOLONG... siapa saja tolong Aku... tolong,tolong,tolong. " ucap terakhir pencuri, yang sudah pasrah dengan keadaanya.
"tiba-tiba sebuah batu besar terbang kearah silumam-siluman itu, iya, Takim kembali untuk menyelamatkan sipencuri itu, ditengah kepanikan para siluman Takim melompat kedalam panci besar itu, mencoba mengeluarkan sipencuri yang hampir tidak sadarkan diri, Takim kembali mengendong sipencuri itu, namun keadaannya berbeda kali ini.
Aku harus membunuh mereka bisa gawat klo sampai menyebar. "ucap Takim yang mulai serius.
Hai, Aku ini penjabat kerajaan, Aku cuma ngejalani tugas, apa Kau ingin menyelamatkan manusia itu? Kau akan dihukum raja siluman. "ucap penjabat kerajaan yang ketakutan.
"Takim yang mendengar perkataan sipenjabat sedikit terkejut. sebenarnya dia ingin mengorek-ngorek informasi dari sipenjabat itu. namun keadaannya berbeda sekarang, dengan memukul dari jarak yang cukup dekat, sipenjabat tewas dengan perut tertembus tangan Takim.
hai, Kau tidak apa-apa? "tanya Takim, sambil mengalihkan pandangannya terhadap sipencuri.
"wajah Takim memerah, hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah, melihat tubuh sipencuri yang tidak mengenakan sehelai pakaian sedikitpun.
Aneh kenapa kera itu, malu-malu melihatku tanpa pakaian, dan hidungnya mengeluarkan darah, kaya manusia saja. "ucap sipencuri dalam hati, sambil berlahan mendakati Takim.
"Takim hanya menutup hidungnya saja, sambil bergerak mundur dengan hidung mengeluarkan darah.
__ADS_1
woi,woi,woi, berhenti jangan mendekat, klo gini terus bisa-bisa Gua khilaf nih, klo ade Gua, bisa Gua tahan, klo Elu, Gua gak, jamin. " seruan Takim, ditengah perkelahian malaikat dan iblis didalam hatinya.
"disaat Takim sudah pasrah, sang makaikatpun hampir kalah, datang seorang pahlawan dengan tiba-tiba menendang kepala Takim.
dasar Abang mata keranjang, ditinggal sedikit malah maen cewe laen eeerrrggg!!!...
siluman kera punya adik siluman kelinci? " menghayalkan mereka.
Hai, cewe gak tau malu! mau coba goda Abang Gua? awas!!! Gua beri lho. "ucap Fitri yang penuh emosi.
"Takim tiba-tiba memeluk Fitri, mencoba menenangkan hatinya, Takim menceritakan keadaanya sekarang, dan akhirnya Fitri meresa lebih tenang.
woi, Bang Gua colok mata Elu!! bikin emosi aja! Kamu pakai jubah itu, jangan sampai siluman-siluman itu mengetahui ada manusia disini.... woi! cepat dipakai.
"Fitri melepas jubahnya, begitu juga Takim membuka jubahnya. kedua mata sipencuri meralalat terkejut, mengetahui siluman kera adalah manusia, sambil mengingat kenangan bersamanya, wajahnya memerah pucat, tiba-tiba.
...HAHAHA.......
...(gemma suara tawa)...
Cepat pakai jubah kalian. "titah Takim dengan khawatir.
Haaa.haaa.haaa.
jadi kalian yah, para siluman kelas teri yang membunuh penjabat kerajaan. Aku dapat perintah untuk menghabasi kalian. "ucap siluman berwujud manusia, sambil bergerak kearah Fitri.
"sontak Takim menghadangnya, terjadilah sebuah benturan yang menciptakan getaran disekitar mereka.
Fitri, menjaulah dari sini, biar Abang yang menghadapinya. "ucap Takim sambil menahan, manusia siluman.
oh, lumayan juga kau kera, bisa menghiburku. "ucap manusia siluman, yang mendesak Takim.
__ADS_1
"pertarungan yang dasyat akan terjadi, dapatkah Takim mengalahkan manusia siluman itu?...
"BERSAMBUNG!!!...