
...DUNIA SILUMAN...
Menerima Jasa
"didalam sebuah bar, banyak jenis siluman yang asik bercanda gurau, ditemani dengan segelas minuman, dari masing-masing pengunjung, terlihat dua siluman yang berwujud manusia mengobrol dengan wajah yang amat serius, Siluman yang berambut putih bernama Sintia, walau terlihat muda. sebenernya Sintia termaksud pejuang dalam pertempuran Mata Angel. yang berarti umur Sintia sekarang kurang lebih 300 tahun.
"sedangkan yang berambut hitam legam bernama Ari, walaupun tampangnya agak culun, tapi Sang Raja mengakui kekuatannya, mereka berdua adalah rekan satu team, dari raut wajah mereka terlihat sebuah masalah besar, yang sedang mereka diskusikan.
Hai, Sintia Kau sudah dengar belum? Advan! yang kesatria kerajaan. telah kalah telak dengan Siluman Kera. haduh bagaimana nasib kerajaan ini, kalo kesatrianya saja kalah dari Siluman tingkat rendah, huu. "menghela napas.
Hus, mungkin ada sesuatu yang membuat dia kalah dalam pertarungan itu. karena aku tahu siapa ayahnya, jadi dia tidak akan kalah semudah itu....
maksudmu Tuan Thar? sepertinya Advan bukan Anak kandung Tuan Thar, perbedaannya sangat jauh, ibarat langit dengan bumi, "ujat Ari yang terus-menerus membicarakannya.
...Disisi lain...
"Nampak Takim sedang berbicara dengan penduduk kerajaan Siluman, dia menanyakan sebuah penginapan didaerah ini, terlihat tangan seorang penduduk menunjuk kearah ujung jalan. mereka bergegas pergi menujuh ketempat tersebut.
Pak, Saya ingin menyewa kamar ada? kalo bisa Saya pesan tiga Kamar, "sambil menekuk jari jempol dan jari telunjuk, kearah Siluman belalang.
hai! Siluman Babi, Kau sebut Aku apa? jangan main-main Kau denganku!.....
Maafkan teman Saya embah! dia bukan asli penduduk sini, dia datang dari desa zhon!!. "lirik pucat.
hai Tari desa Zhon, memang ada?____
hai Siluman desa! ngapain Kalian bisik-bisik? lain kali jika ingin berbicara pelajari dulu bahasa disini, salah ucap dikit, bis-bisa!!. "dengan wajah menakuti.
"akhirnya mereka mendapatkan kamar, dengan rasa lelah selama diperjalanan, Fitri dan Tari, segera pergi menuju kamar yang sudah mereka pesan, sementara Takim memutuskan untuk mencari informasi tentang Raja Siluman.
Aaahhhkk... mencari info kemana nih? salah bicara sedikit saja maka. iih seram!! ngebayanginnya. "lirih kesegala arah.
"Takim melihat sebuah Bar, yang berada tidak jauh darinya, dia bergegas mendatangin Bar tersebut, berlahan Takim membuka pintu Bar, dengan sedikit mengintip. nampak wajah Takim memucat seperti melihat hantu, bagaimana Takim tidak pucat, didalam Bar, terdapat banyak Siluman yang tampangnya menyeramkan. terserat dibenak Takim ingin meninggalkan tempat itu, dengan berlahan Takim menarik kembali pintu Bar, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara siluman yang membuat dia terkejut kaku.
__ADS_1
engak jadi masuk ya?....
"berlahan Takim menoleh kebelakang, dengan detak jantung yang memompa lebih cepat, Takim semakin terkejut melihat sebuah wajah tanpa ada mata, hidung, mulut atau indra lainnya.
hai kalau tidak mau masuk jangan menghalangi jalan dong! bikin ribet saja. dasar Siluman Babi. "ujat siluman berwajah rata, sambil memasuki Bar.
"dalam hati, Takim bertanya-tanya kebinggungan, menggaruk-garuk kepala seperti orang bodoh.
Lah, padahal dia tidak punya mulut dan mata, tapi kenapa bisa bicara, dan sepertinya dia juga bisa melihat, aneh bin ajaib, ada-ada saja, siluman... siluman. kheem... Pulang Aaahhhkkk.
hai tunggu. kenapa Kau tidak jadi masuk? "mengintip dibalik pintu". lebih baik Kau masuk saja dulu, Kalau tidak!! Aku potong anumu...
Hiiik... "lirih pucat Takim kearah pintu.
ha,ha,ha... bercanda kawan. perkenalkan Aku Romeo siluman Banteng, pengunjung disini sekaligus pemilik Bar ini, ha,ha,ha... " tertawa dengan tangan dibelakang kepala.
"dengan rasa was-was. Takim memasuki Bar tersebut, dalam keadaan waspada dengan pandangan melihat pengunjung lain, berlahan Takim duduk disudut Bar, tanpa disengaja dia mendengar obrolan Manusia Siluman.
hai Ari, Aku dengar Sang Raja membuat saimbara. siapa saja yang menangkap siluman Kera, akan diberi imbalan cukup besar lho. "meminum segelas Arak.
hiikz... "wajah Takim memucat, dengan keringat mengucur deras.
"Takim sangat ketakutan mendengar percakapan mereka, dalam keadaan tegang Takim melirik kearah mereka.
Hiiikz... "gemetar dengan banyak keringat.
"Takim terpergok menguping pembicaraan mereka, Sintia terus memandangi Takim dengan tatapan penasaran, Takim mencoba sedikit melirik kembali, tatapan Sintia semakin serius.
duh, bagaimana nih? sirambut putih ngeliatin kesini terus, jangan-jangan dia______
hai, Aku perhatikan dari tadi Kau menguping pembicaraan Kami, belum pernah dikebiri ya!! "memegang pundak Takim.
"Takim terkejut setengah mati, ketika Sintia memegang pundak kirinya, Takim mencoba menoleh dengan tubuh kaku, Takim melihat sebuah taring tajam diantara gigi Sintia.
__ADS_1
...Aaahhhkkk.......
...waaaaa.......
"mereka saling berteriak, Takim yang terkejut dengan taring Sintia, begitu juga Sintia yang terkejut melihat wajah Babi Takim. wajah mereka berdua menjadi pucat, tanpa disadari teriakan mereka menggangu pelanggan lain.
hai Kalian, kalau mau ajib-ajib mendingan cari kamar saja. Ha,ha,ha..."ujar Siluman tutul, dengan tawa menyindir.
iya nih. hai, bos, Kalau siluman Babi dengan manusia siluman disatukan, jadinya apa ya?... *jadi-jadian dong. ha,ha,ha... "ujat para Siluman masih dengan tawa menyebalkan.
"mendengar ucapan mereka Manusia Siluman nampak marah sekali. sehingga Sintia mengeluarkan aura silumannya, begitu juga dengan Siluman yang mengejeknya, tubuh siluman itu juga mengeluarkan aura negatip yang cukup besar.
Kau mau cari gara-gara denganku yah!! cari mati Kau siluman tutul busuk!... "mengeluarkan aura yang semakin besar.
Sintia hentikan "seru Ari, yang mulai ketakutan dengan kekuatan Sintia, yang mulai tidak terkendali.
"suasana didalam Bar, sungguh sangat menegangkan, disaat bersamaan muncul siluman tanpa wajah, yang berdiri ditengah-tengah perseteruan mereka.
Oke, perseteruan ini akan dilanjutkan diarea pertarungan, bagaimana kalian mau berdamai atau mau lanjut?...
"dikerajaan ada satu peraturan, setiap masalah akan diselesaikan dengan pertarungan, jika salah satu ada yang kalah maka harta bendanya akan menjadi milik sipemenang.
Sintia mendingan jangan. walaupun penampilannya seperti itu, tapi dia itu salamender dikerajaan ini, apa Kau lupa, salamender termasuk golongan terkuat, selain golongan kita Manusia Siluman.
Aku menantangmu berduel satu lawan satu Salamender. dan Aku menunjuk perwakilanku Siluman Babi....
HEeee... "terkejut Takim, tanpa kata.
"tatapan sinis Salamender kepada Takim, yang akan menjadi lawan duel dia kali ini, Siluman tanpa wajah, membuat sebuah gerakan, tiba-tiba suasana Bar berubah menjadi sebuah area pertandingan, Siluman tanpa wajah membuat sebuah pelindung disekitar area, agar kekuatan mereka tidak berdampak kepada para penonton. persiapan area telah selesai siluman tanpa wajah segera memberikan abah-abah.
Apa yang akan terjadi pada Takim?..
ikuti kisanya dikaryaku, teriimakasih atas dukunganya teman-teman seperjuanganku.
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!....