MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
KAU HARUS MAU


__ADS_3

...*Assalamu'alaikum*...


tok.. tok..tok..


...Wa'alaikum salam...


eh, Pak, Rohman, silakan masuk Pak, maaf masih berantakan. "ucap Siti. mari silakan duduk.


santai saja Bu, anggap saja kita kerabat dekat. "sambil duduk dikursi sofa.


"kedatangan Rohman, ingin membahas tentang hubungan, Takim dengan Putrinya, Maria. Rohman menjelasakan maksud dan tujuannya kali ini, mendengar ucapan Rohman, sejenak Siti terdiam sebentar?.


putri Saya Maria, sepertinya menyukai Takim, Bu. seperti yang telah Saya katakan, ini, hanya sekedar pembicaraan saja, biar nanti Anak-anak yang akan memutuskannya. "seraya Rohman, sambil meminum teh.


iya, Pak, Saya hanya seorang Ibu, Saya bagaimana dengan, kemauan Anak, Saya saja, Pak. "ucap Siti, yang binggung harus menjawab apa?.......


...Assalamu'alaikum...


nah, sepertinya suara Anak-anak, sebentar yah, Pak, Saya akan membukakan pintu. " ucap Siti, beranjak, dari tempat duduknya.


...Wa'alaikum salam...


eh, kalian sudah pulang, ayo masuk, ada Pak, Rohman didalam.


"dengan berlahan mereka, masuk kedalam rumah, dan menghampiri Rohman, yang sedang duduk diruang tamu tengah.


"disisi lain, seorang nampak terlihat, sedang kebinggungan memikirkan sesuatu, dari teras depan rumah.


Abang, sepertinya sedang memikirkan sesuatu kayanya, samperinlah. "ucap orang berambut pirang, yang mempunyai tahi lalat, dibawah bibirnya.


"berlahan Doli, menghampiri kakaknya, yang sedang terduduk termenung, didepan sebuah teras rumah.

__ADS_1


hayo lagi ngelamunin apa? lagi menghayal nikah yah? "ucap godanya... pantangan seorang bujangan, menghayal didepan rumah.


sok, tau Kamu, dasar Anak masih bau kencur, sok, menasehati Aku...


"orang itu, adalah kakaknya Doli, yang bekerja sebagai Polisi, yang pernah mengantar, ayah pulang Takim.


lagi mikirin apa sih, kak? sepertinya serius amat. mau Aku pijat? "ujar, Doli, yang berada dibelakang Kakaknya.


tumben? ada angin apa nih? yudah cepat, yang enak yah, mijatnya. ucap Kakaknya. dasar Adik, yang banyak maunya.


Kak, sepertinya dikelas Aku, ada murid yang bisa melihat kematian, yang pernah Kakak ceritakan dulu. "ucap Doli, sambil memijat-mijat bahu Kakaknya.


APA..."terkejut". kenapa Kamu tidak bilang, ke, Kakak? "ucap Kakanya, yang terkejut mendengar perkataan Doli.


mana Aku tau, emang kenapa sih? "ujar, Doli, yang sepertinya sudah tahu, alasan Kakaknya melamun.


Kamu tahu tempat tinggalnya?... "bertanya dengan nada keras.


bagus, Kakak akan pergi dulu yah, "ucap Kakaknya.


Aku ikut kak......


"mereka bergegas pergi, ketempat Pemburu Mayat, dengan mengendarai sebuah sepeda motor.


ehem... bagaimana Nak, Takim, sebagai lelaki sejati, Kamu harus bertanggung jawab, atas perbuatanmu terhadap Maria. "ucap Rohman, sambil megeluarkan asap rokok.


apa maksudnya ini, Kak? ayo jelaskan semua ini, sekarang!!....


"Takim, hanya terdiam, mengeluarkan banyak keringat, dari seluruh badannya. melirik kearah Adiknya, yang menunggu jawabannya, dengan penuh amarah.


kalian tahu mereka sema_____

__ADS_1


baik Pak, Saya akan mencoba menjalaninya terlebih dahulu. "ucap Takim, dengan tegang, sambil berdiri tegak, ditengah-tengah pembicaraan.


"melihat tingkah aneh Takim, semua orang menertawainya, Takim yang melihat mereka tertawa merasa lebih tenang, sejenak Dia merasakan hawa membunuh yang sangat kuat, dengan melirik kaku, berlahan Dia menoleh kearah Fitri, yang menatap sinis kearah Takim.


...Assalamu'alaikum...


haaa, sepertinya ada tamu didepan, sebentar Ibu, buka pin____


biar Takim saja Bu, yang membukakan pintunya. "merasa legah, dalam hati.


"Takim beranjak dari tempatnya, menuju kearah pintu depan.


...Wa'alaikum salam...


Selamat siang, apa ini, kediaman keluarga Pak, Udin? "ucap suara yang tidak, dikenal Takim.


benar, Saya Anaknya. ada perlu apa yah? "ucap Takim yang berdiri didepan pintu.


perkenalkan, nama Saya Amir, dan ini, Adik Saya Doli, kedatangan Saya kesini ingin bertemu, dengan Pak, Udin, sebelumnya Saya datang kerumah kalian, namun kata tetangga kalian sudah pindah. "ucap Amir, yang tidak tahu, apa-apa.


"Takim binggung, harus menjawab apa, dengan keadaan terdiam, Fitri menepuk pundak Takim.


lama sekali sih, kak? haaa... Doli sedang apa Kau disini? jangan-jangan Kau sengaja membuntutiku yah? "ucap sinis Fitri, menatap dekat, wajah Doli.


Bapak Kami... sudah meninggal dunia. "ucap Takim, dengan murung.


"melihat Kakaknya murung, Fitri mengalihkan pembicaraan mereka.


mari kita masuk kedalam, kalo ada pembicaraan penting. "ucap Fitri, dengan senyum.


pembicaraan apa yang akan mereka lakukan?....

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!...


__ADS_2