
...Pukul 07:30 WIB...
...SMA HARAPAN...
Pagi hari disekolah Sma harapan, semua murid mulai berjalan memasuki gerbang sekolah, para anggota kesiplinan, terdiri dari 5 siswi yang dipimpin oleh Santi, berdiri tegap dengan membawa pengaris berukuran besar, Santi dan anggota lainnya memeriksa setiap murid yang datang melewati pintu gerbang utama.
"hai Kamu! kenapa membawa Hendpon kesekolah ini. apa Kau tidak tahu peraturan, yang tidak memperbolehkan membawa handpon. "ujar Santi, ketua kesiplinan Sma harapan, dengan wajah yang menakutkan.
Semua murid yang mendapat teguran dari mereka merasa ketakutan, dengan ekpresi wajah menyeramkan Santi. "hai Kau... Kau juga yang disana, cepat serahkan barang-barang kalian kepada Kami, untuk sementara Kami menyita berang-barang Kalian. "teriak tegas Santi, dengan mengarahkan pengaris besar kearah murid yang masih, melanggar peraturan sekolah.
Nampak Takim dan Fitri, berjalan santai menuju gerbang sekolah, mereka terlihat senang telah kembali bersekolah, setelah sekian lama bertarung didunia siluman, akhirnya mereka menjalani kehidupan normalnya, Takim dan Fitri memutuskan untuk merahasiakan kekuatan mereka.
"hai Kalian berdua, sepertinya Aku belum pernah melihat Kalian? " ucap Santi, menatap Takim dan Fitri, yang baru melangkahkan kakinya, melewati pintu gerbang.
*
*
...Takim.......
...Fitri........
Terdengar suara Maria yang memanggil mereka dari dalam gerbang sekolah, sambil melambaikan tangannya, melihat Maria, Takim merasa senang tubuhnya bergerak sendiri untuk menghampiri Maria, namun sebuah pengaris besar menghadang dilehernya. "mau kemana Kau! kita belum selesai berbicara. "ucap Santi, dengan nada berat, yang melirik tajam kearah Takim.
Takim menelan ludah, melihat sebuah pengaris besar menempel dilehernya. "Haaa, lihat anak gorilla. "teriak Takim, sambil menunjuk keatas pohon besar, yang ada dibelakang Santi.
Rasa penasaran Santi membuat dia harus menoleh keatas pohon. "mana, mana, gorilla mana?... "ujar Santi, dengan keadaan hormat melihat keatas pohon.
Dengan cepat Takim dan Fitri, melarikan diri dari para anggota kesiplinan. "ketua lihat mereka kabur!... "Sial beraninya Kau mempermainkan Aku! "gumam Santi, dengan sangat marah, yang sudah dipermainkan Takim.
__ADS_1
Maria yang melihat Takim dengan rasa senang tiada tara, segera memeluk tubuhnya. "Sukurlah Kau kembali dengan selamat, Aku diberitahu Bapak, Kalau Kau sudah kembali. "ujar sedih Maria, yang sekian lama tidak bertemu dengan Takim.
Kerinduan Maria kepada Takim telah terobati, Fitri yang melihat kesungguhan Maria kepada Kakaknya, merasa senang dengan tersenyum kecil. "Fit, Aku juga merindukanmu, sukurlah Kau juga Selamat. "ucap Maria, yang terus memeluk Fitri, dengan setulus hati.
Merekapun masuk kedalam sekolah bersama-sama, semua mata tertujuh kearah Takim dan Fitri, yang berjalan santai didalam sekolah. "kenapa mereka menatap kearah kita? kaya baru ngeliat aja. "gumam Takim, dengan dirangkul Maria.
"Sial kenapa dia pake balik kesekolah ini lagi!. "Benar! berani-beraninya dia menyentuh Dewiku!. "gumam amarah para siswa, yang ngepans, pada Maria.
Takim merasa hawa membunuh yang sangat kuat dari para siswa yang menatap kearahnya. "Sial, kenapa dengan mereka!... "gumam Takim, dalam hati, yang merasa menjadi target mereka.
...Prweeeetzz......
Dari kejauhan seorang siswi meniup pluit, dengan wajah yang memerah, nampak wajah kesalnya kepada Takim, dengan berjalan cepat dia menghapiri mereka. "Hai, Kau lagi! sekian lama tidak masuk sekolah, kini Kau berulah kembali!!. "ucap marah Laras, ketua Osis, yang melihat Takim membuat masalah.
"maaf Ketu Osis, salah Aku apa ya. " ucap Takim, pura-purah tidak tahu kesalahannya.
"yudah, Aku masuk kelas dulu ya!... Abang bodoh!!!... "gumam Fitri, yang kesal dengan Kakaknya.
...krenggg.......
...krenggg.......
"Aku, Aku, Aku.... "teriak ramai teman sekelas Fitri, yang menawarkan bantuannya.
DIAM.... kalian semua!!... Doli pinjamkan catatanmu kepada Fitri. "ucap Bu Siska, yang sempat berteriak kesal, dengan kebisingan para murid.
Sesuai perintah Bu Siska, Doli segera meminjamkan Catatannya kepada Fitri. "Fit, ini Catatanku, semoga bisa membatumu. "ucap senyum Doli, yang menyodorkan buku catatannya kepada Fitri.
Semua murid melanjutkan mata pelajarannya kembali, nampak para murid terlihat serius mengerjakan tugas yang diberi oleh Bu Siska, pandangan Bu Siska selalu melihat kearah murid-murid, dengan berjalan mengeliling ruangan kelas, dan memperhatikan murid-murid, yang sedang mengerjakan tugas darinya.
______________________________________________________
__ADS_1
...Dibawah Kolong Tol.......
Nampak sekelompok Anak muda berseragam sekolah, sedang mengelilingi seorang siswa yang memakai seragam sekolah yang berbeda, dengan sekumpulan siswa yang mengelilinginya.
Anak yang berdiri ditengah-tengah mereka bernama. Rio. umurnya sekitar 16 tahun, dia bersekolah di Sma pelita, yang terkenal dengan kekerasannya, SMA tersebut didirikan oleh Master bela diri sedunia, selain diajarkan dengan materi-materi sekolah pada umumnya, sekolah itu juga mengajarkan seni bela diri. bisa dibilang peoritas utama sekolah itu mengajarkan murid-muridnya seni bela diri, dan pemuda ini, salah satu rank teratas di sma pelita.
"Haaa. ha.ha... Kau tidak akan selamat Rio, sehebat apapun Kau, tidak akan mampu melawan Kami. Haa,haa,haaa... "ucap Suara tawa mereka yang merasa unggul.
Mendengar omong kosong mereka, Rio hanya tersenyum sinis, tanpa basa-basi Rio segera menyerang mereka, dengan kecepatannya Rio berhasil menumbangkan beberapa dari mereka. "kurang ajar Kau! "Teriak pimpinan pemuda yang mengelilingi Rio.
Dengan cepat Rio membungkap mulut pemuda itu, dengan memukul bagian perutnya, dalam seketika Rio menumbangkan semua pemuda tersebut. "haaa, ikan teri macam kalian ingin melawanku! jangan mimpi. "ujat kasar Rio, yang merasa hebat.
"selain ketiga orang itu, tidak akan ada yang mengalahkanku, apa tidak ada yang bisa melawanku?. "gumam Rio, dengan ketidak puasaan didalam hatinya.
______________________________________________________
...Pulang Sekolah......
Bel sekolah berbunyi panjang tanda sekolah berakhir hari ini, terlihat semua murid-murid merapihkan alat tulisnya masing-masing. Fitri mulai terlihat keluar dari ruang kelas, yang sudah ditunggu oleh Takim dan Maria didepan kelasnya. "ayo kita pulang Fit."ucap Takim yang berdiri dihadapannya.
Mereka sangat bersukur bisa menjalani kehidupan seperti biasa, dan berharap tidak ada hal-hal, yang mengusik kehidupan mereka yang damai. "Bang semoga hari-hari kita terus begini. "ucap Fitri, dengan tersenyum kearah Takim.
"hem... "semoga saja yah, Abang juga ingin menjalankan hidup yang tenang bersama Kalian. "senyum Takim, yang berucap dalam hati.
Namun mereka masih belum tahu, Apa yang menunggu mereka nanti, terlihat senyum mereka yang saling bercanda guarai, disaat perjalanan pulang kerumah.
*
*
disisi lain... Rio menghajar pemuda yang terlihat kuat dihadapannya, kehebatannya membuat dia menjadi sedikit sombong, dia berkeliling keseluruh kota, dari anak jalanan, sampai kesekolah-sekolah dia datangi, dan menantang mereka semua.
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya?....
"BERSAMBUNG!!!.....