
"Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka telah tiba disebuah rumah yang akan mereka tempati, keadaan rumah yang menjadi fasilitas mereka sekarang terlihat cukup terawat, mereka berlahan mulai melihat-lihat keadaan rumah tersebut.
Bagaimana menurut kalian tentang rumah ini?. "ucap Rohman yang memandu mereka.
Pak, Rohman ini sudah lebih cukup. "ucap Siti dengan rasa terimakasih.
Klo gitu saya pamit yah, klo butuh apa-apa jangan ragu, hubungi saja saya. "ucap Rohman dengan tersenyum, sambil melangkah keluar rumah.
Wah, ayo kita mulai bekerja dari sekarang. "ucap sang ibu dengan senyum menyemangati anak-anaknya.
"Mereka segera membersihkan rumah yang keadaannya berantakan, didalam rumah terdapat 3 kamar, 1 ruang tamu, 1 dapur yang berdekatan dengan kamar mandi, mereka terus bekerja sampai lupa hari sudah menjelang sore.
Ayo anak-anak waktu sudah sore, kita lanjutkan besok pagi saja, kalian pergi mandi saja dulu ibu akan siapkan makanan buat kalian. "ucap Siti yang mulai dikit demi dikit melupakan kesedihannya, sambil memandang sekeliling rumah yang masih harus dibersihkan lagi.
" Fitri memasuki kamar mandi, berlahan membuka perban dikepalanya yang menutupi mata kanannya, dalam keadaan masih menutup mata kanannya, Fitri mulai membersihkan tubuhnya dengan menyiram air keseluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Takim yang menunggu adiknya keluar mandi, merasakan hawa dingin yang berhembus dari sebelah belakang, bulu guduknya berdiri merinding, disaat bersamaan terdengar suara rintihan wanita yang begitu dekat, berlahan Takim mengikuti asal suara itu dengan suara jantung berdetak kencang.
Suara apa itu yah? haaa... hai siapa disitu. "teriak Takim yang melihat seseorang sedang duduk membelakanginya, dengan rambut yang terurai panjang, sambil terisak-isak.
"Berlahan Takim semakin dekat mencoba lebih mendekatkan lagi, tangan kanan terjulur kedepan berusaha menggapai orang tersebut, disaat bersamaan Takim dibuat kaget dengan seekot tikus yang melewatinya, sontak dia kaget dan membuat suara gaduh.
Tikus kurang asem, ngagetin gua aja. " ucap Takim dengan mengusap-ngusap dada sambil melanjutkan rasa penasarannya.
"Fitri mendengar suara gaduh dari luar yang dibuat kakaknya, dengan segera mungkin dia mengenakan handuk, takut tiba-tiba kakaknya muncul, Takim masih mengulurkan tangannya dan semakin dekat, disaat bersamaan Takim dibuat kaget dengan suara pintu yang terbuka keras.
Sedang apa kau bang, Takim?.. mau ngintip aku yah? "ucap Fitri yang hanya mengenakan handuk, menujuk-nunjuk kearah Takim, dengan marah yang tidak jelas.
"Dalam kemarahan, tanpa disadari Fitri membuka mata kanannya, sontak Fitri terkejut melihat sosok wanita berdiri tegak dengan wajah tertunduk kebawah, dengan rambut menutupi wajahnya, berlahan dia mendekati kakaknya.
Bang Takim dibelang elu bang, dia semakin ngedeketin elu bang. "ujar Fitri dengan ekpresi takut sambil memegangi handuknya.
__ADS_1
"Takim berlahan menoleh dengan rasa takut hampir ngompol, Takim berteriak melihat sebuah sapu berdiri didepannya, sementara Fitri masih berteriak menyuruh Takim pergi dari sana, Takim menoleh kearah Fitri dengan kedua alis diturunkan, bibir cemberut berjalan kearah Fitri.
Klo sudah selesai, sekarang saatnya gua yang mandi, ati-ati handuknya jatoh "ucap Takim melewati Fitri, sambil menyelendang handuk.
Apa-apaan abang Takim, apa dia benar gak ngeliat orang didepannya tadi? ucap Fitri sambil berjalan kekamarnya.
Sial, tadi itu apa kok tiba-tiba ilang? padahal tadi dia lagi duduk? ucap Takim, didalam kamar mandi, sambil ketakutan.
"berlahan Fitri memakai baju tidur, yang disusul memakai celana tidur, pergi kedepan kaca yang didekatnya, dia terkejut melihat pupil kedua matanya berbeda warna, mata kirin yang berwarna hitam, sepeti mata pada umumnya sedangkan pupil kanannya berwarna merah, Fitri berteriak lagi, membuat seisi rumah menjadi panik.
Ada apa Fit? "ucap ibunya yang mendengar teriakan Fitri.
"Fitri berlari kearah ibunya, sambil menunjukan kedua matanya yang berbeda warna, ibunya memegang kening Fitri, memastikan putrinya masih waras, bagi ibunya kedua matanya terlihat sama saja, Takim yang mendengar jeritan adik manisnya segera berlari menghampirinya, dengan keadaan tanpa mengenakan handuk, hanya busa sabun yang menempel dibadannya, kedua mata Fitri berlalat terkejut, melihat kelakuan kakak bodohnya.
Wah, ramai sekali yah!!..
__ADS_1
ikuti kisah selanjutnya!!
"BERSAMBUNG!!!...