MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
PENYERANGAN IBLIS


__ADS_3

"Pasukan Iblis mulai melakukan pergerakanya, mereka dipimpin oleh Iblis muda Digo, dengan menjulurkan tangan kedepan Digo memberi abah-abah pada pasukan Iblis pembawa pedang, Digo meyeruhkan suara tanda penyerangan.


...Serang.......


"pasukan berjumblah 400 mulai belarian menuju benteng pertahanan pertama, penjaga yang melihat penyerbuan tersebut, segera memberi tanda penyeranga, sebuah cahaya merah terbang tinggi keatas langit, membuat sebuah ledakan kecil yang menandakan kerajaan telah diserang, para penjaga Istana dengan cepat bembunyikan Alarm, semua penghuni Istana, dan para penduduk berlarian mendengar bunyi Alarm itu.


Prajurit lakukan pertahanan didinding pertama, dan siapkan senjata untuk melawan mereka kita telah diserang. "Seru Raja Baron, dengan menjulurkan tangan kedepan.


"para petinggi mengirim wakilnya pergi kedinding pertahanan pertama, mereka melihat pasukan Iblis berdatangan dari dalam hutan, wakil petinggi siluman Hiu, penyerukan pasukannya melepaskan anah panah kearah Iblis-iblis itu.


...Lepas......


"Seruan wakil petinggi siluman Hiu, dengan menjulurkan tangan kedepan, membuat pasukannya melepaskan anah panah, dalam sekejap tubuh pasukan Iblis tertancap panah, yang melesat kearah mereka, sebagian pasukan Iblis bertumbangan, melihat pasukan Iblis berjatuhan Digo, memerintahkan pasukan penyihir sebagai pasukan pendukung, membantu penyerangan, nampak pasukan penyihir membuat pergerakan tangan seraya melepaskan Ajian yang dimiliki mereka, sebuah bola api besar terlihat dilangit kerajaan, yang siap dijatuhkan kearah mereka.


Wakil petinggi. musuh membuat serangan bola api yang besar, bagaimana kita menghadapi serangan bersekala besar itu. "ujar prajurit siluman, dengan cemas.


"wakil petinggi siluman Hiu, memlepaskan Ajian yang dimilikinya, sebuah gumpalan air berlahan membesar dan semakin membesar, menyamai ukuran bola api itu, dengan sedikit dorongan dari wakil petinggi, gumpalan air tersebut melesat kearah bola api.


...Dwuarkkkk.......


"sebuah ledakan yang diakibatkan benturan antar dua kekuatan, meciptakan sebuah air yang mendidih, dan mengenai seluruh pasukan dari kedua belah pihak, rasa panas dari air tersebut, membuat mereka merontak-rontak kesakitan. sekali lagi pasukan Iblis membuat Ajian yang mengejutkan mereka, sebuah bola tanah sebesar bukit, berlahan menujuh kearah kerajaan dengan ketinggian 400km, kedua mata pasukan Siluman meralalat kearah bola besar itu.

__ADS_1


Sial serangan mereka tiada henti-hentinya, bagaimana Kami menghadapi serangan ini!. "gumam wakil petinggi siluman Hiu, dengan meregakan kedua giginya, seakan ini akan berakhir.


"ditengah keputusasaan para siluman muncullah petinggi siluman Badak, dengan Ajian memperbesar diri, ukuran petinggi Siluman Badak menyamai bola besar itu, dengan sekuat tenaga Petinggi Siluman Badak, menahan laju bola besar tersebut, dia mengangkat tangan kirinya setinggi mungkin, dengan cepat dia memukul bola besar kearah pasukan Iblis.


...Bruaaakkkhhh.......


"terjadi sebuah ledakan besar, yang diakibatkan jatuhnya bola besar kepermukaan tanah, ledakan tersebut membuat guncangan hebat, sekali gus, membumi hanguskan sebagian pasukan penyerang Iblis, Petinggi Siluman Badak yang dalam berukuran besar melirik kearah pasukan Penyihir, dengan cepat dia mengayunkan senjata kampaknya kearah mereka, jatuhnya senjata petinggi siluman Badak mengakibatkan hacurnya permukaan tanah, beserta pasukan penyihir yang kekuatanya sungguh merepotkan pasukan Siluman.


Tidakku sangka, ternyata kekuatan petinggi siluman memang tidak bisa dianggap remeh, namun hanya sampai disini saja Kau dapat menahan serangan Kami. "gumam Jendral Ifrit, dengan senyum jahat.


"para Iblis cukup banyak kehilangan pasukan tempur, Digo memangigil pasukan seekor naga berukuran besar, dengan membawa 300 pemanah yang telah siap dengan busur ditangannya masing-masing.


...SERANG........


...Disisi lain.......


"diatas bukit Alias terlihat Tari dan Sintia, yang kewalahan melawan Jesika, dengan napas terhengah-hengah mereka berlari menyerang Jesika, Sintia mengeluarkan Ajian Tapak Guntur, sebuah cahaya petir berbentuk tombak ditangannya, dilemparkan kearah Jesika.


Percuma. "gumam Jesika dengan sedikit senyum, yang mengerakan sedikit pergelangan tangannya.


"Jesika menciptakan sebuah dinding tanah dihadapannya, membuat Ajian Sintia tidak dapat mengenainya, disaat bersamaan, Tari melesat cepat kebelakang Jesika, sambil mengayunkan senjata sabit kearah lehernya, dengan menghentekan kaki kepermukaan tanah, Jesika membuat tanah menjulur panjang mengenai perut Tari, dalam keadaan terhempas Tari, mendapat serangan kejutan kembali, sebuah tanah menjulur dari bawah Tari, terus menerus menghempaskan Tari, sehingga nembuat Tari berteriak kesakitan, Sintia tidak tinggal diam melihat Tari diserang terus menerus, dengan cepat Sintia melesat kearah Tari, namun sebuah tanah membentuk tangan mengunci pergerakannya, berlahan sebuah manusia tanah bangkit dengan memegang Kaki Sintia, sudah pasti itu Ajian Jesika.

__ADS_1


Sial! kuat sekali Iblis ini. "gumam Sintia, dalam genggaman manusia tanah.


"sementara itu, Fitri yang melawan Hendrik, terlihat dalam kesulitan besar, Ajian gravitasinya membuat Fitri tidak bisa berbuat apa-apa, nampak darah keluar dari mulut Fitri yang mendapat serangan dari Hendrik.


Ajian Iblis ini, bener-bener merepotkan pergerakanku. "gumam Fitri, dengan tubuh yang sangat berat, sambil melirik kearah Takim yang tergeletak tidak berdaya.


"Takim tidak bisa mengerakan tubuhnya, akibat terkena Ajian Alpret, seluruh badannya mati rasa, hanya kedua matannya saja yang dapat dia gerakan, Tangan kanan Alpret mengeluarkan sebuah sinar yang terpancar disetiap ujung jarinya, dan mampu memotong syaraf yang tersentuh olehnya. saat Fitri diserangan Alpret, Takim mencoba menghalangi arah serangannya, hal hasil kedua tangan Alpret lumpuh, dilanjut dengan menyerang kedua kakinya, dan berakhir dengan Takim yang tidak berdaya, tanpa bisa bergerak.


Ha,ha,ha... sepertinya Kau yang akan mati terlebih dahulu, Aku akan mengakhiri penderitaanmu siluman Ayam, kalau Aku tidak membunuhmu sekarang, Kau pasti akan menjadi penghalang Kami. "guman Alpret, dengan mengayunkan sebuah pukulan ketubuh Takim, dalam sekejab tanah disekitar Takim hancur terkena serangan Alpret


"Takim yang tidak dapat bergerak menerima pukulan Alpret, sehinggah dia memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya. kedua mata Fitri meralalat kearah Takim, dengan tangan menjulur kedepan seraya ingin meraih tubuh Kakaknya, terlintas kenangan mereka saat masih didunianya.


Abang gendong Aku Bang, cepet ngapa Bang. "titah Fitri saat berumur 10tahun, yang ingin bermain bersama Kakaknya.


iya,iya iya. ayo naek kepunggung Abang. "saut Takim yang berumur 12tahun, sambil berjongkok, dengan menjulurkan kedua tangannya kebelakang.


Haaa.. haaa..haaa. "suara tawa mereka dalam kenangan Fitri, dengam Takim yang mengendong Fitri, sambil berlari mengitari sebuah taman bermain.


"Amarah Fitri membuatnya hilang kendali, ketidak berdayaan Takim memicu kemarahannya, tiba-tiba gelombang kejut dari kekuatan Fitri membuat Hendrik terhempas jauh, pupil merah Fitri menjalar cepat keseluruh tubuhnya, rambut hitamnya berubah menjadi putih, kekuatanya pun meningkat pesat, yang menyebabkan kekacauan diseluruh dunia siluman.


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2