MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
TEMPAT TERAKHIR


__ADS_3

"Sudah 10 jam berlalu, oprasi pembedahan putri Udin kini telah selesai, Siti dan anaknya Takim terus menunggu dengan harapan kabar yang mengembirakan, Siti menunggu didepan ruang oprasi agar lebih cepat mengetahui hasil dari oprasi itu.


Bu, apa fitri akan baik-baik saja? "ucap Takim dalam pelukan Siti, sambil menatap wajah ibunya, yang sedang cemas memikirkan keluarga tanpa suaminya.


"Tidak berapa lama sesorang dokter keluar dari ruangan oprasi bersama perawat yang mendorong sebuah ranjang yang berisi jenazah Udin, melihat jenazah suaminya, Siti langsung berlari sambil menangis melihat tubuh suaminya terkujur kaku tidak berdaya, tanpa menghiraukan siapapun dia memeluk jenazah Udin, melihat istri Udin menangis histeris, para perawan segera membawa jenazah udin, untuk segera dimandikan dan dikafankan sebelum jasadnya dikubur.


Bu, ibu harus tabah, ini sudah kehendak yang maha kuasa, kita manusia hidup didunia cuma sementara, dan akan kembali kepadanya apabila sudah pada waktunya, jadi ibu yang ikhlas yah. ucap seorang suster sambil mengusap bahu Siti.


"Mendengar ucapan dari suster itu, Siti mulai merasa sedikit tenang berlahan dia menoleh kearah putranya, yang sedari tadi menatap sedih kearah ibunya, yang menagisi kepergian ayahnya tercintanya.


Takim sini peluk ibu. "ucap siti dengan wajah meringis sedih sambil membentangkan kedua tangannya kedepan.


"Takim segera berlari kearah ibunya, dengan suara tangis terisak-isak, Siti mendekap Takim melepaskan kesedihan, yang telah kehilangan sosok suami yang selalu sabar saat dia sedang memarahinya.

__ADS_1


Sekarang bapakmu sudah kembali kepada sang maha kuasa, mungkin setelah ini kehidupan kita akan semakin sulit, ibu harap kamu yang sabar yah! "ucap Siti sambil mengelus- ngelus rambut Takim.


"Di tengah kesedihan mereka, sebuah suara dering handpon memecahkan kesedihan Siti, dengan melihat layar hendpon muncul sebuah nama Rohman, tiba-tiba Rohman menelpon Udin, dengan rasa sedih yang belum hilang, Siti segera menjawab panggilan Rohman.


*Assalamua, alaikum, Hallo bang Udin, nanti jam 7 aye jemput ditempat biasa. Ucap Rohman dalam telpon, yang tidak mengetahui apa-apa.


Wa,alaikum salam. hikz.. hikz.. hikz.. "jawab Siti dalam telpon dengan terisak-isak, sambil mematikan telponya.


"Rohman yang mendengar suara wanita yang menagis dalam telpon menjadi penasaran, dia ingin tahu sedang berbicara dengan siapa didalam telpon itu, namun sayangnya telponnya segera ditutup, Rohman semakin penasaran dengan cepat Rohman berangkat menuju rumah Udin.


"Mereka berangkat membawa jenazah Udin, ketempat peristirahatan terakhirnya dengan ukuran 2x1 meter, setelah beberapa lama mobil ambulanspun tiba, bersama jasad Udin didalamnya, terlihat disebuah pemakaman umum tentangga dan para kerabat Udin berkumpul disebuah lubang pemakaman.


Pak, makamnya sudah siap. ",ucap Tomo kepada seorang petugas yang membawa jenazah Udin.

__ADS_1


"Tomo sudah mengabari para kerabat Udin sebelumnya, karna Udin orang yang selalu menolong sesama, maka banyak orang yang menghadiri acara pemakamannya.


Yudah pak, segera dimakamkan hari sudah mulai gelap nih, kasian sijenazah bila kelamaan. "ucap petugas yang membawa jenazah Udin.


"Jenazah Udinpun diangkat warga desa pangkalan, menuju ketempat peristirahatan terakhirnya, penutup keranda mulai dibuka warga, Tomo dan kedua warga lainnya turun kedalam liang lahat, warga yang berada diatasnya mengangkat jenazah Udin, dan memberikanya kepada Tomo, untuk menaruh jenazah Udin kedalam liang lahat.


"Siti hanya bisa melihat jenazah suaminya dikebumikan dari kejauhan, setelah beberapa lama acara pemakaman Udin selesai dengan lancar tanpa ada hambatan.


Semua para tetangga dan saudara, aye ucapin terimakasih sudah membantu pemakaman suami aye. "ucap Siti sambil menangis sedih.


"Para warga kembali ketempatnya masing-masing, Siti dan anaknya kembali kerumah sakit, untuk menemani putrinya yang masih terbaring dirumah sakit.


"Diperjalanan Siti mendekap Takim, sambil teringat masa-masa bersama suaminya Udin, dengan banyak kesedihan diwajahnya, Siti merasa mengantuk dan tertidur didalam mobil ambulands, Takim yang melihat ibunya tertidur, ikut tertidur pula dipelukan ibunya.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?.


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2