
"semua murid berkumpul dihalaman hotel, pandangan mereka tertujuh pada sebuah kolam besar yang jaraknya tidak jauh dari tempat berkumpulnya mereka, sebagian murid melihat kearah pantai, rasa ingin menceburkan diri kedalam indahnya laut yang berwarna biru. dalam sekejap keinginan mereka menjadi sirna, diakibatkan besarnya terjangan ombak laut selatan, membuat mereka mengurungkan niatnya.
wah, sayang sekali padahal Gua ingin ngeliat para wanita memakai baju renangnya. "ucap Doli, sambil menghayalkan Fitri.
baiklah Murid-murid, sekarang Kalian bebas melakukan apa saja, tapi ingat kalian dilarang mandi dipantai, boleh main dipantai asal jangan mandi. "ucap Pak, kepala sekolah, mewanti-wanti.
"para murid segera berlari menuju kolam renang yang dari setadi, menjadi pusat perhatian mereka, satu-persatu para murid berlompatan menceburkan diri kedalam kolam.
"suara riang gembira mereka memenuhi seisi kolam, Fitri terlihat sedang memikirkan sesuatu, Dia mengingat kondisi Kakaknya yang terpuruk, Dia merasa binggung, disaat bersamaan Maria datang menghampiri Fitri, yang memisahkan diri dari para murid lainnya.
hai Fit, Kamu tidak ikut bersenang-senang? Aku perhatiin Kamu sekarang beda lho, penampilan Kamu berubah dratis, sampai-sampai Takim selalu khawatir dengan keadaanmu. "ucap Maria yang duduk disebelahnya, sambil menatap ombak laut yang besar.
"mendengar ucapan Maria, Fitri sedikit terkejut, dan kembali merenung, dengan membenamkan wajahnya diantara sela-sela kedua kakinya.
asal Kamu tahu setiap hari Dia selalu mengikutimu, ingin tahu keadaan Adik kecilnya, Dia sangat sayang padamu, yang selalu dipikirannya hanya Adik kecilnya saja. ha, bikin Aku cemburu saja. "curhat Maria sambil membayangkan wajah Takim.
Maria Aku minta jaga Abangku dengan baik, Aku ingin Kamu membahagiakan Dia. "ucap Fitri dengan wajah terpundung.
tentu saja Aku akan menjaganya, tapi setelah menjadi istrinya. hahaha, ngomong apa Aku. tapi sebelum itu terjadi, tugas Adiklah yang harus membahagiakan Abangnya.
__ADS_1
"ucapan Maria menyadarkannya lagi, kalau yang Dia lakukan itu salah.
Maria Aku malu bertemu Abang, Aku sadar sudah menyakiti perasaannya. "ucap sedih Fitri, yang kembali membenamkan wajahnya.
"disaat yang bersamaan sebuah batu besar keluar dari dalam laut. terbang kearah mereka berdua, sontak Maria yang melihat sebuah batu besar terbang kearahnya, segera menghindarinya sambil menarik Fitri menjauh dari tempat itu.
...Dwuuuaaarrrgh.......
"sebuah batu mendarat didekat mereka, membuat pohon yang didekatnya tumbang seketika, berlaha pohon yang satunya mulai bergoyang, lama ke lamaan pohon itu. mulai bergerak jatuh kearah Fitri yang terkejut dengan jatuhnya batu besar tadi.
Fitri LARI..."teriak Maria sambil menjulurkan tangannya.
Fitri, maafkan Abang jika Abang punya salah. "dengan nada yang berat sambil menahan rasa sakit.
Abang...
Abang sayang sama Kamu karna Kamu Adik kecil Abang yang manis. "ucap Takim dengan mengeluarkan darah.
"semakin Takim, banyak bicara, semakin banyak pula Takim memuntahkan darah, Fitri melihat telapak tangan Takim, ternyata tidak ada angka ditangannya yang berarti Dia akan selamat.
__ADS_1
Tolong... tolong... selamatkan Abangku. "teriak Fitri sekeras mungkin, sambil membantu Takim menahan pohon besar itu.
Fitri pergi, pergi, PERGI.... "teriak keras Takim, sambil memuntahkan banyak darah.
"kembali melihat telapak tangan Takim, dengan samar-samar angka mulai muncul.
tidaaak... tidaaak.... TIDAAAAKKKK....
"teriakan Fitri memicu kekuatan yang ada pada mata kanannya, sebuah sinar merah terpancar keluar dari mata Fitri, dengan cepat cahaya itu menyebar keseluruh area sekitar.
"disaat bersamaan waktu terhenti, burung yang sedang terbang, ombak dan para guru yang datang menghampiri, semua gerakan terhenti, Fitri terheran melihat semua mematung dihadapannya.
ada apa ini? kenapa semua seperti ini? "ujar Fitri yang terkejut, melihat semua tidak bergerak.
"keadaan Fitri juga sangat mengejutkan, mata kanannya berubah warna, menjadi hitam dengan pupil berwana merah, dari kejauhan Dia melihat sebuah kereta kencana.
"kereta itu berjalan dipermukaan laut, dengan diiringi 2 pelayan laki-laki yang bertubuh besar, dengan tinggi sekitar 6 atau 7 meter, mencoba mendatangi Fitri yang keadaanya sangat kacau.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?....
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!....