MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
PASAR MALAM 02


__ADS_3

Belum sempat memasuki pasar malam, Gita sudah mendapatkan sebuah masalah, pemuda yang mengenakan slayar dikepalanya, pergi menjauh dari area tersebut, dengan mendekap Aldi yang sebagai sandera, tidak berapa jauh Gita mengikuti pemuda yang membawa Adiknya. dari balik pohon muncul sejumblah pemuda lainnya. "hahahaha... Kau memang hebat Ron, telah membawa buruan kita malam ini. "ujar pemuda yang mengenakan sweter biru, dengan sebuah topi dikepalanya.


Melihat Roni, berhasil membawa Gita, para pemuda tersebut, tertawa sambil menghampiri kearah Gita. "akhirnya Kami menangkapmu Gita, perkenalkan Aku Ariel, ketua dari geng Areas. ucap senyum Ariel, yang nampak penuh dendam.


Gita sangat kebinggungan dengan tindakan mereka terhadap Gita dan Adiknya. "mau apa kalian? perasaan Aku tidak mengenal kalian? "tanya binggung Gita, kepada pemimpin Geng tersebut.


Mendengar ucapan Gita, Ariel bersama Gengnya tertawa menyindir. "memang Kau tidak mengenal Kami, tapi Aku tahu siapa yang dekat dengan Pria yang sudah menghajar Anak buahku. "saut sinis Aril, sambil menjambak rambut Gita.


Melihat Kakaknya mendapat gangguan dari para pemuda brandalan, Aldi berusaha menghentikan perbuatan mereka kepada Kakaknya. "HAI... hentikan perbuatan Kalian. "seru teriak Aldi, dalam keadaan didekap Roni.


...Tolong... Tolooonggg......


Suara teriak Aldi membuat mereka kesal, dengan cepat, Roni membukam mulut Aldi. "Hai... jangan coba-coba menyakiti Adikku! "seru marah Gita, dengan tangan kanan menjulur kedepan.


*


*


*


Disisi lain, Takim bersama Fitri berjalan santai menuju pasar malam. "Bang Fitri sudah tidak sabar lagi, ingin segera sampai kepasar malam. "ujar senyum manis Fitri, yang berjalan disamping Takim.


Melihat Adiknya begitu senang, Takim merasa sedikit tenang. "hem... Kamu mau main apa? nanti Abang yang teraktir. "ucap senyumnya, dengan senyum, menatap wajah Adiknya.


...tolong.... tolong... tolooonggg.......


Dengan samar Takim, mendengar suara seseorang meminta tolong, Takim berhenti sejenak, memastikan arah suara tersebut. "Fit, Kamu dengar suara orang meminta tolong tadi? "tanya Takim, kepada Fitri.


"iya Bang, Aku dengar. "saut Fitri. sambil melihat sekelilingnya.


Takim segera bergegas mengikuti arah suara tadi, tanpa rasa takut, Takim dan Fitri, menerobos memasuki ladang ilalang, dalam keadaan gelap, tanpa ada penerangan sedikitpun.


*

__ADS_1


*


*


Disamping itu, Gita bersama Adiknya dibawa kesebuah rumah yang terbuat dari bambu, dengan atap terbuat dari daun kelapa, dengan menyandera Aldi, Gita tidak bisa berbuat apa-apa, demi keselamatan Adiknya, Gita sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan para brandal tersebut.


Ariel menyuruh ketiga Anak buahnya untuk mengikat tangan Gita, ditengah-tengah celah tiang bambu yang jaraknya 2meter, dari tiang 1 ketiang lain, kedua tangan Gita diikat membentang. "lepaskan Adikku! biarkan dia pergi. "ucap tajam Gita kepada ketua branda.


Melihat Gita yang begitu cantik, yang mengenakan kaos putih polos, dengan sebuah celana lejing ketat, membuat Roni memandang dengan penuh bergairah. "ketua boleh Saya cicipi dulu. "tanya Roni, dengan napas memburu.


"hahaha... tentu saja boleh, sesuka Kau Ron. "saut tawa Ariel.


Hai... Aloi, jaga anak ini. "titah Roni, yang ingin mendekati Gita.


Berlahan Roni datang menghampiri Gita, sambil membuka ikat pinggangnya (gesper), senyum jahat Roni, memperlihatkan dia akan melakukan sesuatu pada Gita. "akan Aku kasih kau pelajaran bercinta. "ucap tawa Roni, sambil berjalan kearah Gita.


Wajah Gita menunjukan kecemasan, dengan kedatangan Roni, yang berjalan menghampirinya, dengan membuka sweter hitamnya. "apa yang akan Kau lakukan? berani mendekat, akan tahu akibatnya!... "ancam sinis Gita, dalam keadaan terikat.


Roni berlahan menarik celana lejing Gita kebawah, lalu merobek kaosnya, Aldi yang melihat kakaknya diperlakukan seperti itu, sontak menggigit tangan Aloi, dengan keras Aldi berteriak. "Tolong... tolong.... "teriak Aldi terakhir kali.


"ketua bagaimana kalau kita bunuh saja anak ini? "tanya Aloi kepada Ariel.


"hmmm.... boleh juga ide Kau, Loi. "saut setujuh Ariel.


Aloi mengambil sebuah pisau dari saku celananya, berlahan menghampiri Aldi yang tergeletak tidak berdaya. "Hentikan... kalian boleh melakukan apapun juga, tapi lepaskan Adikku. "teriak histeri Gita, yang meronta-rontak.


Aloi mengayunkan pisaunya kearah Aldi yang tidak dapat bergerak sedikitpun. keadaan menjadi tegang, dengan diiringi suara jerit Gita.


...TIDAAAKKK..........


Diasaat bersamaan Takim datang dengan menerobos lewat dinding pagar rumah yang terbuat dari bambu.


...BRUAAAKKK........

__ADS_1


Dengan cepat Takim menghantam Aloi dengan sebuah pukulan, sehingga membuat tubuh Aloi terhempas keluar ruamah. "Kurang ajar Kalian. "ucap marah Takim yang melihat keadaan Aldi.


"Fit, bantu anak itu, Abang akan mengurus para bajingan ini!. "ucap amarah Takim.


Para pemuda brandalan itu, begitu terkejut dengan kedatangan Takim yang tiba-tiba, Ariel segera menyuruh kedua temannya untuk menghajar Takim, namun mereka bukan tandingannya, dengan mudah Takim mengalahkan kedua pemuda brandalan itu.


"Roni... Roni... cepat hajar orang itu. "titah teriak Ariel, yang sedikit mundur kebelakang.


Roni segera mengahampiri Takim dan melayangkan sebuah tinju kewajah Takim, namun pukulannya tidak berpengaruh sedikitpun, dengan tatapan tajam, masih dalam tinju Roni yang menempel diwajahnya, Takim memegang tangan Roni, dan meremas pergelangannya hingga tulangnya hancur.


"Abang... hentikan. "teriak Fitri, dengan rasa khawatir dengan pemuda brandal itu.


Takim tidak memperdulikan suara Fitri, dari arah belakang Ariel memukul kepala Takim, dengan sebuah alat pemukul bola bisbol, namun, Takim tidak bergeming sedikitpun, dia melempar Roni kearah Ariel, sehingga membuat mereka terhempas jauh.


"siapa pemuda ini? kekuatannya sungguh diluar nalar manusia. "gumam hati Gita, yang melihat Takim menghajar semua brandalan sendirian.


Takim segera menghampiri Gita, dan membebaskannya dari tali yang mengikat kedua tangannya, Takim yang melihat tubuh Gita, yang hanya memakai pakaian dalam saja, segera memberikan kemejanya kepada Gita. "ini pakailah. "ucap Takim dengan memalingkan wajahnya.


Berlahan Takim menghampiri Aldi, yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. " Fit, Kamu bisa sembuhkan dia? "tanya Takim kepada Fitri, yang berada dekat dengan Aldi.


"maaf Bang, Aku tidak bisa, mengunakan kemampauanku, jika dihadapan orang lain, selain Abang. "saut Fitri, dengan wajah menyesal.


"baiklah, Aku mengerti keadaanmu.....


Dalam keadaan tertunduk Takim memegang tubuh Aldi, berusaha menyembuhkan lukanya, tidak beberapa lama Aldi mulai membuka kedua matanya, dan melihat disekelilingnya,


"Kakak... "gumam lemas Aldi yang melihat wajah Gita terlebih dahulu.


Berlahan Aldi menatap kearah Takim. "Haaa, Kakak yang waktu itu. "gumam Aldi yang terkejut melihat wajah Takim.


"Kamu kenal dengan pria yang telah menyelamatkan kita ini Di. "saut Gita, dengan gumaman Aldi.


"iya Kak, karena Kakak ini juga, yang menyelamatkan Aku, saat ditaman kemarin. "jawab senang Aldi, yang melihat wajah Takim kembali.

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Gita, kepada Takim?....


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2