MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
BARU AKU SADAR


__ADS_3

"ditengah sorak teman sekelasnya, Fitri dengan tenang kembali duduk sambil memakai penutup matanya kembali, dia kembali melihat kearah siswa tersebut, yang ternyata siswa itu balik menatapnya, Fitri tidak melihat orang berjubah hitam itu, sekarang dia sedikit mengerti dengan mata kanannya yang bisa melihat mahluk kasat mata.


"para murid kembali memperkenalkan dirinya masing-masing, dari arah bangku belakang Fitri, seorang murid pria selalu memperhatikannya, murid itu bernama Doli, dia masih penasaran dengan ucapannya tadi.


Hai, kau gadis bertutup mata, bisakah setelah ini kita bicara? "ucap Doli, yang berbisik dibelakang Fitri.


"Fitri berlahan menoleh kebelakang, nampak seorang pria, berambut pirang dengan sebuah tahi lalat dibawah bibirnya, tersenyum kepada Fitri yang menoleh kearahnya.


"setelah sesi pengenalan berakhir, Doli mengajak Fifri kesuatu tempat, akhirnya mereka menemukan tempat yang tiada satu orangpun yang akan mendengar pembicaraan mereka.


Hai, apa yang mau kamu bicarakan denganku? "ucap Fitri dengan wajah cemberut, sambil menatapnya.


kalo dilihat-lihat, kamu cantik juga! ha..ha..ha.. tapi bukan itu yang inginku katakan, dalam sebulan ini, ada seorang pegawai polisi yang maninggal secara tiba-tiba, setelah seorang memberitahu waktu kematianya, kakaku bercerita tentang orang yang bisa melihat kematian orang lain, namun yang disebut kakakku itu bukan seorang perempuan melainkan seorang pria paruh baya, dia bernama Udin tinggal dikota tangerang desa pangkalan, kakaku masih mencari orang itu. "ucap Doli yang ternyata adik dari polisi yang mengantarkan Udin pulang kerumahnya.

__ADS_1


"Fitri sangat terkejut dengan ucapan Doli, dalam keadaan tertunduk, Fitri mencoba mengalihkan pembicaraan itu.


Maaf kamu berbicara dengan orang yang salah, aku tidak tahu apa maksud perkataanmu, jadi kita akhiri saja pembicaraan ini. "ucap Fitri dengan senyum terpaksa.


"Fitri segera meninggalkan Doli, dia berjalan tanpa melihat wajahnya, dengan tangan kanan memegang dagu, sambil tersenyum Doli memperhatikan langkah Fitri dari belakang.


Hmmm... kali ini kau bisa lari tapi nanti kau akan selalu bersamaku. "ucap Doli dalam hati, dengan menatap tubuh belakang Fitri.


"Setelah pembicaraan itu selesai, Fitri segera kembali kedalam kelas, baru melangkah masuk kelas, seorang murid mengalami kejang-kejang, ternyata murid itu siswa yang menjahilinya, Fitri penasaran apa yang terjadi, dia mengangkat tangan kanannya, berlahan membuka penutup mata yang selalu dia pakai kemana saja, dia terkejut melihat orang berjubah hitam menarik keluar roh dari tubuh siswa tersebut, dengan angka pada tangannya.


Sekarang aku mengerti angka itu menunjukan sisa hidupnya, dan orang berjubah hitam itu adalah malaikan maut. "ucap Fitri dalam hati dengan tangan masih membuka penutup matanya.


"Keadaan didalam kelas menjadi panik, dengan meninggalnya salah satu murid yang secara mendadak, mereka berhamburan keluar kelas, Fitri segera menemui kakaknya, Takim yang terlihat sedang duduk bengong langsung ditarik Fitri keluar kelas, sampai ditempat yang menjadi pertemuan Fitri dan Doli, merasa sudah aman Fitri mulai bertanya pada Takim.

__ADS_1


Bang, tolong jawab yang jujur!!.. apa mata kanan ini milik bapak? jawab jangan beralasan. "ucap Fitri dengan nada marah, sambil menunjuk kerah matanya sendiri.


Baiklah jika itu membuatmu tenang, kamu dengarkan cerita abang dulu. "ucap Takim menenangkan Fitri, sambil memeluknya.


"Takim menceritakan semua apa yang dia ketahui, saat malam dimana ayahnya meninggal, Takim mencoba menjelaskan apa yang terekam dikepalanya, mendengar ucapan kakaknya, Fitri menangis dia merasa ayahnya meninggal karenanya, dia tidak bisa berhenti menangis.


Fitri adikku, bapak sangat sayang padamu, diakhir hayatnya, yang selalu beliau sebut hanya nama kamu, jangan kamu menambah kesedihannya, bapak pasti sedih melihat kamu seperti ini, dia melakukan itu agar selalu berada didekatmu. "ucap Takim dengan kembali memeluknya, sambil mengusap rambut Fitri.


Tapi bang, kenapa harus bapak? "ucap tangis Fitri, dalam pelukan Takim.


Karna hanya bapak yang bisa melihat sosok tersebut, abang juga ngak tahu sosok macam apa, yang telah membuat perjanjian dengan bapak. "ucap Takim masih dalam keadaan membelai rambut Fitri.


"Fitri segera menceritakan yang terjadi dikelasnya, dia juga cerita tentang penglihatanya, yang dapat melihat waktu kematian orang lain, mendengar ucapan Fitri, Takim mengerti begitu sulit bapaknya menjalani hidup selama ini, yang selalu berdampingan dengan mahluk halus.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?..


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2