
"seminggu telah berlalu, Takim masih saja canggung dengan Adiknya, Dia masih belum menyapa Fitri seperti biasanya.
Ibu... Ibu... kaos kaki Fitri disimpan dimana? " teriak Fitri, terdengar oleh Takim yang duduk, dimeja makan.
"terlihat Fitri berjalan didepan Takim, yang mengenakan tangtop, dengan celana hitam pendek diatas lutut, melintas tanpa menghiraukan keberadaan Takim, yang sedang duduk santai.
apa-apaan sih, dengan pakaian itu, seperti bukan Ade Gua, yang biasanya. "keluh kesal Takim, dalam hati, yang melihat perubahan pada Adiknya.
"Fitri kembali melintas didepan Takim, sambil membawa kaos kaki yang diambil dari, tempat berjemur pakaian.
"hari ini, adalah acara tamasya disekolah, mereka bersiap-siap untuk berangkat, kali ini, tidak memakai baju seragam seperti biasanya, para murid mengenakan baju sehari-hari mereka.
Bu, Fitri berangkat kesekolah dulu yah, "teriak Fitri, sambil berjalan melewati Kakaknya, yang sedang sarapan.
"kedua mata Takim, meralalat terkejut dengan perubahan Adiknya yang begitu dratis, pandangannya tertujuh kepada Fitri, yang berjalan melewati pintu rumah, sehingga Dia tidak sadar, kalau Dia juga harus bergegas pergi.
oh, sial Gua juga harus berangkat nih, bisa-bisa terlambat. "ujar Takim, dengan tergesah-gesah, sambil berlari, dengan roti dimulutnya.
Bu, Takim pamit Bu. *oh iya, hati-hati ya, Nak. "teriak Ibunya, dari arah dapur.
__ADS_1
"disekolah semua murid sudah berkumpul, dimasing-masing Bus yang akan mereka naiki, nampak waktuk berhenti sejenak dengan kedatangan Fitri, yang memakai kemeja panjang kream bermotiv kembang-kembang, dengan celana hitam pendek, mengenakan kaos kaki panjang selutut, dengan lengkuk tubuh yang memukau, para lelaki semua memandang kearah Fitri, yang sedang berjalan santai.
hai, lihat siapa perempuan itu?. *Aku juga tidak tahu, klo Elu, tahu siapa dia?. "ucap murid Pria, yang melihat Fitri.
"dengan santai Fitri terus bejalan menuju Bus, yang akan Dia naiki, berlahan Fitri melewati pintu Bus, murid yang berada didalam Bus bertanya-tanya, siapa perempuan cantik itu? begitulah yang ada dipikiran mereka.
hai, siapa kamu? perasaan dikelas ini tidak ada gadis seksi seperti Kamu. "ucap Doli yang menghadang Fitri, ditengah jalan.
"memang perubahan Fitri sangat dratis, biasanya disekolah Fitri tidak pernah berdandan, pakaiannya, pun, selalu tertutup, dengan penutup di mata kanannya.
hai Doli, bisa minggir dari jalanku tidak. "ucap Fitri, dengan tatapan mengoda, membuat Doli tercengang sejenak.
Haaa... Fitri? " seruan teman sekelas Fitri.
Elu, Fitri si Gadis aneh itu? Gua gak percaya."ucap teman-teman yang masih belum terima.
Hei, hei... Anak-anak ayo duduk ditempat masing-masing, Bus akan segera berangkat. "ucap Bu Rita, sambil menepuk tangan.
"semua murid kembali, ketempat duduk masing-masing, terlihat Fitri yang duduk di bangku no5, disebelah bangku Doli yang selalu menatap tajam kearah Fitri.
__ADS_1
hai Fit, hari ini, Elu the best. cantik sekali. "ucap Doli merayu, dengan ribuan trik-trik ala play boy.
ah, Elu, bisa aja Dol, tapi terimakasih atas pujiannya. "ucap Fitri, sambil sedikit berpose.
"Bus mulai bergerak, semua murid memanjatkan do,a bersama-sama, setelah itu, mereka berteriak riang, sambil bernyanyi-nyanyi, dengan diiring suara gitar, yang dimainkan oleh Doli, semua murid bernyanyi sesuai dengan nada gitar Doli.
Kau membuat aku berantakan... kau membuat aku tak karuan, bagaimana kutak berdaya, kau menolakku acuhkan diriku....
"mendengar lagu yang dinyanyikan teman-temannya, membuat Fitri mengerti dengan keadaanya saat ini. Dia berpikir memang harus membuang perasaan terhadap Kakaknya, dan harus segera berbaikan kembali dengannya.
"tamasya yang seharusnya sudah ditetepkan ditaman raya bogor, sekarang berubah tujuan kepelabuan Ratu, karna pada hari ini Taman Raya Bogor, sedang ditutup maka mereka merubah rencana awalnya.
"kini, Bus sudah melewati kota Bogor, terlihat pemandangan indah disekitar jalan yang memperlihatkan sebuah ladang teh, dipuncak gunung. sempat dipikiran Fitri begitu tenangnya tempat itu, sampai Dia terhanyut oleh khayala tingkat tingginya.
wah, indah sekali pemandangan dari sini, andai Abang mengajakku ketempat itu. ah mikir apa sih Aku ini? "seruan hati Fitri yang masih berharap bisa bersama Kakaknya, bukan sebagai saudara.
Apa yang akan terjadi selanjutnya, dan bahaya apa yang ada dihadapannya?...
"BERSAMBUNG!!!....
__ADS_1