MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
DATANGNYA UTUSAN 2


__ADS_3

pukul 08: 30 wib


Para murid sekolah SMA Harapan, mulai serius mengikuti mata pelajaran yang diberikan para guru, terkecuali Takim yang tertidur pulas dengan kedua tangan di atas meja.


"hrrrll... "bunyi suara dengkur Takim yang membuat guru semakin kesal.


"Taaakkiiimmm... "teriak keras guru, dengan tangan melempar sebuah buku pelajaran, kearah Takim yang asik tertidur.


Takim tersentak kaget dengan sedikit rasa sakit di bagian kepalanya. "aduh sakit "ujar Takim, yang sambil mengelus_elus kepalanya.


Bu guru, semakin marah melihat wajah Takim, dengan air yang menetes keluar dari mulutnya. "Takim, cepat kamu berdiri dilorong kelas, Cepat! "titah Bu guru, dengan kesal sambil mengarahkan tangannya keluar kelas.


Dengan rasa masih mengantuk, Takim segera beranjak keluar kelas, dengan tenang dia menyandarkan tubuhnya Kedinding kelas "hrrrlll... "suara dengkur Takim yang kembali tertidur, dalam keadaan tubuh bersandar dinding.


Disisi lain para murid SMA Pelita semakin dekat, dengan jumlah yang begitu banyak, membuat semua orang menghindar jauh.


"Hai Michel, musuh kita cuma satu, kenapa harus membawa seluruh sekolah? "ucap Gita kepada Michel, sambil berjalan santai.


"ini antispasi saja Gita, takutnya mereka ikut membantu semua "saut Michel, dengan kedua tangan didalam saku.


Tidak lama kemudian satu persatu, murid SMA Pelita terlihat oleh penjaga gerbang, dalam keadaan panik, penjaga segera mengunci dan berlari keruangan kepala sekolah.


"Pak... Pak... " teriak lari penjaga gerbang dengan tersengah_sengah.


Pak kepala sekolah yang mendengar suara penjaga gerbang, segera beranjak keluar ruangan, ingin memastikan apa yang sedang terjadi.


"ha... kenapa pak Amin? ada apa yah? "gumam pak kepala sekolah, yang melihat penjaga berlari tersengah_sengah.

__ADS_1


Penjaga yang melihat pak kepala sekolah, segera menghampirinya, dengan napas yang tersengah_sengah, penjaga menceritakan apa yang dia lihat, mendengar cerita penjaga, pak kepala sekolah menuju ke gerbang depan.


"woy buka, Buka! "teriak para murid SMA Pelita, sambil mengedor_gedor gerbang sekolah.


Dari kejauhan, para guru segera menghampiri gerbang depan sekolah, dan mencoba meredam amarah mereka.


"Udah... gak usah banyak basa basi, panggil si Takim kemari. "ucap teriak Rio yang penuh dengan amarah.


Beberapa murid SMA Harapan melihat kejadian diluar sekolah, dengan cepat membuat seisi sekolah menjadi ricuh.


"lihat_lihat, anak-anak brandal itu, menyerang sekolah kita. "ucap beberapa murid, dalam keadaan tidak terkendali.


Mendengar kebisingan satu sekolah, Takim segera beranjak pergi menuju ke depan gerbang.


"sudahlah murid-murid, kita bisa bicarakan dengan baik-baik "ucap kepala sekolah, yang berusaha menenangkan mereka.


Kedua bola mata Gita terlihat sangat terkejut, yang ternyata musuhnya adalah Takim, orang yang sudah menyelamatkan dia dan adiknya. "astaga, bukanya dia yang semalam menyelamatkan aku dan adikku. "gumam hati Gita, yang merasa ke binggungan.


"hai, kalian hanya berurusan denganku dan tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah ini "ujar Takim dengan, berdiri dihadapan para murid SMA Pelita.


Takim memandangi mereka satu persatu, dengan pandangan sedikit terkejut, dia melihat wajah Gita, mereka saling menatap satu sama lain.


"Abang... Abang... " terdengar samar-samar suara Fitri, yang memangil namanya.


"Abang, sudah bang, jangan kamu ladenin mereka "ucap Fitri yang menarik tangan Takim.


"Tapi Fit. "saut Takim sambil menatap wajah adiknya.

__ADS_1


melihat wajah adiknya yang penuh kekhawatiran, Takim mengurungkan niatnya.


"woy... kenapa elu takut yah "ucap Riki yang mulai memprovokasi.


"iya...dasar keluarga pecundang "saut Rio yang semakin memprovokasi.


"pecundang...


"hahaha.... hahaha...


"hahaha...


mendengar ejekan mereka membuat Takim sangat marah, wajahnya sangat menakutkan, Fitri yang khawatir segera memeluk Takim.


"Diam! "Gita yang mendengar ucapan Rio, segera menghentikannya, dengan sebuah tamparan diwajahnya.


Namun amarah Takim tidak bisa di redahkan, bahkan Fitri tidak bisa menghentikan amarah kakaknya, dalam sekejap Takim melepas perlukan adiknya, dengan cepat menendang pintu gerbang sekolah.


"Abang.... "teriak Fitri yang mencoba menghentikan tindakan kakaknya.


dengan satu tendangan merobohkan pintu gerbang sekolah, para murid SMA Pelita yang dekat, ikut terpental bersama pintu gerbang sekolah.


"Aaa... "teriak para murid SMA Pelita.


Semua yang menyaksikan, tercengang dengan apa yang mereka lihat, apakah ini kekuatan manusia? itulah yang ada dibenak mereka.


apakah rahasia Takim akan terungkap? ikuti terus jalan cerita ini...

__ADS_1


BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2