MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
PERUBAHAN


__ADS_3

"kekuatan Fitri meningkat pesat, dalam wujud yang mengerikan, dia menghampiri Takim yang tergelatak tidak berdaya, dalam keadaan tidak terkendali Fitri mengangkat tinggi tubuh Takim, Tari dan Sintia yang melihat kearah mereka, mencoba menghentikan tindakan Fitri, Mereka berlari sambil menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya, namun sebelum mereka dapat menyentuh Fitri, tiba-tiba tubuh mereka dihempaskan sejauh mungkin.


Fitri, Adik Abang yang manis, lepaskan mereka, Bunuh saja Abang sebagai ganti dari mereka, Abang sudah siap, Bapak Takim akan pergi ketempat Bapak, Maafkan Takim yang tidak bisa menjaga amanah Bapak. "gumam sedih Takim dengan air mata yang mengalir tiada henti-hentinya.


"Takim terlihat sangat menyedihkan, dalam keadaan tidak bisa mengerakan tubuhnya, dengan pandangan menatap keatas langit, Takim tersenyum sambil menitiskan air mata, yang jatuh mengenai wajah Fitri, dalam keadaam masih mengangkat tubuh Takim, sejenak Fitri mengingat sedikit kenangan saat bersama-sama Takim. tiba-tiba Fitri merasakan sakit dikepala yang amat sangat, dengan menahan rasa sakit, Fitri melepaskan gengamannya terhadap Takim, Fitri sepertinya sangat kesakitan dengan kedua tangan memegang kepalanya sendiri. Takim hanya bisa melirik kearah Adiknya yang merasa kesakitan.


apa yang terjadi denganmu Fit, "gumam Takim, dalam keadaan terbaring tidak bergerak, yang terus menerus menyerukan kata-kata kepada Fitri.


Fitri sadarlah! ingatlah Ibu, ingat Bapak, dan ingatlah Abangmu ini! Abang yakin Kau itu sangat kuat, lawanlah Iblis yang ada didalam dirimu!. "ujar teriak Takim, yang hanya mampu mengeluarkan kata-kata, dengan berusaha mengerakan angota tubuhnya, yang lemah tidak berdaya.


"dengan menahan rasa sakit dikepalanya, Fitri menatap kearah Kakaknya, yang terus menerus mengeluarkan kata-kata. dikit demi sedikit Fitri mulai mengingat siapa dirinya.


Abang... "gumam Fitri, dengan menatap kearah Takim, yang terbaring tidak berdaya, disertai cucuran air mata yang keluar begitu saja.


"berkat kata-kata Takim, sepertinya Fitri telah sepenuhnya mengendalikan kekuatan Mata Angel, berlahan dia mendekati Takim yang terkena Ajian Pelumpuh Raga milik Alpret, Fitri dalam wujud Iblis menjulurkan tangan kearah Takim, sebuah cahaya hijau keluar dari tangannya, sepertinya Fitri ingin menyembuhkan Kakaknya.


Abang maafkan Aku yang selalu menyusahkanmu. Hik... hik... hik... "ucap Fitri, dengan terseduh-seduh, yang melihat Takim dalam keadaan tidak berdaya.


Kau jangan menangis Fit, Abang tidak apa-apa, jusru Abang mengkhawatirkan Kamu Adikku. "Saut Takim, dengan berusaha tersenyum dihadapan Fitri, yang menyalahkan dirinya, atas ketidak berdayaan Takim.


"urat sarap Takim yang telah terputus, berlahan kembali tersambung, berkat kekuatan yang dimiliki Fitri, sedikit demi sedikit Takim mulai bisa mengerakan anggota tubuhnya.

__ADS_1


Akhiranya Aku bisa mengerakan tubuhku, terimakasih Fit. "ucap Takim, dengan senyuman, sambil memeluk tubuh Adiknya yang berwujud Iblis, Takim tidak memperdulikan tentang wujud Fitri yang berubah menjadi Iblis.


"namun, muncul rasa risih dengan wujud Iblisnya, Fitri merasa sudah bukan manusia lagi, dengan rasa kecewa pada dirinya, Fitri segera pergi meninggalkan mereka dibukit Alias, tanpa menoleh kearah Takim, dan teman-temannya, Fitri terbang melesat tinggi.


Fitri... "teriak Takim, memanggil Adiknya, dengan tangan menjulur tinggi keatas, mencoba meraih Fitri, yang berlalu pergi meninggalkannya.


"tubuh Takim masih agak lemas, agar bisa pulih sepenuhnya, Takim harus sedikit beristirahat sebentar, namun rasa khawatir kepada Adiknya, membuat dia memaksakan diri, berlahan Ratri datang menghampiri Takim, dan menyalurkan tenaga dalamnya.


Tunggu sebentar Takim, Aku akan mempercepat kesembuhanmu, jadi bertahanlah sedikit lagi. "ucap Ratri, yang menyalurkan tenaga dalamnya.


...Kerajaan Siluman...


Sial Kau Ifrit, tenyata Kau sudah membodohiku, rupanya ini rencanamu. "gumam Baron, dalam hati, dengan kebencian yang amat besar kepada Ifrit.


"Jendral Ifrit, beserta para raksasa yang diikuti 9000 pasukan Iblis, menyerbu kesegala arah, 1000 pasukan Iblis, mengekuarkan Ajian pemanggil, dalam sekejap sebuah batu meteor berlahan muncul dari balik awan hitam, bukan hanya itu saja, seekor naga berukuran besar terbang, dengan membawa 2000 pasukan pemanah, yang bersiap melepaskan anapanahnya.


Sial, diatas ada Naga beserta 2000 pemanah, dibawah ada 1000 alih sihir, dan 6000 pasukan penyerang, yang mengikuti dibalik para raksasa. Sungguh gawat sekali. "gumam gelisah Baron, dalam keadaan diserang dari segala arah, rasa gelisahnya membuat dia ingin melarikan diri dari medan pertempuran. Tiba-tiba.....


...Dwuaaarrrggg........


"Fitri menghantam meteor dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap meteor tersebut hancur berkeping-keping, nampak dari kedua belah pihak terkejut melihat wujud Iblis, yang datang secara tiba-tiba, dengan ketinggian Fitri menatap kesekelilingnya, pandangannya terhenti, tepat diseekor Naga berukuran besar dengan membawa 2000 pemanah, dalam sekejap Fitri berada dihadapan sang Naga, sebuah pukulan menghantam kepala sang Naga, membuat tubuh besarnya terhempas sejauh mungkin disusul dengan sebuah cahaya yang keluar dari telapak tangan Fitri, yang mengarah ketubuh sang Naga, hal hasil tubuh sang Naga hancur berkeping-keping bersama 2000 pemanah.

__ADS_1


Sial.... "gumam kesal Jendral Ifrit. yang berlahan terbang kearah Fitri.


"Jendral Ifrit yang merasa marah dengan perbuatan Fitri, muncul dihadapannya, terlihat amarah yang meluap-luap dari tubuhnya, Aura Jendral Ifrit membuat keadaan semakin berbahaya.


Apa-apaan Kau Angel! kenapa Kau membunuh pasukanmu sendiri? "ujar Jendral Ifrit, dalam kebencian yang amat besar, dengan tatapan ingin membunuhnya.


"sejenak Jendral Ifrit, memperhatikan wujud Fitri, dia melihat mata kirinya berbentuk seperti mata manusia, dan bentuk Iblisnya sedikit berbeda, terlihat ada sedikit celah, Fitri dengan cepat melesat kearah Jendral Ifrit, sebuah pukulan menghantam wajah Ifrit, dan membuatnya terhempas kepermukaan tanah.


...Bruaaakkkk.......


"tubuh Jendral Ifrit terplanting bergulir dipermukaan tanah, sehingga membuat kerusakan pada hutan terlarang, Fitri melanjutkan kembali serangannya, kali ini, dia mengincar 2 raksasa yang sebesar Bukit Alias, Fitri menjulurkan tangannya kedepan, membuat sebuah bola cahaya yang siap dilontarkan kearah raksasa itu.


...Dwuaaarrrr.......


"sebuah ledakan besar menghancurkan 2 raksasa yang sebesar Bukit Alias, beserta para pasukan yang berada didekatnya, melihat perbuatan Fitri, Jendral Ifrit menjadi sangat murka, Amarahnya menciptakan Aura yang sangat kuat, berlahan sebuah uap merah keluar dari tubuh Ifrit, pupil merahnya menyebar sangat cepat, akhirnya wujud Iblis Ifrit telah terbentuk, sejenak dia menatap kearah Tamus, dengan cepat Ifrit menghisab tubuh Tamus masuk kedalam mulutnya, berkat itu, kekuatan Ifrit semakin mertambah, sebuah kilatan mengelilingi sekitar tubunya.


Aku pastikan Kau akan mati disini, dengan wujudku sekarang ini, tidak ada yang mampu mengalahkanku. "ujar Jendral Ifrit, dengan tawa jahat, yang sepertinya sangat membenci Fitri.


"mampukah Fitri menghadapinya, atau sebaliknya?...


"BERSAMBUNG!!!....

__ADS_1


__ADS_2