MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
PELABUHAN RATU


__ADS_3

...5 jam kemudian didalam Bus...


baik Anak-Anak sekarang kita telah tiba dipelabuhan ratu, bawa semua berang yang Kalian sudah persiapkan. " ucap Bu Rita, sambil menepuk tangan sekali.


"semua murid mulai beranjak dari Bus, terlihat Fitri sedang membawa sebuah tas berukuran besar, yang didalamnya terdapat barang-barang berharganya.


duh, berat sekali, mungkin Gua membawa barang terlalu banyak, jadi repot sendiri nih. "ujar Fitri dalam hati, yang nampak kesulitan membawa tas besarnya.


"Takim yang melihat Fitri keluar dari Bus, dalam keadaan kesulitan membawa tas besarnya, mencoba menghampiri untuk membantunya, namun disaat bersamaan, Doli terlebih dahulu mendekati Fitri.


hai Fit, Gua perhatiin Elu, kesulitan dengan barang bawaan Elu. mau Gua bantu? "ucap Doli menawarkan bantuan, sambil meraih tas besar yang dibawa Fitri.


sungguh, Elu mau bantu Gua, makasih banget klo gitu, memang Elu, teman yang pengertian. " ucap rayu Fitri, atas bantuan Doli.


"melihat Doli sudah terlebih dahulu membantu Adiknya, Takim kembali kekelompoknya, rasa kecewa yang ditunjukan Takim, membuat Maria merasa ikut perihatin melihatnya.


"mereka memasuki sebuah hotel yang sudah dipesan oleh kepala sekolah, setiap kamar akan dihuni oleh 3 orang, khusus untuk perempuan, dan khusus untuk laki-laki, setiap kamar akan dipasangkan dengan kelas yang berbeda-beda, seperti, kelas 1A, 1B, dan 1C, rencana para guru agar mereka bisa mengenal satu sama lain selain dikelas mereka masing-masing.

__ADS_1


Dol, sampai sini saja, kamar Gua sudah dekat, Gua dapet kamar no6, sekali lagi Gua ucapin terimakasih atas pertolongan Elu. "ucap Fitri, tersenyum, sambil mengambil kembali tasnya.


ngak usah sungakan Fit, Gua senang kok, ngebantu Elu. "tertawa malu, sambil mengaruk kepala belangnya.


"masing-masing dari mereka beranjak, pergi meninggalkan tempat itu, Fitri telah tiba didepan kamar benomor 6, sambil mencocokan nomor kunci, dengan nomor yang berada dipintu kamar. merasa sudah yakin Fitri segera membuka pintu, Dia menjadi penghuni pertama yang masuk kedalam kamar no6.


wah, indahnya. "ujar Fitri, dengan takjub melihat pemandangan laut, dari kamarnya dengan ketinggian 10 meter dari permukaan tanah.


"terdengar suara dari arah depan pintu, yang nampak akan menjadi penghuni selanjutnya. ketika pintu terbuka terlihat Maria yang menjadi teman sekamarnya.


eh Fitri, ternyata kita sekamar yah, kebetulan sekali. "ucap Maria, sambil menarik tas bawaannya.


"disaat bersamaan muncul seorang wanita, dengan tubuh tegap berdiri didepan pintu, sambil memegang tas dengan ukuran yang tidak begitu besar, wanita berambut pendek, yang mengenakan pakaian seperti laki-laki, berlahan masuk kedalam kamar, yang berarti Dia adalah salah satu penghuni kamar no6.


hai, perkenalkan nama Gua, Alexa, Gua kelas 1C, hobi main sepak bola. "dengan senyum lebar, sampai terlihat bekas cabai disela-sela giginya.


Aku Maria....

__ADS_1


dan Gua Fitri, salam kenal...


wah Elu, cewe yang tadi bikin heboh para lelaki yah? hem, klo gitu mau gak, Elu jadi pacar Gua?. " ucap Alexa, dengan candaan sambil menaikan alisnya.


heee, " Fitri hanya tertawa risih.


benar juga Fitri sudah banyak berubah dengan penampilan seperti ini, cowo mana yang tidak akan tergila-gila dengannya, tapi apa yang membuat Dia seperti ini?. "Pikiran Maria mulai, mendeksi, bau-bau masa remaja.


Para murid-murid semuanya, cepat bergegas turun kebawah, karena kita akan melakukan kegiatan Tamasya kita, dalam waktu 15menit, Bapak minta Kalian sudah harus berkumpul dihalaman. "ucap Kepala sekolah dengan pengeras suara.


"semua para murid segera bergegas keluar kamar, mereka menunggu giliran untuk mengunakan lif, nampak Takim yang memandang Adiknya, merasa hatinya hancur dengan berdiri lemas sambil berbaris, Takim mengalihkan pandangannya kearah bawah, dalam keadaan tertunduk, Takim sedikit menitiskan air mata, Dia merasa gagal menjadi Kakak yang baik buat Adiknya, terlintas Fitri menoleh kearah Kakaknya yang sedang ikut mengantri juga, terlihat wajah Fitri yang terkejut melihat Kakaknya murung sambil menitiskan air mata.


kenapa-kenapa Abang seperti itu? kenapa, apa yang membuat Abang begitu menderita? "rasa khawatir Fitri, membuat Dia ingin menghampirinya.


"disaat bersamaan pintu lif telah terbuka, semua murid mulai bergerak merangsak maju, kedalam lif, Fitri tidak sempat menghampiri Kakaknya.


mampukah mereka berbaikan kembali?....

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2