
Nampak Siti yang sedang memegang poto suaminya udin. "Pak, apa yang harus Aku lakukan tanpamu. Ayah sudah menemukan anak kita, tidak lama lagi dia pasti menemukan tempat ini, Pak... "gumam Siti, yang meraba-raba wajah dalam poto, diiringin jatuhnya tetesan air mata yang keluar dari kedua matanya.
disaat suasana hati Siti yang terpuruk, memikirkan nasib Anaknya, terdengar olehnya suara dari balik pintu rumah.
..."Assalamu'alaikum"...
Ternyata suara Fitri dan Takim yang sudah pulang dari sekolah. "Bang hari ini Aku mau ijin ketempat kerjaku yah. "ucap Fitri, yang berdiri didepan pintu, sambil menatap wajah Kakaknya.
"oh, silakan saja, tapi ingat Kamu harus hati-hati dengan kekuatanmu sekarang. "saut Takim, dengan memperingatkan Adiknya.
..."Wa'alaikum Salam"...
Terlihat wajah Siti yang membuka pintu, segera dia menyuruh anak-anaknya masuk kedalam rumah. "eh, Kalian sudah pulang. cepat masuk terus mandi sana, Ibu sudah nyiapin makanan kesukaan Kalian, Semur Jengkol. "ucap Siti, yang menyembunyikan kegelisahannya.
Sesuai yang diucapkan Ibunya, Fitri segera beranjak pergi kekamar mandi, berlahan dia menanggalkan pakaiannya disisi dinding pintu. "sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Ibu, tapi apa yah. "gumam Fitri, sambil menyiram tubuhnya, dengan segayung air.
Suara siraman air terdengar sampai keluar kamar mandi, Takim yang melintas mulai berhayal tentang Adiknya. "whuaaa, he,he,he" pikiran tingkat tinggi mulai menjalar keatas kepala Takim.
Takim... Bantu Ibu sebentar Nak. "teriak Siti, dari arah dapur.
Dengan perasaan kaget, dan hayalan yang berhamburan, Takim segera mendatangi tempat Ibunya berada. "iya, Bu, tunggu sebentar. "teriak Takim, sambil berjalan, dengan tatapan masih mengarah kepintu kamar mandi.
"ada apa Bu?. "ucap Takim, yang belahan menghampiri Ibunya.
"bantu Ibu memindahkan lemari ini, Ibu tidak kuat jika harus memindahkannya sendiri. "ujar Siti, sambil memegang pinggangnya.
Melihat Ibunya seperti itu. Takim menyuruh Ibunya untuk beristirahat. "Ibu mendingan beristirahat saja, biar Takim sendiri yang memindahkannya. "ucapnya sambil memperlihatkan otot-otot tangannya yang cungkring.
__ADS_1
Biarpun tubuhnya kurus tanpa daging yang menonjol, namun Takim mampu mengangkat pesawat terbang. "lihatkan Bu, Takim kuatkan, hahaha. "ucap gurau Takim, yang mengangkat lemari tersebut.
..."Bu... Ibu"...
Disaat bersamaan, suara Fitri yang memanggil-manggil Ibunya, berlahan semakin mendekat. "Bu, bedak Fitri kok sudah habis!... padahal selama ini, gak Fitri pakai. "ucap kesal Fitri, mengetahui alat kecantikannya telah habis, dengan hanya memakai handuk sebagai penutup badannya.
Dalam keadaan mengangkat sebuah lemari, hidung Takim tidak berhenti mengeluarkan darah. "Ajip... kulit Adek Gua mulus bwuanget. "gumam hati Takim, dengan menatap tajam kearah Fitri.
"maafkan Ibu Fit, Ibu yang pakai bedakmu. "ucap Siti, dengan rasa bersalah.
"oh, yudah gak apa-apa Bu, Fitri cuma nanyak doang, takut dibawa tikus idung merah. "saut Fitri, sambil melirik kearah Takim, dengan darah dihidungnya.
Fitri berlalu pergi dari tempat mereka, dia tidak sadar sebuah pasang mata memperhatikan gerak jalannya. "gila Adek Gua, emang paling yahut, Gua harus lindungi kesuciannya dari tangan-tangan kotor, pria yang mendekatinya. "gumam hati Takim, yang tidak sadar darahnya mengucur semakin banyak.
Semua pekerjaan rumah sudah diselesaikan Takim, nampak Fitri keluar dari
Dengan senang Fitri pergi meninggalkan rumah, dia sudah tidak sabar untuk kembali bekerja. "kira-kira Aku masih bisa diterima tidak yah? ah, dicoba aja dulu. "gumam Fitri, sambil berjalan.
Tanpa disadari semua mata tertujuh kearah Fitri yang berjalan santai sendirian, tidak lama kemudia dia sampai didepan sebuah toko Serda, dalam keadaan binggung dia hanya berdiri didepan pintu, sehingga pemilik toko menyapanya. "silakan masuk neng, dilihat-lihat saja dulu. "bujuk pemilik toko yang masih belum sadar, siapa gadis yang berdiri didepan tokonya.
"Bu, ini Saya Fitri. "ujar Fitri, sambil melepas topi tudungnya.
"Haaa... Fitri. ya, ampun kemana saja kamu Fit, mendengar Kamu hilang Aku jadi cemas, bagaimana kabarmu Fit?. "ucap kaget pemilik toko, yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Saya baik-baik saja Bu, niat Saya datang kesini mau bekerja kembali dengan Ibu, apa masih bisa say________
"Buat Kamu mah, apa yang enggak Fit, kalau gitu besok datang aja seperti biasa. " saut pemilik toko, yang menyambut hangat kedatangan Fitri.
__ADS_1
"kalau boleh, Saya ingin bekerja sekarang saja Bu. "pinta Fitri, yang ingin segera bekerja.
Mendengar permintaan Fitri, dengan senang hati Ibu pemilik toko mengijinkannya, mulai hari ini Fitri menjalankan kehidupannya seperti biasa, bersih-bersih, melayani pembeli, menjaga kasir, dan sbb. belum lama dia bekerja kembali, toko Serda itu, mulai ramai pengunjung.
"Selamat datang, silahkan dilihat-lihat dulu Pak, Bu, Mas, Mbak. "tutur kata yang lemah lembut, dengan senyum manis. banyak orang yang tertarik masuk kedalam toko tersebut.
Wajah Fitri menarik banyak pelangan pria yang penasaran dengan kecantikannya, banyak mata yang memandang kearahnya, dari yang perjaka, sampai yang sudah bercucu. "hai Gadis cantik boleh kenal dong. "ucap pria berumur 70tahun, dengan senyum tanpa gigi.
Fitri hanya tersenyum dihadapan orang tua itu, tidak berapa lama kemudian, terdengar keramaian dari luar toko, yang melibatkan 10 pria, dengan 1 orang pemuda. sudah jelas itu adalah Rio, yang mencari-cari orang yang kuat untuk dia lawan. "hai, Elu mau bikin onar dikawasan Gua. "ucap pria yang memakai slayer merah dikepalanya.
"Kalau iya, Kalian mau apa? "ucap sulut Rio, yang membangkitkan amarah mereka.
Mendengar ucapan Rio, 10 pria itu menyerang secara bersamaan, namun seperti rumor yang beredar, Rio adalah Rank peringkat 4. yang kehebatannya melebihi manusia biasa. dalam sekejap Pria-pria tersebut terkapar tidak bergerak lagi. "cuma segini! lemah... "gumam Rio, yang berlalu pergi kearah toko serda.
Rio masuk kedalam toko Serda, dia masuk bukan untuk membeli barang disana, namu dia mencari laki-laki kuat. "siapa yang merasa kuat. ayo hadapi Aku. "teriak Rio, didalam toko, tempat Fitri berada.
Disaat semua orang ketakutan, Fitri maju menghampiri Rio, yang berteriak-teriak didalam toko. "maaf Mas, dilihat-lihat dulu, kami banyak menyediakan bermacam alat keperluan. "ucap Fitri, dengan seperti biasa.
Melihat kecantikan Fitri dengan senyum manisnya, teriakan Rio mulai menghilang, kini dia hanya memandang wajah cantik Fitri, yang berada dihadapannya. "kalau gitu Aku beli 1 sesuai dengan rekomendasi dari kamu. "ucap luluh Rio, yang tanpa sadar memesan barang.
"Baiklah. "senyum Fitri, dengan wajah sedikit merona.
Rio hanya terdiam terpana, dengan pesona yang dipancarkan dari wajah Fitri, nampak wajah Rio yang memerah, dengan dikelilingi gelembung-gelembung cinta, yang berhamburan mengitari wajah cantik, wanita dihadapannya.
tunggu diepisode selangutnya....
"BERSAMBUNG!!!.....
__ADS_1