
"Maria yang melihat Fitri, terdiam mematung segera membaca surat AL. IKHLAS, sambil memegang bahunya, terlihat tangan Maria basa yang diakibatkan keringat dari Fitri, kepala Maria menjadi begitu berat, rasa merinding menjalar keseluruh tubuhnya, dengan menahan sebuah tekanan yang amat besar, Maria terus menerus membaca surat AL.IKHLAS.
"mengetahui Maria sedang berjuang membantunya, Fitri berusaha mengucapkan basmallah, namun mulutnya, masih saja tidak bisa mengucapkannya.
...Bissmillahirrohmanirrohim....
...ALLAHU AKBAR...
"dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
...ALLAH MAHA BESAR...
"dengan sekuat hati Fitri, melantunkan bacaan
Ayat. Kursi. didalam hatinya, sehingga Dia bisa mengerakan tubuhnya kembali.
...ALHAMDULILLAH...
"Fitri yang melihat keadaan Maria, yang melemah segera membawanya kembali pulang kerumah, dengan menopang tubuh Maria yang tidak berdaya, Fitri mencoba untuk mengendong tubuhnya, yang terlihat sangat berat.
maafkan Aku Maria, gara-gara Aku, Kamu terkena imbasnya, Aku harus segera menjauh dari mahluk itu. "ucap dalam hati, sambil berlari mengendong Maria.
"terdengar suara napas Fitri yang tersengah-sengah, dengan keringat yang mercucuran, pandangan mulai memudar, Dia terus mencoba dengan sekuat tenaga, menahan beban dari tubuh Maria.
__ADS_1
Siapa saja tolong Kami. tolong... "teriak Fitri, dengan tenaga yang tersisa, sebelum Dia jatuh terkapar.
"dalam keadaan terbaring lemas, dengan suara napas yang begitu cepat, penglihatannya mulai memudar, disaat bersamaan Fitri mendengar suara Takim, yang memanggil-mangil namanya.
Fitri bertahan, Maria bangun, kalian kenapa?... "ucap Takim, yang panik sampai tubuhnya gemetar.
"dalam keadaan panik, Takim milihat Fitri berhenti mernapas, kepanikannya mulai menjadi-jadi, yang dipikirannya saat itu, hanya memberi napas buatan, berlahan Takim mendekatkan dirinya, Dia melihat kedua bibir Adiknya yang merah mereka, demi keselamatan Adiknya, Takim terpaksa melakukan pertolongan pertama.
bangun Fit, ayo BANGUN. "teriak Takim sambil menekan pernapasannya.
"sekali lagi Takim memberi pertolongan pertama, saat Takim menyentuh bibir Adiknya, Fitri sempat sedikit membuka matanya, namun Dia membiarkan Takim melakukan pertolongan pertamanya, sepertinya Fitri juga menikmati sentuhan dari Kakaknya.
Ayo bangun Fit. "ucap Takim sambil menekan paru-paru Adiknya.
...ukhuk... ukhuk......
"Fitri langsung memeluk erat Takim, sambil menangis ketakutan, Takim yang khawatir segera membalas pelukan Adiknya, didalam pelukan Takim mengingat bibir Adiknya.
Maria?... Maria bangun. "seruan Takim, sambil menepuk-nepuk kedua pipi Maria.
"berlahan Maria membuka kedua matanya, orang yang pertama Dia lihat adalah Takim, tangan kanan Maria menjulur keatas kepala Takim, dengan cepat Maria menariknya, membuat Takim merasakan ciuman Maria kembali.
Ah... sukurlah Kamu tidak apa-apa, lebih baik kita pulang saja. "ucap Takim, dalam keadaan tubuh bergetar, merasakan aura yang begitu besar.
__ADS_1
"Aura panas tepancar dari tubuh Fitri, yang diakibatkan melihat Takim mencium Maria, dalam situasi seperti ini, Maria menggandeng tangan Takim.
kenapa Aku jadi seperti ini?. jangan-jangan Aku jatuh cinta dengan Abangku sendiri. " ucap Fitri dalam hati.
" berlahan mereka kembali kerumah, tanpa membawa belanjaan sediktpun, siti dan Rohman terlihat penuh banyak sekali pertanyaan.
Nak, kalian kenapa? kok, seperti ini?. " ucap Siti, yang terkejut melihat keadaan Fitri dalam keadaan pucat dan lesuh.
Takim apa yang terjadi pada mereka, sampai seperti ini? "ucap, Rohman yang penuh dengan rasa khawatir.
"Fitri menceritakan semua apa yang terjadi didepan pohon keramat tadi, orang-orang yang mendengarkan cerita Fitri, terkejut kebinggungan, masa iya, ada setan disiang hari, seperti itulah yang mereka pikirkan saat itu.
aduh Nak, lagian kenapa Kamu tidak memakai penutup mata? "rasa khawatir, Ibunya yang sambil memijat tangan Fitri.
maaf Bu, lain kali akan memakainya. "jawab Fitri, dengan nada lesu, sambil melirik kearah Takim.
"pandang Fitri selalu kearah wajah Takim, sesaat Dia teringat dengan kejadian yang membuat jantungnya berdetak kencang, dalam keadaan tertunduk malu, Dia sedikit senyum-senyum sendiri.
kenapa Kamu senyum-senyum begitu? "perkataan ibunya, membuat wajah Fitri semakin memerah.
"nampak Takim berjalan menghampairi Fitri, yang sedang dipijat oleh Ibunya, Takim meminta izin untuk, mengantar Maria dan Ayahnya pulang kerumah, Takim merasa canggung untuk bicara dengan Fitri, dalam seketika Dia segera pergi bersama Maria dan Ayahnya.
Kenapa Abang menghindariku? apa Dia membenciku?. "ucap Fitri, dalam hati, yang menjadi murung, sambil teringat kembali kejadian tadi.
__ADS_1
apa yang terjadi selanjutnya?...
"BERSAMBUNG!!!...