
Sekolah pukul 09:10wib
Dalam sekejap semua mata tertuju melihat kearah Takim, mereka berbisik satu sama lain. "eh, apa kamu lihat itu? seperti monster saja. "gumam bisik semua murid, yang memandang tajam kearah Takim.
Fitri yang mendengar semua bisikan mereka, segera menghampiri kakaknya, dengan perasaan sedih dia berlari kearah Takim. "Abang... sudahlah bang, mari kita pergi dari tempat ini. "ujar memelas Fitri dengan tatapan sedih.
"hai, jangan_jangan adiknya juga sama seperti kakaknya. "ujar salah satu teman sekolahnya, yang selama ini selalu dekat kepada Takim dan Fitri.
"ada kemungkinan benar. "saut teman yang lain, dengan sedikit menjauh dari Fitri dan Takim.
mengetahui perubahan sikap teman satu sekolahnya, Takim semakin marah, bahkan Doli juga ikut menjauhi mereka. "bang ayo kita tinggalkan tempat ini. "sekeras apapun Fitri membujuk kakaknya, Takim hanya tertunduk diam, seperti menahan amarahnya.
"Abang, sudah bang, Abang... bang! "teriak suara Fitri yang memanggil_manggil kakaknya.
Disaat bersamaan Takim terkejut mendengar suara Adiknya yang terus memangilnya, ternyata kejadian itu hanya spekulasi semata, Takim dengan tegang memandang sekelilingnya "Alhamdulillah, ternyata itu hanya angan emosiku, hampir saja itu terjadi. "ucap hati Takim, yang merasa lega.
__ADS_1
Berlahan Takim menatap kearah Adiknya yang sedari tadi memanggil sambil memeluk dirinya.
"sudah Fit, Abang sudah sedikit tenang "ucap senyum kecil Takim, yang menatap wajah Adiknya.
dengan perasaan tenang, Takim meminta maaf kepada Rio, dan menjelaskan kejadian sebenarnya kepada murid SMA Pelita, mendengar cerita Takim, Gita menyadari dalam hal ini, Rio lah yang salah. "begitu ceritanya, aku sebagai pemimpin SMA Pelita, meminta maaf dengan adanya kejadian ini. "ucap Gita dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Dengan perasaan malu kepada Takim, Gita meminta mereka untuk meninggalkan SMA Harapan. "semuanya mari kita kembali ke sekolah "titah tegas Gita sambil membalikan badannya.
Namun tidak dengan Rio yang Melirik tajam kearah Takim, sepertinya Rio masih tidak terima dengan semua ini. "sampai kapanpun aku akan terus membalas kau Takim. "ucap hati Rio yang dipenuhi kebencian.
Disisi lain Rio yang masih tidak terima, pergi meninggalkan teman_temannya, dengan rasa kesal Rio berteriak dibawah pohon besar.
"woy, berisik tau "ucap seorang wanita yang berada di atas pohon, sambil mengayun_ngayunkan sebelah kakinya.
"mau apa kamu? tidak tahu orang lagi kesal!! "ucap keras Rio kepada wanita yang ternyata dia adalah Lily.
__ADS_1
"sepertinya kamu sangat marah "ucap Lily dengan tawa mengejek.
Mendengar Lily tertawa, Rio sangat marah sambil menatap benci, melihat Rio mempunyai kebencian yang besar, Lily ingin tahu ada masalah apa dengan Rio.
"hai tuan pemarah, apa masalahmu? "tanya senang Lily yang melihat amarah di wajah Rio.
Akhirnya Rio menceritakan semua yang ada di dalam hatinya, mendengar cerita Rio, Lily memberikan sebuah pil buah "woy, cepat ambil pil ini, kamu pasti akan menjadi sangat kuat. "titah Lily dengan menjulurkan tangan kepada Rio.
Tanpa pikir panjang, Rio langsung memakan pil yang diberikan Lily, disaat bersamaan dengan cepat Lily pergi meninggalkan Rio sendiri.
"hm, dasar manusia bodoh, mengamuk, lah "gumam kecil Lily yang melesat cepat meninggalkan Rio.
Setelah beberapa saat, tubuh Rio mengeluarkan aura hitam, dengan kedua mata yang memerah "aku merasa begitu banyak energi di dalam tubuhku, tunggu aku Takim, ha ha ha. "gumam keras Rio dalam keadaan tubuh diselimuti aura hitam jahat.
apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
BERSAMBUNG!!!....