MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
AKU INGIN BERGUNA


__ADS_3

"Takim dan Maria, melanjutkan kencannya kembli, menurut orang yang melihat mereka, Takim melihat penjual cilok, dengan sedikit senyuman, Takim mengajak Maria membeli cilok.


Maria, Kamu mau cilok tidak? "ucap Takim yang selalu menatap wajah Maria.


ehem... "menganguk.


"mereka segera menghampiri tukang cilok, yang dari setadi sepi tidak ada pelangan seorangpun.


Abang, cilok 2 porsih, jangan terlalu pedas yah. "ujar, Takim kepada tukang cilok, sambil mengangakat jari telunjuk, dan jari tengah.


Asiaaap booos, laris manisss.....


"Takim melihat ada sebuah, bangku taman yang tidak jauh dari tukang cilok, Takim, segera mengajak Maria duduk dibangku tersebut, baru saja mau menghampiri, sepasang kekasih telah terlebih dahulu mendudukinya.


jiaaa, telat kita, udah ada yang dudukin tuh. "ucap Takim, yang begitu melas, sambil mengaruk-garuk kepalanya.


yudah, kita duduk disana saja, sepertinya tempatnya cukup teduh, "ucap Maria, sambil melihat, batu besar yang terdapat, sebuah selokan didekat batu tersebut.


Mas, ciloknya nih....


berapa Bang, seporsinya? "ucap Takim, sambil memegang uang 5000.



1 porsi, mas......



haaaa... anjaiiii, mahal amat, kirain gua harganya 2000... ini mah, pemeresan namanya. "jerit, Takim, dalam hati, yang mengetahui harga cilok.

__ADS_1


gak, salah Bang, harganya segitu? "protes, Takim kepada tukang cilok.


ini, Bang duitnya......


buset, Mas, gak malu ape dibayarin ama cewe, haaa,haaa,haaa... haduh, Anak muda jaman sekarang gak, bermodal.


buset, Bang!! pantesan cilok, Abang sepi, modal 2000, untuknya. seabrek. "teriak Takim, yang membawa uang 10000.


"berlahan mereka, memakan cilok yang dibeli dari tukang cilok, Maria melihat maskot beruang, yang sedang membagikan selembaran kertas iklan.


hai, hai, hai... beruang, beruang. hwuaaa, lucu sekali, pengen meluk. Kim... klo Kamu bawa kemari, nanti Aku akan melupakan, kejadian yanga tadi, Aaa.baaa.ng.. cilok.


wanita memang sangat berbahaya, tau gini, Gua, engak, bakal mau jalan ama Dia, kesel Gua!!. "rintihan Takim, dalam hati.


"berlahan Takim, datang menghampiri maskot, yang sedang memberikan, kertas iklan kepada Anak berusia 10 tahun, maskot tersebut, menoleh kearah melakang, Dia merasa ada seseorang yang memegang bahunya.


Silahkan di_____ "langsung membuang muka, padahal Dia pake kostum.


haaa... kapan Abang, nikahnya. kok, gak bilang-bilang. "ucap Fitri, didalam hati.


hoi... Aku disini, bukan dibawah, emang Kau pikir Aku semut, ayolah. "ucap Takim, sambil menarik tangan maskot itu.


paketnya, telah tiba Tuan putri, silahkan di santap, hidangannya. "ujar, Takim, dengan bergaya ala pelayan.


"Maria, sangat senang bisa memegang, maskot beruang yang berada didekatnya.


hai, Takim, terimakasih yah, Kamu sudah memenuhi permintaanku. "ucap Maria, sambil mencium pipi Takim.


"Takim sangat terkejut, dengan penyerangan Maria padanya, yang lebih terkejut lagi, Tuan beruang yang dari setadi, terdiam melihat mereka bermesraan dihadapannya.

__ADS_1


..."tiba-tiba"...


...PLAAAKKK.......


"sebuah tinju, menghantam wajah Takim, membuat Dia harus mengelus-ngelus pipinya.


wah, Takim hebat....


hebat biji matamu. woi... masalah Elu, apa? maen nonjok muka ganteng gua! mau ngajak gelut? sok Aing ladenken. "ujar Takim yang emosian, sambil mengeluarkan Ajian, Rengka Gunung.


"Tuan beruang yang marah, segera berbalik arah, tanpa disengaja Dia menabrak pejalan kaki.


maaf pak, Saya tidak sengaja. "ucap maskot beruang tersebut.


hai Fit, apa itu Kamu? jawab yang jujur, klo tidak Abang akan sangat marah!. "ucap Takim, dengan sedikit kesal.


"berlahan Fitri, melepaskan kostumnya, melihat memang itu Fitri, Takim segerah mengajak Maria pulang.


Abang tunggu Kamu dirumah, "ucap Takim, dengan santai, sambil berjalan menujuh arah pulang.


"diperjalanan, Takim selalu terdiam tanpa sepatah katapun, Maria yang melihat Takim, murung segera menghiburnya, namun tetap saja tidak merespon.


Haaa... gak, asik ah! asal Kau tahu, Adikmu berhak memilih jalan hidupnya!!. kenapa Kamu melarangnya? apa karna Kamu kakaknya? jadi bisa mengatur-ngatur, jalan hidupnya. Dia juga pasti punya keinginan, sama dengan Kamu, Kau boleh punya keinginan, ini, itu. Dia juga sama mempunyai keinginan. ingat lagu Bang hj.Romah? kal_____


baiklah Aku mengerti.....


"Takim, berlari kembali menemui adiknya, sambil mengingat, kondisi Fitri saat dirumah sakit. dengan napas terengah-engah, yang diiringi dengan turunya hujan, Takim melihat Adiknya menangis sendirian, dalam keadaan basah kuyup, Takim segera mendekat dan memeluk tubuh Adiknya, sambil meminta maaf, atas sikap keras kepalanya.


sebagai saudara kita harus saling sayang, dan menyayangi, ikuti terus yah,

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!...


__ADS_2