
Dalam cengkraman tangan Rio, Fitri merasa sedikit kesakitan, teriakan Doli yang berlari menghampiri Rio, dengan mengayunkan sebuah pukulan tepat di wajahnya, namun pukulan Doli tidak berpengaruh sedikit pun.
"bodoh, cepat lari dari sini "ujar Fitri kepada Doli dalam keadaan menahan sakit.
kemarahan Doli semakin besar, yang melihat Fitri tersiksa, berlahan Rio mengangkat tangannya kearah Doli, dalam sekejap tubuh Doli terpental jauh "dasar orang lemah, lebih baik kau mati saja "ucap Rio sambil mengarahkan tangannya kearah Doli.
sebuah sinar keluar dari tangan Rio, melihat Rio ingin membunuh Doli, Fitri segera menendang tubuh Rio, yang membuat dia terpental jauh "hai, yang kau incar aku kan! mari kita selesaikan ini "ucap amarah Fitri yang mengeluarkan aura merah dalam tubuhnya.
"ha ha ha, aku suka wanita yang pemberani "ujar jahat Rio dengan melesat cepat kearah Fitri.
Dalam sekejap Rio berada dihadapan Fitri, sambil melayangkan sebuah pukulan "MATI KAU. "teriak keras Rio.
disaat bersamaan Rio dibuat terkejut dengan menghilangnya Fitri dari hadapannya, dalam sekejap Fitri berada dibelakang Rio, yang sudah siap menghantamkan pukulan ke tubuh Rio "sial! bagaimana bisa? "gumam Rio dengan wajah terkejut.
__ADS_1
kecepatan Fitri, membuat Rio tidak dapat menghindar dari serangannya, pukulan Fitri membuat Rio mengeluarkan darah dari dalam mulutnya, yang membuat suara teriak keras, serangan Fitri masih berlanjut, dengan cepat sebuah tendangan mengenai wajah Rio, yang membuat dia terpental jauh "ah... kekuatan macam apa ini "gumam teriak Rio dalam keadaan terhempas.
disaat Fitri melancarkan serangan berikutnya, langkahnya terhenti, dalam sekejap aura merah yang menyelimuti tubuhnya menghilang, dia sadar jika Doli hampir siuman dari pingsannya, dengan cepat dia berlari menghampiri tubuh Doli yang terbaring tidak berdaya "Doli, Doli, apa kamu baik-baik saja "ucap Fitri dengan lemah sambil menaruh kepala Doli dikedua kakinya.
berlahan Doli membuka kedua matanya, alangkah kagetnya dia melihat wajah Fitri yang begitu menghawatirkan keadaannya "aku tidak apa-apa Fit. "ucap Doli dengan sedikit senyuman.
luka akibat serangan Fitri, membuat tubuh Rio tidak dapat digerakkan, disaat bersamaan Lily muncul dihadapan Rio "wah wah wah, sampai babak belur seperti ini, kamu memang lemah, lebih baik kau mati saja "ucap sinis Lily sambil memegang tubuh Rio.
"kemana orang itu? "tanya Rio yang penasaran.
"aku juga tidak tahu, tadi tiba-tiba ada seseorang yang datang menolongku "saut Fitri yang mengarang cerita, sambil membangunkan tubuh Doli.
dalam keadaan terluka, hati Doli menjadi tidak karuan, saat tubuhnya menempel dengan tubuh Fitri "ajib, harum sekali tubuh Fitri, wah... gumpalan lemak besarnya begitu hangat, ah... sungguh beruntung sekali nasibku ini "gumam hati Doli yang menikmati sentuhan dari orang yang disukainya.
__ADS_1
"Doli, aku akan mengantarmu ke rumah sakit "ucap Fitri dalam keadaan menopang tubuh Doli.
"maaf Fit, aku sudah menyusahkan mu "saut Doli dalam keadaan tangan merangkul bahu Fitri.
suasana menjadi canggung saat kedua wajah mereka saling berdekatan "buset... wajah cantiknya dekat sekali "gumam hati Doli dengan wajah memerah.
begitu juga Fitri, yang menatap dengan rasa amat malu "maaf Doli "ucap gugup Fitri dengan wajah merah merona.
"BUSET, imut sekali wajahmu "teriak hati Doli dengan hidung mengeluarkan darah.
apa yang akan terjadi selanjutnya?...
BERSAMBUNG....
__ADS_1