
...Krenggg.... Krenggg... krenggg......
Suara bel berbunyi 3x... tanda akhir sekolah hari ini. Nampak, Takim yang berjalan dengan memikirkan masalah, yang menimpanya hari ini. dengan pandangan yang kosong, Takim melewati semua para murid yang memperhatikannya sedari tadi.
"Aku akan mengurus masalah ini sendiri, Aku tidak mau membawa masalahku bersama sekolah ini. "gumam hati Takim, yang berjalan tanpa menghiraukan siapapun.
Abang... Abang... ABANG!!!.. "teriak Fitri, yang memanggil Takim jauh dari arah belakang.
Namun Takim, tidak memperdulikan panggilan dari Fitri. dengan segera Takim, pergi meninggalkan sekolah seorang diri.
Fitri yang melihat Kakaknya murung, ingin segera menyusulnya. Namun Maria, dengan cepat mencegah Fitri. "biarkan dia sendiri, Aku percaya, Takim bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. "ucap Maria, dengan tangan memegang bahu Fitri.
Namun Fitri masih mengkhawatirkan Kakaknya, dia takut kalau Kakaknya mengunakan seluruh kekuatanya. "bagaimana ini! jika Abang sampai lepas kendali, sudah dipastikan bumi akan dalam masalah besar. "gumam hati Fitri, dengan rasa khawatir kepada Kakaknya.
Baberapa lama Takim berjalan. dia menemukan sebuah taman bermain dipinggiran kota, disaat itu juga, dia melihat seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun, sedang diganggu dengan sekelompok anak brandalan, tanpa disadari tubuh Takim berjalan menghampri ketempat anak itu diganggu.
"mau apa Kalian? jangan macam-macam! kalau Kakakku tahu habislah Kalian. "ancam anak laki-laki, dengan tatapan sinis.
Ha,ha,ha... mana Kakakmu! yang katanya, orang paling kuat, Aku akan membuat perhitungan dengannya, yang sudah mempermalukanku. "ucap salah satu pemuda, yang memakai kaos hitam, dengan slayer dikepalanya.
Mendengar ucapan pemuda brandalan itu, anak laki-laki tersebut mulai merasa ketakutan, sebuah pukulan melayang ketubuh anak laki-laki itu, sontak dia tersungkur dengan luka lebab ditangannya.
"Haaa,ha.ha... mampus lho anak kecil! bilang ama kakakmu, jadi orang jangn sok jago. "ujar pemuda brandal itu, sambil meludah kearahnya. anak laki-laki itu hanya menatap Sinis, kepada sekelompok brandal dihadapannya.
Salah satu pemuda lain, mencoba memberi tendangan kepada anak laki-laki tersebut, dengan cepat Takim menangkap tendangan pemuda brandalan itu. "kurang ajar! siapa Kau? jangan coba-coba ikut campur urusan Kami. lepaskan! "ucap pemuda brandal, yang ingin menendang anak tersebut, dalam keadaan kaki digengam Takim.
Saat ini, suasana hati Takim sangat buruk. dengan memasang wajah menakutkan, dia melempar pemuda brandalan tersebut, sehingga membuat tubuhnya terhempas jauh. melihat temannya terlempar dengan mudahnya para brandalan tersebut memutuskan untuk melarikan diri.
"kamu tidak apa-apa Dek? "ucap Takim dengan senyuman berat.
"iya Kak, Aku tidak apa-apa. "saut anak laki-laki, dengan menahan rasa sakit pada lengannya.
Melihat anak tersebut meringis kesakitan, tanpa disadari, Takim mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan luka anak tersebut, dengan cepat luka lebab anak itu hilang tanpa ada bekas. "wah Kakak hebat. "seru anak laki-laki, yang lengannya telah disembuhkan Takim.
__ADS_1
"Dek, siapa namamu? kenpa kamu sendirian disini? ."tanya Takim dengan lemah lembut.
"Aku Aldi, Aku sedang menunggu Kakakku, seharusnya dia sudah sampai disini, namun, sampai sekarang dia masih belum sampai. "saut anak laki-laki, dengan senyum senang.
"ya sudah, Kakak temani pulang. Bagaimana, mau?. "tawar Takim dengan memperlihatkan senyum meyakinkan.
mendengar ucapan Takim, anak laki-laki itu, terlihat sangat senang, merekapun berjalan bersama, sambil mengobrol senang.
Tidak beberapa jauh dari lokasi taman bermain, mereka berhenti didepan rumah, yang cukup sedarhana dengan berukuran 15 x 10meter. "Kak, kita sudah sampai, ayo masuk. "ajak anak laki-laki tersebut, sambil menarik tangan Takim.
Mendengar ucapan anak lelaki tersebut, Takim tersenyum. "terimakasih Dek, lain kali saja yah, Kakak mau pulang juga. "jawab Takim, dengan ajakan si anak lelaki tersebut.
"Kak, nanti malam Aku akan pergi kepasar malam. Kakak, mau ikut, tidak? "ajak anak lelaki dengan wajah berharap.
mendengar ucapan anak itu, Takim sempat berpikir. "hmmm?... ya, sudah. nanti Kakak akan datang yah "jawab Takim, sambil mengusap kepala anak lelaki tersebut.
Mendengar ucapan Takim, membuat anak tersebut berteriak kesenangan, merekapun berpisah dengan senyum diwajah masing-masing.
Takim berlalu meninggalkan kediaman anak laki-laki tersebut, setelah Takim cukup jauh meninggalkan tempat itu, seorang wanita dengan seragam sekolah, muncul dihadapan anak laki-laki tersebut. "hai Aldi, sedang Apa Kau didepan rumah? "tanya Gita, yang ternyata Kakak dari Anak tersebut, dengan tatapan penasaran.
"terus Kamu tidak apa-apa? "saut Gita, dengan wajah panik, sambil memeriksa tubuh Adiknya, yang diganggu para brandalan itu.
Melihat Kakaknya panik, Aldi menceritakan semua kejadian ditaman itu. "begitu Kak ceritanya. "ucap Aldi, dengan tersenyum kepada Gita.
"ya sudah, kalau gitu kita masuk rumah yuk, bajumu kotor sekali. "ujar Gita, dengan merangkul tubuh Aldi, sambil berjalan masuk kedalam rumah.
*
*
*
..."Assalamu'alaikum"...
__ADS_1
...Tok... Tok... Tok......
..."Wal'alaikum Salam"...
Berlahan Fitri membuka pintu, melihat Kakaknya sudah kembali, Fitri segera memeluk tubuh Takim. "ada apa Fit? "tanya Takim yang kebinggungan, dengan sikap Adiknya, yang tiba-tiba memeluknya.
"sukurlah Abang tidak apa-apa, Aku sangat khawatir dengan keadaan Abang. "ucap sedih Fitri, yang masih memeluk tubuh Takim.
Mendengar alasan Fitri, Takim membalas pelukannya dengan erat. "kamu tenang saja Adikku, Abang baik-baik saja. "saut Takim, dengan keadaan memeluk Fitri, sambil mengusap-ngusap rambut Adiknya.
Berlahan Takim melepas pelukan Fitri. "kamu tidak pergi bekerja? "tanya Takim, dengan menatap wajah sedih Adiknya.
"aku sangat mengkhawatirkanmu Bang, jadi Aku ijin cuti, untuk mencarimu. "saut Fitri, dengan nada masih bersedih.
mendengar ucapan Fitri, Takim merasa bersalah, sudah membuat Adiknya menangis. "maafkan Abang yah, sudah membuat Kamu khawatir, bagaimana sebagai gantinya, nanti malam kita pergi kepasar malam? "ajak senyum Takim, sambil mengusap air mata Fitri.
Tentu saja mendengar ucapan Kakaknya, Fitri menjadi sangat senang. "beneran Bang? "ucap Fitri, dengan ekpresi sangat senang.
Melihat Adiknya kegirangan, Takim hanya tersenyum, sambil memandang wajah cantik Adik manisnya......
_________________________________________________________________
...PASAR MALAM...
"Kak Gita, hayo capat jalannya, Aku tidak sabar ingin naik kemedi putar. "seru lambai Aldi, yang cukup jauh dihadapan Gita.
Berlahan Gita berjalan menghampiri Adiknya, tiba-tiba, Seorang pria bersweter biru, mendekap tubuh Aldi. "hai Gita, kalau Kau mau Adikmu selamat, ikut denganku. "ucap ancam pria itu, sambil menodongkan pisau kearah Aldi.
"lepaskan Adikku!... Dia tidak tau apa-apa. "saut marah Gita, dengan wajah geram.
Melihat Adiknya dalam bahaya, Gita memutuskan untuk mengikuti kemauan pria itu. "baiklah Aku akan ikut denganmu. "jawab geram Gita, kepada pria tersebut.
__ADS_1
Gita akhirnya mengikuti pria tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya?....
"BERSAMBUNG!!!.....