
"setelah pertemuan mereka yang mengharukan, Takim meberikan sebuah jubah kepada Fitri, jubah itu, didapat dari seorang pria tua, yang telah membantunya selama ini.
Fit, cepat pakai jubah ini. "ucap Takim sambil menyodorkan jubah yang ada ditanganya.
"tentu saja Fitri dengan senang hati menerimanya, Diapun langsung memakai jubah pemberian Takim.
wah, pas sekali, Abang memang hebat. "ucap peluk Fitri kepada Takim.
"nampak memerah sekali wajah Takim, ditambah dengan sentuhan lemak Fitri yang semakin membesar saja.
Fit, dengarkan Abang kita akan pergi kekota siluman, jubah ini adalah jubah penyamar, sekarang bentuk kita bukan manusia lagi. " ucap Takim dengan serius.
"Takim melihat Fitri hanya menganguk-nganguk tersenyum, nampaknya Dia tidak memperdulikan ucapan Takim, mereka mulai bergerak jalan menuju kota siluman, Takim berencana mencari tahu tentang raja siluman dikota tersebut, Takim mebuka sebuah peta yang diberikan Pak tua itu.
Kalau tidak salah setelah kita mengikuti jalan ini sejauh 3km. maka ada sebuah sungai, dari sungai kita harus mengambil jalan kearah kiri, berjalan sajauh 50km. hah, masih jauh sekali. "ucap Takim dengan nada memelas.
Abang kita gak usah terburu-buru santai saja, memangnya mau kemana? disini tidak ada yang menggangu kita, mumpung tidak ada Maria. "ucap Futri yang terakhir didalam hati, sambil menggandeng tangan Takim sepanjang perjalanan.
iya, juga sih, kita juga tidak tahu cara keluar dari dunia ini, Oou.. merepotkan, apa la______
...Abang.......
haaaa.... "terkejut Takim dengan memuncratkan darah dari hidungnya.
"ternyata selama Takim mengeluh, tanpa disadari mereka telah sampai ditepi sungai, airnya yang bening ditambah batu-batu besar, membuat teriingat dunia mereka, Fitri langsung menceburkan dirinya kedalam sungai, dan meletakan pakaiannya ditepi sungai.
Abang ayo, mandi bareng sini. "teriak ajakan Fitri, sambil melambaikan tangan, dengan tubuh tanpa sehelai, pun, hanya air sungai yang menjadi penutup tubuhnya.
Siaaal... dianggap apa Gua!!.. main buka-buka aja, klo Gua khilaf gimana?. "seruanTakim dalam hati, yang melihat tubuh indah Adiknya yang sedang mandi.
__ADS_1
"Takim berbaring dibawah pohon, berlahan kelopak matanya mulai turun naik, seiringnya dengan rasa ngantuk dikedua matanya. tiba-tiba Takim dikejutkan dengan suara teriakan Fitri, sontak dia terbangun langsung melihat kearah sungai.
Fitri?... dimana dia?... kok, gak ada pakaiannya ada. "ucap panik Takim yang melihat kearah sungai.
...ABANG........
"Takim mendengar suara Fitri memanggil namanya, dengan cepat dia berlari kearah suara Fitri memanggil. kedua matanya meralalat terkejut melihat Fitri tanpa mengenakan pakai, berada digenggaman mahluk bertubuh besar, setinggi pohon kelapa, bersama beberapa mahluk yang berada didekat mahluk tersebut.
hai, mahluk jelak! lepaskan Adikku, klo tidak! Aku akan menghajarmu!. " ucap Takim yang penuh emosi.
Abang tolong Aku. "teriak Fitri, yang nampak kesakitan digengaman tangan mahluk besar itu.
"tanpa sadar Takim telah tertangkap oleh mahluk semacam gurita, Takim tidak dapat bergerak tubuhnya sudah dalam genggaman tentackel mahluk gurita itu, Takim berteriak sekeras mungkin ketika tubuh Adiknya dipermainkan mahluk besar itu, dan melahap Fitri kedalam mulutnya.
...TIDAAAKKK.......
"Takim berteriak sambil menjulurkan tanggannya setinggi mungkin, dalam keadaan terduduk dia sadar klo itu cuma mimpi disaat mersamaan dia merasakan sesuatu yang empuk, sambil sedikit merabah, berlahan dia menoleh kearah samping, melihat tangannya, menyentuh lemak Adiknya yang besar, spontan dia mundur kebelakang dengan napas yang begitu cepat.
Abang sedang apa disana?.... "ucap Fitri dengan setengah sadar.
"Takim menggidik terkejut mengeluarkan benyak keringat, dengan wajah yang pucat pasti, berlahan dia menatap wajah Adiknya.
gak, Abang pikir sudah saatnya kita lanjutkan kembali perjalanan kita. "ucap gugup Takim yang kelihatan bodoh.
"mereka segera beranjak pergi dari tempat itu, tujuannya mencari informasi dikota para siluman, sampai akhirnya mereka telah tiba didepan pintu masuk kota, dengan dijaga oleh 2 mahluk berbentuk buaya, yang berdiri tegak sambil memegang senjata.
hai, siapa kalian? mau apa datang kekota ini?. "tanya salah satu penjaga dengan tatapan seram.
Kami datang kemari ingin mencari kerja. " ucap Takim dengan gugup, sambil mengeluarkan keringat.
__ADS_1
"tiba-tiba, dari dalam kota terlihat seorang wanita bertelinga kucing berlari kearah Kami.
Maaf Pak, penjaga mereka adalah angota baruku, yang Aku panggil dari desaku, jadi Aku minta tolong izinkan mereka masuk. " ucap rayu manusia kucing.
baiklah, Kalian boleh masuk....
ajib, rayunnya mematikan. " wajah bodoh Takim terlihat kembali.
"mereka diajak kesebuah bangunan, yang isinya para siluman tingkat rendah, tempat itu, menerima berbagai macam permintaan dengan imbalan yang cukup besar, semakin sulit permintaan, semakin besar juga imbalannya.
hai Kalian orang baru yang ingin cari kerjakan? klo gitu ini, tempat yang cocok untuk kalian, oia Aku adalah sipemandu, jadi mana bayaranku. "ucap sipemandu dengan senyum, sambil meminta imbalan.
maaf Kami tidak punya sesuatu yang bisa Kami berikan. "ucap Takim yang kebinggungan.
Haaaa, apa-apaan Kalian!. "teriak keras, sambil memandangi wajah mereka.
Begini Kami datang dari desa yang sangat terpencil, suatu hari desa Kami dibumi hanguskan oleh siluman tingkat 1 jadi Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. "ucap Takim dengan seribu alasan, sambil melirik arah Fitri.
hem, klo gitu Kamu harus jadi pejantanku. "ucap wanita bertelinga kucing, sambil mendekat kewajah Takim.
"Takim melihat siluman yang membayar makanannya dengan sebuah batu berwarna biru, dan dia teringat dengan koleksi batu Aki, yang selalu dia bawa kemana saja.
oh, iya Aku ada sesuatu dikantong sakuku, bentar yah, "ucap Takim sambil merogoh kantong.
"Takim mengeluarkan batu Aki dari sakunya, sesaat semua siluman menatap kearah Takim yang memegang sebua batu Akik.
Wah Riye, Kalian pura-pura yah? Kalian punya ini, ngapain susah-susah cari kerja. "ucap manusia kucing dengan kedua mata berkilauan.
yah, sudah Kami bayar dengan ini, "ujar Takim dengan senyum manis, sambil memberikan batu Aki panca warna(Riye)
__ADS_1
"Akhirnya mereka tiba dikota siluman, apa yang akan terjadi selanjutnya?...
"BERSAMBUNG.....