MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
REKAN BARU


__ADS_3

"Takim, akhirnya telah tiba, dikantor Pemburu mayat, berlahan Takim melangkah maju, memasuki, sebuah ruangan yang sudah ada Rohman didalamnya.


permisi Pak, Rohman. "dengan tangan kanan mengetuk pintu.


eh... Nak, Takim, cepat sini masuk, Saya memang sedang menunggumu, dari setadi.


"Takim segera masuk menghampiri Rohman, yang sedang duduk disebuah sofa, yang terletak disusut ruangan, dengan meletakan tas, disebuah meja, yang jaraknya tidak begitu jauh dari Rohman, Takim segera duduk disampingnya.


Maria... Maria... cepat kesini Nak, "panggil, Rohman dengan menatap kearah pintu, yang berada didepannya.


"dengan rasa penasaran, Takim juga menatap kearah pintu, yang berada dihadapannya. berlahan sesosok wanita keluar dari balik pintu, dengan berlahan, Dia mengangkat wajahnya.


Haaa... Gadis arogan!


Haaa... Cowo loli!


"mereka saling terkejut, ketika saling menatap wajah, sepertinya. mereka tidak menduga dengan pertemuan ini.


sedang apa kau disini? dasat otak mesum! "masih kesal dengan kejadian disekolah tadi.


udah Aku bilang, itu semua tidak sengaja, kenapa kamu tidak mengerti. "mencoba menjelaskan kembali.


"Rohman, yang melihat mereka bertengkar, berlahan beranjak bangun, dari tempat duduknya.


hem... jadi kalian sudah saling kenal, yah! sejauh mana? hubungan kalian berduan? "tanya Rohmam, yang agak kesal, dengan keakraban mereka.


Pak, Rohman, kenapa gadis arogan ini. ada disini? "ucap Takim sedikit melirik kearah Maria.


haa... gadis arogan! "ucapan Takim sedikit menusuk hati Rohman.

__ADS_1


Bapak, kenap cowo loli ini. ada disini? "tegas Maria terhadap Bapaknya.


haaa, haaa, haa... sepertinya. kalian cocok juga, Maria adalah Putriku, dari mulai sekarang Dia, akan bekerja disini. "ucap sambil menyalahkan sebatang rokok, ditangannya.


Haaaa.....


"seruan, terkejut mereka berdua, dengan saling menatap penuh dengan rasa kesal, aura didalam ruangan terasa panas, masing-masing dari tubuh mereka, memancarkan sebuah energi yang meluap-luap.


hai, sudah-sudahlah. saatnya kita berangkat melaksanakan tugas kita, Aku berharap kelian akan bekerja dengan baik, bisakan? "ucap Rohman sambil menghisab rokoknya. yang terasa nikmat.


"dengan rasa kesal, dari kedua belah pihak, mau tidak mau, mereka berangkat bersama-sama. perburuan hari ini, didaerah Gunung Sahari, yang berada di Jakarta Barat.


kali ini, target kita adalah, mengambil mayat yang tergantung, disebuah sumur tua. Maria kamu perhatikan cara kerja, kami dulu. "ucap Rohman memberi arahan, kepada Anak baru.


hiii hiii hiii.... "sindir-sindir, Takim.


hemmm!!!... "tatapan sinis, Maria kearah, Takim.


sepertinya Aku, harus naik keatas sumur ini. agar bisa menggapai tubuhnya. "seruan Rohman, sambil memegang tiang, penyanggah


"benar saja dugaan Rohman, Dia dapat meraih tubuh simayat itu. namun disaat bersamaan, tiang yang menjadi peganganya. patah karna kelebihan beban, melihat Rohman, akan jatuh kedalam sumur, Takim segera merai, tangan Rohman.


BAPAKKK... "teriak Maria.


bertahanlah Pak, Aku akan menarikmu, hiiiaaaaa.....


"Takim menarik tubuh Rohman, dengan sekuat tenaga, Maria yang sempat berteriak, berlari menghampiri mereka.


sedikit lagi, bismillahirrohmanirrohimmmm... ALLOHU AKBAR....

__ADS_1


"akhirnya Takim, berhasil menarik tubuh Rohman, keatas permukaan. dalam keadaan meneteskan air mata, Maria memeluk Ayahnya, yang baru saja diselamatkan Takim.


Bapak, hikz....


sudah Nak, Bapak tidak apa-apa, terimakasih yah, Takim, kamu sudah menyelamatkanku lagi, hahaha... maaf membuatmu khawatir Putriku. "tertunduk lemas, malu pada dirinya, sendiri yang terlihat bodoh didepan Putrinya.


Pak, Rohman, biar Saya saja yang mengambil mayat itu. sepertinya, dia tidak suka dengan Anda. "ucap Takim sambil tersenyum, kearah Rohman.


"Takim, mengambil sebuah tali tambang, dan mengikatkannya. pada pengait mobil, dengan cepat dia terjun kedalam sumur, sambil melilitkan tambang kebadannya.


*


*


JALANKAN MOBILNYA... "teriak Takim dari dalam sumur.


"Rohman paham, maksud dari Takim, Dia bergegas pergi kearah mobil, dan menjalankan sesuai rencana Takim, tidak berapa lama, sosok Takim, telah terlihat, bersama mayat siwanita yang tadi tergantung.


MISSI SUKSES... "teriak Takim, dalam keadaan masih dipermukaan sumur.


"melihat Takim, berjuang keras, Maria datang membantunya. dengan kedua tangannya yang kecil, dan tenaga yang lemah, Maria berusaha menarik tubuh Takim, yang sambil menggendong mayat.


sedikit lagi, hiaaaa....


ayo, Bapak bantu.


"akhirnya, Takim keluar dari lubang sumur itu. sontak Maria, memeluk Takim, dengan erat.


bagaimana kisah selanjutnya?..

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!....


__ADS_2