
...setengah tahun kemudian.......
"terlihat Takim disebuah sebuah pondok pencasilat yang sedang melakukan sebuah pelatihan, dalam setahun ini, Takim mempelajari ilmu beladiri disebuah pedepokan TAMAN KENCANA. Takim berlatih keras menguasai seni beladiri, untuk melaksanakan rencana menyelamatkan Adik kecilnya, setengah tahun sebelumnya, Dia bertemu seseorang di pantai selatan.
...setengah tahun sebelumnya.......
Takim bagaimana keadaaanmu sekarang? "ucap Maria, yang berjalan disampingnya.
seperti yang Kamu lihat Aku sudah lebih membaik. "tersenyum kecil, agar Maria tidak menjadi khawatir.
"Aku melakukan kegiatan seperti biasa, bekerja, maupun sekolah, Aku melakukan hal seperti biasa, sampai suatu hari Aku memutuskan untuk kembali kepantai ratu selatan.
Maria, dalam beberapa hari ini, Aku akan izin absen dulu, ada urusan yang harus Aku selesaikan. " acapku sambil menatap wajah manis Maria.
"Maria tidak banyak tanya dengan kepergianku, Kami kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumah, sampai diujung jalan Kami berpisah, Aku melampaikan tangan membalas lambaian Maria, tanpa memberitahu siapapun Aku berangkat menujuh Pelabuhan Ratu.
"Aku segera pergi keterminal Kali deres, memilih jurusan Pelabuhan Ratu, namun tidak ada satupun Bus yang langsung menuju kesana, sampai akhirnya Aku memesan sebuah kendaraan Online, walau ongkos kesana relatif mahal, tidak jadi masalah asal bisa mendapat sebuah petunjuk tentang Adikku.
...5 jam kemudian.......
"Aku telah sampai disebuah Pantai yang terhubung dengan Pantai selatan, Aku membayar kepada sipengemudi mobil online, dan berlalu kearah pantai. suasana sepi disana, udara yang dingin menusuk tulang-tulangku, dengan diiring suara gemuru ombak, yang menghantam karang.
Ngapain Gua, datang kesini? buat apa yah, mana mungkin Gua dapat petunjuk disini. "tekatku sedikit goyah, melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan.
"Aku semakin menepi kebibir pantai memandangi suasana laut dimalam hari, besarnya ombak seakan-akan tidak senang dengan keberadaanku, bahkan sang rembulan bersembunyi dibalik awan, melihat kedatanganku, walaupun Aku berteriak tidak akan ada yang mendengar.
...FITRIII.... FITRIII... FITRIII.......
"merasa upayahku percuma Aku terduduk lemas bagaikan seorang Anak yang menangisi permennya diambil, Aku mengusap air mata yang keluar dari kedua mataku yang cengeng ini.
__ADS_1
Hai, Anak muda bangunlah, sedang apa Kau disini? tempat ini sangat berbahaya dimalam hari. "ucap seseorang yang berada dibelakangku.
"berlahan Aku menoleh kearahnya, nampak seorang laki-laki tua, berdiri tegak dengan tangan dibelakang, mengenakan baju ala dukun gitu, aku bertanya kepada beliau.
siapa Anda Pak? apa Anda salah satu warga ditempat ini? "ucapku sambil melinangkan air mata, yang tiada habisnya.
kenapa Kau terpundung seperti itu? apa yang terjadi denganmu Anak muda? "ucapaan sipria tua itu, dengan wajah penasaran.
"Aku menceritakan semua kejadian waktu itu, yang menghilangnya Adik kecilku, dengan secara tiba-tiba dihadapnku, mendengar ceritaku pria itu sedikit terkejut, sepertinya orang ini mengetahui sesuatu.
Pak, kalau Anda tahu sesuatu tolong beri tahu Saya, "ucap memelasku, sambil tersimpuh menangis.
Baiklah Nak, tapi jangan disini, mari kita kerumah Saya, klo disini takut obrolan kita terdengar. "membisikan ucapan terakhir ditelingaku.
"Akupun mengikuti Pak, tua itu kerumahnya, yang jauh dari pesisir pantai, sampai disuatu tempat, berdiri sebuah bangunan yang kokoh, dan mega, Aku sempat berpikir rumah siapa ini, kenapa Pak tua ini, mengajak Aku kerumah ini.
Ayo, Nak masuk, anggap saja rumah sendiri. "ucapnya dengan senyum santai.
Sebentar Nak, Saya akan coba lihat keadaan Adikmu, kamu punya sesuatu yang berhubungan dengan Adikmu. "tanya Pria tua, yang meminta sesuatu padaku.
"Aku memberi sebuah penutup mata yang selalu dikenakan Fitri setiap hari, sesaat Aku terkejut dengan tingkah Pak tua itu, dengan gerakan tangan diatas sebuah wadah yang berisi air mineral.
Adikmu baik-baik saja, Dia lagi dilatih oleh nyi Rorokidul. sebab Dia adalah kandidat prajurit yang akan dikirim nyi Rorokidul kedunia siluman. "ucap pak tua, sambik menarik-narik jengotnya.
maksud prajurit apa Pak? Saya masih belum paham. "ucapku yang masih binggung.
Haa..haa.haa. ini buku, Kamu bawa, nanti Kamu baca dirumah, kalo Kamu ingin menyelamatkan Adikmu, berlatih keraslah kuasai ilmu beladiri yang kuat, lalu dalam setengah tahun Kamu datang kesini, sebelum gerhana bulan, pastikan Kamu sudah menjadi kuat, karna lawanmu bukan manusia, kalo memang Kamu takut lebih baik urungkan saja niatmu. "ujar Pak tua itu, sambil ejek tawa.
Baik Pak, Saya akan datang dalam keadaan lebih kuat. tekatku sudah bulat, apapun yang terjadi Aku harus menyelamatkan Adikku.
__ADS_1
hai, Nak saat berlatih gunakan kalung itu, "ucap Pria tua, yang tidak menjelaskan apa-apa.
"Aku segera beranjak pergi meninggalkan tempat itu, memesan online semuanya diceklis, Akhirnya Aku berjalan selangkah demi selangkah, karna Aku sudah terbiasa dengan hal-hal menyeramkan, sudah tidak ada rasa takut lagi berjalan ditempat seperti ini.
"sejauh mata memandang hanya pohon yang Aku lihat tidak ada mobil maupun motor, hanya Aku yang melintasi jalan ini sendirian, sesekali Aku melihat sekelebatan seseorang melewatiku, mungkin itu sipenunggu daerah sini.
"sudah jauh Aku berjalan terasa tulangku remuk, tapi entah kenapa semakin lama langkahku semaki cepat, dan rasa pegal dikaki juga sudah tidak terasa lagi, Aku binggung sekali.
"Aku berjalan hingga sang surya menampakan diri, beberapa kendaraan mulai nampak melintas, Aku mengambil hp, menyentuh layar kaca hp Androidku, Aku memesan kembali kendaraaan Online, Aku menunggu disebuah warung makan.
Bu, nasi satu yah, minumnya teh anget, "pesanku kepada pemilik warung makan.
"Pesananku telah tiba, Aku mulai menyantap makanaku, sipemilik warung makan menatapku dengan rasa penuh tanda tanya.
Ada apa Bu, kok menatap Aku terus? " ucapku sambil melanjutkan makan.
Ade habis dari mana? ."ucap si Ibu, yang ketakutan.
Saya dari Pantai Bu, berjalan kaki dari semalam. "lirikku kepada Ibu warung.
Ade, diikuti mahluk tinggi besar, berkulit hijau kepalanya sebesar warung makan Ibu, "bisik Ibu warung yang membuatku terkejut.
"tidak lama kemudian pesanan Onlineku telah tiba, Aku membayar dan mengucapkan terimakasih kepada Ibu itu, Aku melihat Ibu itu menatap kearahku, yang berarti mahluk itu, masih mengikutiku.
...5 jam kemudian.......
"Aku telah sampai ketempat tujuan, namun Aku langsung pergi kepedepokan TAMAN KENCANA, untuk mempelajari ilmu beladiri, Aku mendaptarkan diri, dan meminta segera melakukan latihan, sebisa mungkin Aku membagi waktu, sekolah, bekerja, dan berlatih silat, ini Aku lakukan demi Adikku Fitri, tunggu Abang Fit, Abang akan segera datang menjemputmu.
Mampukah Takim menyelamatkan Adiknya?, sudah sejauh mana perkembangan Takim sekarang?...
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!.....