
...Yang Dilupakan...
"Fitri dan Kakanya, beserta Tani rekanmya, tiba di sebuah pemungkiman kumuh, sejauh mata memandang mereka hanya mrlihat para Siluman menjalani hidupnya dengan keadaan memperhatinkan, Para Siluman dipemungkiman ini, terlihat diterlantarkan oleh kerajaan, bahkan kerajaan memberi pembatasan wilayah antara pemungkiman dengan kerajaan, pemungkiman tersebut terletak diluar gerbang kerajaan dengan posisi mendekati hutan terlarang, setelah insiden itu Mereka meninggalkan area kerajaan Siluman, mereka berlahan memasuki pemungkiman itu, menghampiri sebuah kerumunan yang berada dihadapan mereka, kedatangan mereka menarik perhatian para penduduk sekitar, sehingga mereka dihampiri sosok Siluman yang tetlihat seperti pemimpin mereka.
hai, siapa Kalian? kenapa Kalian datang kesini? pemungkiman ini tidak layak untuk didatangi pengunjung dari luar, Kalian bisa lihat sendirikan, keadaan disini. "ucap Siluman yang berwujud burung Elang, dengan menatap mereka.
Maaf, Kami membuat keributan dikota kerajaan, jadi Kami telah diusir oleh sejumblah petugas, dari itu Kami datang kesini untuk beristirahat. "Saut Takim, dengan sedikit menunundukan kepalanya.
Keributan apa yang Kalian buat, sehingga Kalian diusir oleh para penjaga. "tanya Siluman Elang itu, dengan penasaran.
Saya telah menghajar Salamender, hingga tidak dapat bergerak kembali. "jawab Takim dengan tertunduk menyesal.
"mendengar ucapan Takim, Siluman itu terlihat terkejut, didalam penyesalan Takim. tiba-tiba, Siluman Elang Beserta para penduduk lainnya telihat senang, Takim terkejut dengan sikap mereka yang terlihat senang.
Baiklah Anak mudah Kalian ikuti Aku, Oia perkenalkan namaku Ratri penguasa langit, itu adalah julukanku,sewaktu Aku masih gagah, ha,ha,ha... "ujar Ratri Siluman Elang, sambil berjalan membawa Takim bersama yang lain ntah kemana.
"tidak lama kemudian mereka melihat sebuah bangunan kumuh, berlahan Siluman Elang, membawa Mereka masuk kedalam bangunan itu.
Maaf ya, rumahku kotor dan sempit, tapi Aku harap Kalian nyaman disini. "ucap Siluman Elang, dengan membawakan minuman.
Kalian mandi saja dulu Aku sudah persiapkan segalanya, Kalian tidak perlu ragu aku bisa jaga rahasia kok, "gumam siluman Elang, yang berbicara aneh.
maksudmu rahasia itu apa? Kami tidak mengerti dengan pernyataanmu. "ujar Fitri yang mendengar tidak mengerti.
Aku tahu kalau Kalian ini bukan Siluman, Kalian bertiga adalah Manusia, yang menjadi pertanyaanku mau apa Kalian datang kedunia siluman.....
__ADS_1
"Mereka terkejut dengan perkataan Siluman Elang, Takim mencari alasan agar bisa keluar dari tempat tersebut, namun Siluman Elang mengatakan sesuatu yang membuat Takim menghentikan niatnya.
Asal Kalin tau saja Aku ini sebenarnya adalah Ratu dikerajaan Siluman sebelumnya. "ujar siluman Elang, dengan tertunduk sedih.
"Mereka terkejut kembali dengan perkataan Ratri siluman Elang, yang mengaku sebagai Ratu Siluman, mereka merasa penasaran dengan ucapannya.
Lalu kenapa Anda berada dipemungkiman ini? kalau memang Anda Ratu, seharusnya Anda berada diistana kerajaan bukan ditempat sempit. "saut Tari, dengan menatap Siluman Elang.
Aku mengerti Kalian tidak akan percaya denganku, baiklah Aku akan menceritakan, tapi setelah itu, Kalian ceritakan. apa tujuan Kalian datang kedunia ini. "ujar siluman Elang, dengan duduk sambil bercerita.
...Masa setelah pertempuran Mata Angel....
"cerita dimulai dengan kemenangan para Siluman disaat itu, Nyi Blorong menggunakan Ajian Pemulih Raga, berlahan pasukan siluman yang terluka sembuh dengan seketika, mereka merayakan kemenangan atas pertempuran besar tersebut, kerajaan kembali damai yang saat itu dipimpin oleh Raja Alexo putraku, beberapa tahun kemudian Aku tidak sengaja mendengar sebuah percakapan antara Baron Raja sekarang, dengan sosok bejubah dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya, Aku terus mendengarkan pembicaraan mereka dari balik balik tembok istana.
hai, apa lagi rencanamu, Aku ingin segera menjadi Raja. "ujar Baron kepada Sosok bertopeng tersebut.
Tapi Kau hebat sekali bisa memprovokasi para Iblis itu, rencanamu memang hebat, "ucap Baron dengan senyum-senyum.
"mereka membuat rencana untuk menjebak Raja Alexo, Aku yang mengetahui itu, segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, kepanikanku membuat Aku menjatuhkan sebuah lentera yang berada dekatku.
Siapa disitu....
sepertinya ada yang menguping pembicaraan kita, Baron cepat tangkap dia. "titah Sosok bertopeng.
"Aku terus berlari mengitari seluruh ruangan, hinggah akhirnya Aku sampai dikamarku sambil mengingat percakapan mereka, hingga tanpa Aku sadari Aku sudah tertidur pulas.
__ADS_1
...Dipagi hari......
"Saat Aku terbangun, Aku mendengar suara keramaian dari dalam istana, para prajurit dan penasehat kerajaan berkumpul dengan menahan salah satu prajurit yang bertugas menjaga penjara kerajaan, ternyata sebagian tahanan melarikan diri, Aku segera menuju kumpulnya para penghuni kerajaan, diAula istana Aku melihat Baron sedang mengintrogasi, salah prajurit yang diduga telah meloloskan tahanan, sepintas Aku melihat Baron melirik kearahku dengan senyum jahatnya.
Paduka Raja, Hamba sudah menyelidiki kasus ini, didalam penjara Hamba menemukan tusuk rambut Baginda Ratu, "ucap Baron sambil menunjukan tusuk Rambut.
"melihat tusuk rambut itu, semua penghuni kerajaan mulai menyurigaiku, sontak Aku terkejut melihat tusuk rambutku ditangan Baron.
Tunggu maksud Kau apa Baron! menunjukan tusuk rambutku? "ujarku sambil mendekati Baron.
"Aku sadar, ini pasti rencana Baron dengan sosok misterius itu, ternyata para tahanan Iblis yang selamat dari pertempuran itu, telah melarikan diri, dan Baron menuduhku yang telah membebaskan mereka, jelas Aku membantah tuduhan itu, namun Baron bersekongkol dengan penjaga tersebut, menuduhku membebaskan para tahanan, ditambah dengan tusuk rambut yang menjadi barang bukti.
Bohong ini pasti siasatmu Baron, "gumamku tidak terima dengan tuduhan Baron.
"namun tidak ada yang mempercayai Aku, mata mereka memandangi Aku dengan tatapan sinis, penjaga tersebut, mulai mengarang cerita tentang keberadaanku semalam, sungguh luar biasa cerita prajurit penjaga itu, Aku tidak bisa berkelit lagi, dengan adanya barang bukti dan pengakuan sipenjaga, tudingan Baron semakin menjadi-jadi hingga mengarah kepenghukuman, Baron meminta Sang Raja untuk membunuh Ibunya sendiri, Putraku sejenak terdiam mendengar ucapan Baron, tentu saja Putraku mempercayaiku, dialam kebimbangan, Baron terus meprovokasi penghuni istana.
apa kalian diam saja dengan kejahatan Ratu yang melepaskan para iblis itu, bagaimana kalau mereka kembali menyerang kerajaan ini lagi? apa kita mampu menghadapi mereka? mungkin saja peperangan ini memang rencana Sang Raja? "tuding Baron dengan sedikit berekting.
"sebagian penghuni istana mulai menerima ucapan Baron, dan memaksa Sang Raja untuk mengambil tindakan terhadap diriku, ditengah kericuhan para penghuni istana, terlihat Putraku Alexo menitiskan air mata. pada akhirnya putraku mengambil keputusan untuk menanggung hukumanku.
...TIDAAAKKKK.......
tidak, Putraku Ibu tidak mengizinkan keputusanmu, bagaimana kerajaan ini, tanpa Kau Putraku? "Aku menangis terseduh-seduh, mendengar keputusan Putraku Alexo.
Aku yang akan mengantikan Alexo sebagai Raja selanjutnya, Karna Aku adalah Putra dari Tarzia Raja sebelum Alexo. "gumam Baron dengan sikap tegap.
__ADS_1
Bagsimana nasib Raja Alexo selanjutnya?....
"BERSAMBUNG!!!.....