
Fitri melarang Kakaknya untuk tidak meladeni tantangan dari Rio, dia menarik Takim pergi menjauh darinya, tidak disangka, Rio mengucapkan sebuah kata yang seharusnya tidak diucapkannya. "hai pencundang, orang tuamu pasti seorang pengecut, jangan-jangan Ayahmu seorang yang penakut. Hahahaha... "caci maki tawa Rio, didepan teman-teman sekolah Takim.
Takim yang mendengar perkataan kasar Rio, mulai memasang wajah garang, amarahnya meluap-luap, dia tidak perduli orang mau bilang apa tentangnya, namun menghina Ayahnya membuat dia sangat marah, dengan wajah sangat marah, Takim berjalan menghampiri kearah Rio, dalam keadaan tertawa terbahak-bahak.
Fitri yang melihat amarahnya tidak terkendali, mencoba menghentikan langkah Takim, namun Fitripun tidak mampu menenangkan Takim, yang dalam keadaan emosional.
Tanpa banyak bicara, Takim memukul Rio yang telah menghina Ayahnya, dalam sekejap suara tawa Rio berubah menjadi sebuah teriakan. Rio yang kesakitan akibat pukulan Takim, berlahan mulai bangkit dengan menatap sinis kearahnya.
"Kau pikir, Kau bisa mengalahkanku! akan Aku ajarkan Kau bagaimana rasa sakit yang sebenarnya. "ujar Rio, dengan mengeluarkan sebuah jurus andalannya.
Rio bergerak seperti Harimau, tangannya membentuk layaknya seekor Harimau, yang hendak menerkam mangsanya. dengan cepat dia menyerang Takim dengan jurus andalannya, namum Takim tidak bergerak sedikitpun, dalam sekejap Takim memukul Rio, dengan menahan kekuatannya.
"lebih baik Kau pergi dari sekolah ini. jika tidak!! "titah Takim dengan wajah garang, sambil menatap tajam kearah Rio.
Sesuai perintah Takim, dalam keadaan terluka Rio pergi dari tempat itu, dengan berjalan tertatih-tatih, Rio berencana kembali kesekolahnya.
Bel sekolah berbunyi satu kali, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai, semua murid mulai berhamburan menuju kedalam kelas. "ayo kita masuk kekelas, nanti bisa-bisa kita terlambat. "seru Maria, sambil menarik tangan Takim.
Setelah kejadian itu, Takim menjadi bahan omongan para murid satu sekolah, rumor perkelahian Takim sampai ketelinga para guru disekolah, tidak lama kemudian Takim mendapat panggilan dari kepala sekolah.
Berlahan Takim memasuki ruangan Guru, nampak para Guru sudah berkumpul didalam ruangan, menatap tajam kearah Takim dengan memasang wajah penuh dengan kekekhawatiran.
"Permisi Pak, Bu, apa Anda memanggil Saya. "ucap Takim dengan wajah sedikit binggung.
__ADS_1
Para Guru masih menatap jaram Takim, yang telihat seperti orang kebinggunhan, Bu Siska, sebagai kepala sekolah di SMA Harapan, mulai mengatakan sesuatu didalam ruangan tersebut. "Takim, Ibu mau tanya apa bener Kamu berkelahi dengan siswa SMA Pelita?. Jawab!. "tanya Bu Siska, dengan nada penuh kekhawatiran... "bener Bu. "saut Takim dalam keadaan masih kebinggungan.
Mendengar jawaban Takim, membuat para Guru menghela napas. "Kamu bagaimana sih, Takim! Kamu tidak tahu! sekolah itu, sekolahnya para brandalan, Kamu malah cari gara-gara dengan mereka, habislah sekolah ini. "ucap Bu Siska, dengan raut wajah yang begitu marah, sambil memukul meja yang dihadapannya.
Para Guru yang berada didalam ruangan tersebut, mulai merasakan hawa panas yang dikeluarkan dari amarah kepala sekolah, mereka sangat takut untuk menenangkan kepala sekolah.
"baiklah Bu, Saya akui ini kesalahan Saya. Saya akan menghadapi mereka, jika menyerang sekolah ini. "ujar Takim yang sudah siap berperang melawan SMA Pelita.
Namun kepala sekolah sangat kesal mendengar ucapan Takim, yang berlagak seperti pahlawan. "bukan itu maksutku! selama ini, sekolah tidak pernah ada masalah dengan sekolah manapun, bagaimana jika semua sekolah tahu kalau sekolah ini terlibat sebuah perkelahian? "gumam marah Bu Siska, didalam ruangan para Guru.
"sudahlah Bu, Takimkan cuma anak SMA biasa, kita tinggal bicarakan ini, dengan pihak sekolah sana. "ucap Pak Alan, Guru Biologi di SMA Harapan.
Bu Siska menatap tajam kearah Pak Alan, yang mengucapkan dengan mudahnya masalah tersebut, Pak Alan tidak tahu yang mengendalikan sekolah itu, adalah seorang Siswi yang berperingkat Rank 1 disana.
"kamu pikir semudah itu! disekolah itu, kepala sekolahnya saja tidak bisa berbuat apa-apa!..."ujar Bu Siska dengan menuding marah kearah Pak Alan.
_____________________________________________________________
...SMA PELITA...
Rio berjalan menuju sekolah SMA Pelita, dengan sempoyongan dia berjalan sambil merambat kesisi dinding, disaat bersamaan seorang siswa berambut pirang, melihat keadaan Rio yang sungguh menyedihkan, seorang Rank 4, dihajar sampai babak belur seperti itu.
__ADS_1
Siswa berambut pirang segera menopang tubuh Rio yang tidak berdaya, dia berencana membawa Rio keruang perawatan. "hai ketua, apa yang terjadi dengan Anda. "tanya pria berambut pirang, yang ternyata, dia adalah salah satu anggota geng Rio, yang berposisi sebagai wakilnya.
tidak lama kemudian mereka tiba didepan ruang Uks, disaat bersamaan nampak seorang siswa bertubuh kekar, berambut ikal, dengan kedua tangan didalam saku, melihat Rio dengan kondisi yang memalukan, berlahan siswa itu berjalan menghampiri mereka.
"Hahahaha... kenapa Kau Rio? apanya yang Rank 4. cuma segitu doang kehebatanmu!. "ujat ejek, siswa berambut ikal, dengan suara tawa merendahkannya.
Siswa ini, bernama. Tomi, dia adalah si Rank 3. penguasa bagian timur. berlahan Tomi, berlalu pergi meninggalkan mereka didepan ruang Uks. "sial Kau Tom. Awas!! suatu hari, Aku akan menggantikan posisimu. "gumam hati Rio, dengan tatapan sinis kerah Tomi.
Tidak begitu lama kabar kekalahan Rio, menyebar cepat diseluruh sekolah. nampak seorang murid perempuan, bersama murid laki-laki, berjalan tegak memasuki sebuah ruangan, yang didalamnya sudah berkumpul murud-murid sekolah, dengan tampang menyeramkan.
"kalian tahu kenapa dikumpulkan disini?... "ucap murid pria yang berjalan bersama murid wanita tadi. dia adalah Michel, siswa berperingkat 2. yang memegang bagian selatan.
Sudah pasti mereka sudah tahu, dikumpulkannya mereka didalam ruangan itu. "teman kita telah diserang. ini, sama saja menjatuhkan nama sekolah ini. jadi kita harus membalas perlakuannya terhadap saudara kita Rio. "seru Michel yang membuat suasana semakin panas.
"tunggu... lawan kita hanya 1 orang, menurut ucapan Rio, dia dikalahkan oleh siswa bernama Takim. Tujuan kita adalah dia! setelah itu kita hancurkan SMA Harapan. "ucap sangar siswi yang berjalan bersama Michel. dia adalah Gita, yang posisi Ranknya paling tinggi. Rank 1. disekolah SMA Pelita.
Tujuan pertemuan mereka, hanya ingin membalaskan dendam Rio, kini Takim, menjadi target mereka. Aura didalam ruangan begitu panas, akibat kebencian mereka terhadap Takim.
"Kau pikir bisa lolos begitu saja! Kami akan membalas, atas penghinaan ini. "gumam hati Gita, sebagai penyandang Rank 1. dengan tatapan penuh dendam.
Timbul masalah yang tidak terduga, kini Takim harus menjadi incaran dari SMA Pelita, yang terkanal sebagai sekolah para brandalan.
Disisi lain, Takim yang memikirkan ucapan kepala sekolah, membuat dia kebinggungan harus berbuat apa.
__ADS_1
Bagaimana Takim akan menghadapi masalah ini?....
"BERSAMBUNG!!!....