
"akhirnya Aku tidak bisa menghentikan keputusan Putraku Raja Alexo, Baron nampak sedikit tersenyum karena rencana yang dia susun sesuai dengan keinginannya, Putraku Raja Alexo meminta syarat kepada para penghuni istana agar hukumannya dilakukan ditengah hutan terlarang, agar masalah ini tidak menyebar keluar istana, yang terakhir membiarkan Aku hidup walaupun diluar istana.
"Para penghuni kerajaan siluman menerima syarat dari Putraku Raja Alexo, dengan sedikit sandiwara akhirnya mereka membawa Putraku kedalam hutan terlarang, sesuai apa yang telah direncanakan Baron bersama dengan sosok misterius, Putraku dihukum sampai mati.
...Tidaaaakkkk!!........
"Akhirnya kedua mata ini, menyaksikan Putra yang sudah Aku besarkan dengan tanganku sendiri, Mata ini yang selalu melihat pertumbuhan Alexo, mata ini juga yang telah menyaksikan putraku tewas dihadapan Aku sendiri.
...Tidaaakkkk.......
"teriakanku memecah suasana eksekusi, hasrat didalam hatiku terbakar oleh amarah, Aku tidak bisa menahan rasa kebencianku terhadap Baron, Aku mencoba menyerang Baron dengan niat membunuh yang begitu kuat, kelicikan Baron melibatkan Siluman yang masih mempercayaiku, beberapa Siluman terbunuh oleh prajurit yang memihak Baron.
Kau ingin melawanku Baginda Ratu! apa Kau ingin melihat Siluman-Siluman ini terbunuh?. "ujar Baron dengan pedang yang diarahkan keleher salah satu Siluman yang memihakku.
"Aku menghentikan tindakanku, sejenak Aku menatap para siluman-siluman yang masih memihak kepadaku.
Baginda Ratu jangan hiraukan Kami, demi Sang Ratu Kami rela mati. *Benar... Kami rela mati untuk Sang Ratu. "ucap salah satu Siluman dengan disambut teriakan para siluman yang lain.
"namun Aku, memilih tidak melakukan apa-apa, akhirnya Aku mengikuti rencana yang telah disusun oleh Baron dan sosok misterius itu.
Sang Ratu sesuai janjiku kepada Alexo, Aku akan mengampuni nyawamu, dan melarang Kau beserta Siluman yang memihakmu, masuk kedalam kerajaan siluman. "titah Baron yang akan menggantikan posisi Raja selanjutnya.
"Baron beserta para pasukannya beranjak pergi meninggalkan Kami. diluar gerbang kerajaan siluman, Aku bersumpah akan membuat perhitungan dengannya.
...Dimassa sekarang........
Begitulah cerita kehidupanku, yang sungguh tragis. "ucap silumam Elang dengan menitiskan air mata.
Oh, jadi seperti itu ceritanya. "gumam Takim dengan memegang dagu.
Lalu bagaimana dengan kalian? dan untuk apa kalian datang kedunia ini? . "tanya Siluman Elang dengan menatap kearah mereka.
__ADS_1
Aku dibawa kedasar laut oleh Sang Ratu Pantai selatan, Beliau mengirimku kedunia ini untuk membunuh Raja Siluman, dengan jaminan Beliau akan mengembalikanku kedunia Aku berasal. "saut Fitri dengan tatapan sedikit marah.
Kalau Aku ingin menjemput Adikku kembali, dari dunia siluman ini, namun Aku tidak tahu cara untuk kembali keduniaku "saut Takim dengan mengerutkan wajahnya.
Kalau Aku tiba-tiba saja terhempas kedunia ini, disaat sedang berada dikamar mandi, dengan munculnya lubang hitam dihadapanku. "saut Tari yang sedikit lupa dengan kejadian tersebut.
"Siluman Elang mulai mengerti dengan keadaan mereka sekarang, dan memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Takim, untuk melawan Raja Siluman Baron.
Begitu ceritanya, baiklah izinkan Aku membatu Kalian, Karena Kalian membutuhkanku untuk mencari informasih tentang kerajaan ini. "ucap Siluman Elang sambil menepuk tangannya.
"Takim sempat berdiskusi, atas tawaran Siluman Elang, dengan mendengar cerita darinya. Takim menerima Siluman Elang menjadi rekan dikelompok mereka.
Kalau begitu Kalian istirahat saja dulu, Aku akan menyiapkan tempat untuk Kalian beristirahat. "gumam Siluman Elang dengan beranjak dari tempat mereka berada.
...Didalam Kerajaan Siluman ........
"nampak Raja Siluman Baron berdiri menatap keluar jendela istana, termenung memikirkan kekuatan yang melanda kerajaan yang dipimpinnya, tidak lama kemudian sosok prajurit kerajaan datang menghadap Baron, dengan membawa berita tentang kekuatan tersebut.
"Raja Baron terdiam sejenak memikirkan ucapan prajurit yang melapor kejadian sebenarnya, Raja Baron segera memerintahkan untuk menangkap Siluman Babi tersebut.
Siapa siluman itu? bagaimana bisa kekuatanya sebesar itu? ini tidak bisa dibiarkan! "gumam Raja Baron dengan mereret Giginya.
"para pasukan menyebar kekota kerajaan, bergerak mencari Siluman Babi, para prajurit kerajaan memeriksa setiap bangunan yang terlihat dihadapan mereka, dengan menanyakan kepada para penduduk Kerajaan siluman, para penduduk tidak ada yang mengetahui keberadaan Siluman Babi.
Hai Sintia, sepertinya Raja memerintahkan para prajurit kerajaan, mencari siluman Babi itu. mereka tersebar diseluruh wilayah Kota Kerajaan Siluman. "ujar Ari yang santai dengan kedua tangan dibelakang kepala, seperti orang bersandar.
"Sintian terdiam sejenak, berpikir tentang kekuatan Siluman Babi, yang sangat besar. telintas dipikiran Sintia, untuk pergi kesuatu tempat.
Ari Aku pergi dulu yah, ada keperluan mendadak. "ucap Sintia dengan berlari, sambil melambaikan tangannya.
"Sintia berlalu meninggalkan Ari, langkah kakinya menujuh kearah gerbang kerajaan, Sintia berniat untuk keluar gerbang, sepertinya dia menemukan sesuatu diluar sana.
__ADS_1
Aku penasaran dengan siluman yang Aku jumpai diluar kerajaan, sepertinya ada sebuah pemungkiman ditengah hutan sana, Aku akan memeriksanya sebentar. "gumam Sintia, didalam hati, sambil meminta izin kepada para penjaga gerbang.
"Sintia bergegas menelusuri perbatasan hutan terlarang, tidak berapa lama Sintia melihat sebuah pemungkiman kumuh, dengan beberapa Siluman yang lalulalang disekitar pemungkiman.
Benar juga dugaanku, rupanya terdapat sebuah pemungkiman diluar kerajaan siluman, Aku harus memeriksa pemungkiman itu. "gumam Sintia yang memantau dari kejauhan.
"Berlahan Sintia berjalan menghampiri pemungkiman tersebut, setibanya dipemungkiman para penduduk terkejut, dengan kehadiran Sintia Manusia Siluman, tatapan tajam para penduduk mengarah kepada sosok manusia siluman yang berdiri didepan pintu masuk pemungkiman, Sintia terkejut melihat tatapan penuh amarah para penduduk, sehingga Sintia mendapatkan sambutan yang kurang baik.
Hai, pergi Kau penghuni kerajaan!! "ujar para penduduk dengan tatapan mengusir Sintia.
Pergi... "teriak Siluman kecil, sambil melemparkan batu kearah Sintia.
"Sintia hanya berdiri terdiam saat batu yang dilempar Siluman kecil itu, mengenai pelipis matanya, Sintia menahan emosinya, dia hanya ingin tahu kebenaran dari mereka, dari kejauhan nampak siluman Elang datang menghampiri Sintia yang berdiri didepan pintu pemungkiman.
Berhenti... "ujar siluman Elang yang berjalan kerah Sintia.
"kedua mata Sintia meralalat, dia terkejut dengan sosok yang berada dihadapannya sekarang, tanpa pikir panjang Sintia menundukan kepala dihadapan siluman Elang.
Ampun Baginda Ratu. "ucap Sintia sambil menyentuh kedua kaki siluman Elang.
"Sintia terkejut, pertemuannya dengan Sang Ratu, Ibu dari Alexo, yang dikabarkan telah meninggal akibat serangan para Iblis yang melarikan diri dari penjara kerajaan, membuat Sintia bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi.
Maaf, Sang Ratu, Hamba ingin menanyakan sesuatu kepada Sang Ratu. "ucap Sintia, dalam keadaan tertunduk dibawah kaki Sang Ratu.
Katakanlah, Aku akan menjawab semua pertanyaanmu. "saut Siluman Elang yang masih dianggap Ratu oleh Sintia.
Apakah Sintia akan diberitahu semua kejahatan Baron? atau Sang Ratu memilih untuk terdiam.
ikuti terus diepisode selanjutnya....
"BERSAMBUNG!!!......
__ADS_1