
" Didalam mobil ambulan dengan sebuah keranda didepan mereka, Siti beserta Takim tertidur pulas, raut wajah Siti mendadak gelisa sepertinya dia bermimpi buruk, setelah beberapa lama mobil ambulan berhenti didepan rumah sakit, Siti terbangun dengan berjalan lemas menuju ruangan dimana tempat putrinya dirawat.
Bu, seharusnya kita pulang dulu, badan Takim bau nih, dari pagi Takim juga belum makan bu!. "ucap Takim dengan berjalan dikoridor rumah sakit, sambil memikirkan adiknya yang masih belum tahu keadaanya sekarang.
"mereka melihat sebuah ruang tempat fitri berada, berlahan mereka membuka pintu kamar tersebut, tiba-tiba terdengar suara seorang yang dari setadi memandang mereka, rasa lelah mereka tidak menyadari keberadaan orang tersebut.
Kalian sedang ngapain berdiri disitu? "tanya seorang wanita berumur 40 tahun, yang menatapi mereka dari setadi.
Saya ingin menemani putri saya yang sedang berada didalam ruangan ini. "ucap Siti menatap wanita tersebut, sambil membuka sedikit pintu ruangan.
Kalian jangan masuk ruangan itu, karna dokter sedang menjalankan oprsi didalam. "ucap wanita itu, dengan memperingati Siti.
"Disaat bersamaan seorang suster datang membawa sekantong infus, suster itu memberitahu Siti, putrinya telah dipindahkan keruangan Melati yang jaraknya cukup jauh dari tempat dia merada, Siti segera bergerak cepat menuju tempat putrinya berada.
"Disisi lain keadaan Fitri terbaring tidak berdaya, terlihat jelas wajah Fitri dengan sebelah mata tertutup sebuah perban, berlahan terdengar suara memangil namanya.
__ADS_1
...*Fitri...Fitri*...
Siapa... siapa yang memangi-mangil namaku? "ucap Fitri didalam mimpi, dengan keadaan sebelah mata melihat sekitarnya.
"Didalam mimpi Fitri melihat seorang pria mengenakan kain putih, matanya memperlihatkan betapa terkejutnya dia, orang yang memangil-mangil namanya ternyata ayahnya, yang berdiri tersenyum dihadapannya, Fitri segera berlari menghampiri ayahnya, terlihat senyum terpancarkan diwajah Fitri yang bertemu Udin sosok ayah yang dia sayangi.
Bapak, Bapak... Fitri kangen, bapak kok memakai kain putih? seperti ingin naik haji aja. "ucap Fitri dengan memeluk ayahnya, sambil tersenyum manja kepadanya.
Fitri ngapain ada disini? tempat kamu bukan disini nak. "ucap Udin sambil membelai rambut putri tersayangnya.
Memang ini tempat apa? kalo gitu ayo kita pulang pak, "menarik tangan Udin sambil tersenyum senang.
"Fitri yang masih dalam keadaan memegang tangan ayahnya, tiba-tiba mengeluarkan air mata, ucapan ayahnya seakan-akan menusuk jantungnya, dia merasa tidak akan bertemu dengan ayahnya lagi, berlahan pegangan tangan Fitri mulai terlepas, dengan cepat dia menoleh kearah ayahnya, yang berlahan-lahan wujudnya mulai memudar.
Bapak, apa yang terjadi denganmu pak? kenapa tubuh bapak seperti itu. "ucap Fitri yang berusaha menyentuh ayahnya, yang semakin lama semakin memudar.
__ADS_1
Ini sudah waktunya kita berpisah, maafkan bapak yah nak, dan ingat pesan bapak tadi, selamat tinggal putri bapak yang cantik. "ucap senang Udin, dengan tangan terangkat mengisaratkan perpisahan mereka.
"Air mata Fitri mengalir deras, denga jerit tangis yang memilukan, keluar dari gadis berumur 15 tahun itu, sebuah cahaya terbang ketubuh Fitri membuatnya menghilang dari tempat itu, Siti yang mendekap tangan putrinya mendengar suaranya memangil- mangil bapaknya, Siti sangat senang dengan perkembangan Fitri, yang sudah menunjukan hasil dari oprasi itu, sudah 5 hari berlalu dari pasca pembedahan tubuh Fitri, kini dia sedang ditahap pemulihan dan suara itu menandakan oprasinya sukses.
"Sebuah cahaya masuk ketubuh Fitri, berlahan dia membuka mata kirinya, hal pertama yang dia lihat adalah ibunya yang sedang bicara dengan seorang pria bepakaian seperti dokter, setelah itu dia melihat sekeliling ternyata dia berada dirumah sakit, terlihat Takim yang sedang tertidur disudut ruangan dengan kain sebagai alasnya.
...*Ibu*...
"Siti mendengat Fitri menyebut namanya, dengan berlahan dia menoleh kearah Fitri, Siti begitu senang dia tersenyum bahagia melihat putrinya sudah siuman.
Fitri kamu sudah sadar, nak? "ucap Siti dengan senang.
Ibu, bapak kemana? apa dia masih bekerja bu? "ucap Fitri dengan nada masi lemas, berusaha beranjak dari tempat tidurnya.
"mendengar ucapan Fitri, Siti binnggung untuk berkata apa..
__ADS_1
"apa yang akan terjadi selanjutnya?..
"BERSAMBUNG!!!....