
"Wajah Udin panik melihat putri kecilnya tergeletak tidak berdaya, dengan cepat Udin segera memeluk putrinya yang masih belum sadarkan diri, kedua mata Udin meneteskan air mata, sambil memeluk putri tercintanya dalam keadaanya memprihatinkan.
"Udin berlari sekuat tenaga, mengendong tubuh putrinya yang terluka akibat tertimpah sebuah besi proyek, yang sedang dibanggun dekat persimpangan jalan, Udin berteriak mencari kendaraan yang akan membawa mereka menuju rumah sakit, disaat bersamaan Tomo yang membawa sebuah oplet diberhentikan Udin, dengan wajah panik Udin meminta tolong Tomo untuk mengantarnya kerumah sakit terdekat, melihat anaknya kritis, tanpa banyak tanya menyuruh Udin segera menaiki opletnya.
"Setelah 15 menit kemudian...
Ayo bang Udin cepat bawa fitri masuk, biar aye yang ngurusin pendaftaranya. "ucap Tomo dengan panik, segera berlari menuju reseptionis.
"Udin segera berlari membawa putrinya menuju ruang IGD, perawat yang melihat Udin berlari mengendong gadis kecil dalam keadaan tidak sadarkan diri segera memangil Udin, mengarahkannya memasuki ruangan yang ditunjuk siperawat itu, tanpa banyak pikir Udin berlari menuju ruangan yang telah diarahkan oleh siperawat.
Kenapa anak ini pak? ucap perawat yang mengarahkannya, sambil membantu Udin menurunkan tubuh putrinya ketempat tidur.
Suster, tolong anak saye, selamatkan nyawanya sus. "ucap tangis Udin melihat keadaan putrinya yang sedang kritis, akibat luka yang diterimanya.
Bapak, tenang saja biar dokter yang menangani putri bapak, bapak tunggu saja diluar dan banyak berdo,a, maaf kami akan segera menangani putri bapak. "ucap perawat sambil menutup pintu ruangan IGD.
Bang Udin, bagaimana keadaan fitri? "ucap Tomo dengan berdiri didepan Udin yang tertunduk sedih di bangku tunggu.
Masih belum tau, dokter lagi menanganinya didalam ruangan. "ucap tangis Udin dengan kedua mata ditutupi tangannya.
__ADS_1
"Setelah beberapa lama seorang dokter keluar dari ruangan, dengan cepat Udin dan Tomo menghampirinya.
Permisih dok, bagaimana keadaan putri saye. "ucap Udin dengan penuh berlinang air mata, berharap mendapat kabar baik.
"Dengan raut wajah yang menyesal, dokter itu mengatakan.
Putri bapak dalam masa kritis, dia kehilangan banyak darah, mata kanannya hancur karna tertancap sebuah benda, jantungnya juga sangat lemah. "ucap dokter, yang membuat Udin terdiam tidak berkata apa-apa.
"Tomo melihat Udin yang terdiam lemas, bagaikan daging tanpa tulang, bertanya kepada dokter tersebut.
Dok, ada kemungkinan anak dari bapak ini, masih bisa diselamatkan? "ucap Tomo membantu Udin, yang tidak kuat menerima kenyataan.
"Udin yang mendengar ucapan dokter tersebut, berniat menawarkan dirinya sebagai pendonor jantung dan darah, Udinpun beranjak dari tempat duduknya menghampiri dokter itu.
Dok, saye bersedia menjadi pendonor, karna saye yakin darah dan jantung saye pasti cocok, "ucap Udin dengan tegas, sambil tangan memegang dadanya.
maaf pak, kalau masalah donor darah kami akan terima, tapi kalau masalah jantung kami tidak bisa menerima, menurut prosedur dirumah sakit ini, tidak menerima pendonor jantung dalam keadaan hidup, karna akan sama saja putri bapak selamat, namun kalau bapak tidak, bagaimana perasaan anak bapak saat mengetahuinya? "ucap dokter dengan menjelaskan situasi sekarang.
"Udin kehilangan semangat kembali, tubuhnya menjadi lemas tak berdaya, suara lari terdengar dari koridor, yang ternyata Siti dan Takim yang baru tiba dirumah sakit.
__ADS_1
Pak, bagaimana keadaan fitri anak kita? "ucap Siti dengan keadaan cemas, berdiri didepannya yang tertunduk sedih.
Tom, jelaskan. "ucap Udin yang tidak sanggup berkata apa-apa lagi.
"Selagi Tomo menjelaskan, Udin terkejut sampai matanya melebar, melihat sijubah hitam memasuki ruangan IGD, yang didalam terdapat putrinya yang sedang kritis, sepintas Udin mengingat ucapan sijubah hitam yang berada dimimpinya waktu itu, dengan cepat Udin menerobos masuk keruangan IGD, benar saja sijubah hitam mendekati putrinya, Udin melihat waktu ditelapak tangan putrinya.
...*00:00:05*...
"Udin sangat kaget sudah tidak ada waktu lagi, untuk menyelamatkan putrinya, Udin terjatuh dalam keputusasaan dengan bersimpuh, Udin memohon kepada sijubah hitam.
Hai, kau yang ada dimimpikukan? saye mohon biar saye yang menggantikan putri saye, tolong kabulkanlah permintaanku,
WAHAI MALAIKAT PENCABUT NYAWA. saye mengakui perbuatan saye salah, jadi biar saye aja, yang mendapat hukumannya. "ucap teriak Udin dalam keadaan bersujud.
"Siti dan Tomo, yang mendengar ucapan Udin, hanya mampu memandangi sikap Udin yang seperti memohon kepada sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.
dapatkan Udin menyelamatkam putrinya?...
"BERSAMBUNG!!!....
__ADS_1