
"Ikhsan....!! "
"Ibu..!! "
Ibu Ratih langsung bangun dan bersandar di kepala ranjang, dengan nafas naik turun.
"Mimpi apa Bu, siang - siang begini panggil - panggil Ikhsan. " Ucap Pak Handoko.
"Ibu mimpi Ikhsan penuh darah Pak, dia kesakitan. "
"Hanya mimpi bu, insya Allah Ikhsan baik - baik saja disana. "Ucap Pak Handoko menenangkan Ibu Ratih.
" Ibu khawatir Pak, perasaan Ibu nggak enak."
"Karena tadi ibu habis mimpi buruk. "
"Perasaan seorang Ibu itu kuat Pak. "
"Percaya sama Bapak, Ikhsan baik - baik saja."
"Ibu harus telepon Ikhsan. "
Ibu Ratih mengambil ponsel nya lalu mencoba menghubungi Ikhsan.
"Hallo kak, Assalamu'alaikum. " Sapa Ibu Ratih saat sambungan telepon di angkat.
Walaikumsalam, Ibu. " Sapa Ikhsan dari seberang.
"Kamu bagaimana nak keadaan nya? "
"Alhamdulillah baik Bu, Ibu sendiri bagaimana sama Bapak sehat? "
"Alhamdulillah kalau kamu baik - baik saja, alhamdulillah Ibu sama Bapak sehat nak."
"Syukur lah. "
"Nak, Ibu kangen sama kamu. Kapan kamu akan pulang kampung? "
"Saya nggak punya kampung bu, selamanya saya akan berada di daerah orang. "
"Apa kamu tidak kangen sama Ibu dan Bapak?"
"Kangen bu, dengan mendengar suara Ibu saja sudah terobati. "
"Nak, kamu jaga diri di sana. Jangan lupakan sholat lima waktu. "
"Iya bu, disana Bapak Ibu jaga kesehatan."
"Ibu minta, jangan kamu putuskan komunikasi dengan kami. Walau kamu bukan anak kandung kami, tapi kamu tetap anak Ibu sama Bapak. "
"Nak, Bapak kangen sama kamu. " Ucap Pak Handoko.
"Bapak, Ikhsan juga kangen sama Bapak."Ucap Ikhsan dengan sesekali menahan isak tangis.
" Pulang lah Nak, se sempat kamu, jangan melihat kakak kamu dan mantan pacar kamu."
"Insya Allah Pak, kalau hati Ikhsan sudah benar - benar ikhlas. "
"Bapak sama Ibu selalu menunggu kamu pulang. "
Sedangkan di tempat lain Ikhsan mematikan sambungan telepon nya setelah mengobrol dengan kedua orang tua nya.
Awwww
"Pelan - pelan Wil. " Ucap Ikhsan.
"Abang kenapa sih nggak jujur bilang saja, kalau kakak Abang yang melakukan ini semua."
"Biarlah Will, ini kan nggak ada bukti. Tapi saya tahu siapa yang melakukan nya. Salah satu dari mereka sebenarnya Anggota yang pernah tugas sama - sama Kak Akbar. Bisa di bilang mereka itu sangat menurut sama Kak Akbar. "
"Kita laporkan saja ke kesatuan nya, biar di berikan tindakan hukum."
__ADS_1
"Tidak usah, biarkan saja. "
"Bang, kenapa sih Abang sabar banget? "
"Disini saya yang salah, mengganggu istri Kakak saya. "
"Abang lakukan karena sakit hati kan, Abang wajar seperti itu. "
"Sudahlah Will, dia itu pasti nggak rela Mawar di rebut oleh saya. Sama hal nya saya juga."
"Abang itu, saya yang lihat nya saja geram."
Saat Ikhsan memejamkan mata tertidur dengan cara tertelungkup, Willy memotret punggung Ikhsan yang membiru dan memar.
"Semoga mantan kamu bisa menilai Bang. "
*****
"Bagus, semoga saja dia kapok. " Ucap Akbar.
"Dia tidak melawan, saat kami pukul dia hanya diam. "
"Bila di berulah kembali, kalian boleh beri pelajaran lagi yang lebih. Tapi ingat jangan sampai kalian hilang kan nyawanya. "
"Tenang saja, semua nya akan berjalan mulus. "
"Dia sudah berani mengganggu istri saya, saya pun tidak akan tinggal diam. "
"Kamu bisa hubungi saya lagi, kalau perlu bantuan. "
"Tenang saja, saya akan hubungi kamu lagi kalau tidak biar dengan tangan saya sendiri."
"Telepon siapa Mas? " Tanya Mawar tiba - tiba datang membawa segelas kopi dan pisang goreng.
"Saya hubungi lagi nanti. " Ucap Akbar langsung menutup ponsel nya.
"Oh ini teman. " Ucap Akbar.
"Kenapa, takut Mas teleponan sama wanita lain ya? " Ucap Akbar sambil mencolek dagu Mawar.
"Telepon sama wanita lain silahkan. " Ucap Mawar dengan wajah datar.
"Serius? "
"Iya serius, saya nggak bohong kok."
"Ehm... Mas tuh punya banyak nomer cewek ya lebih baik Mas hubungi akh. " Goda Akbar langsung memencet ponsel nya dan Mawar langsung merampas ponsel milik Akbar.
"Yank."
"Apa!!! Mau berani hubungi wanita lain di depan istri sendiri hah..!! "
"Katanya boleh hubungi wanita lain. "
"Awas aja ya.. kalau berani coba, Mas tidur di luar. "
"Tuh kan cemburu. "
"Nyebelin."
"Hahahahha... makan nya Yank, kalau pria di ijinin sama wanita nya itu adalah kesempatan emas. Kalau sudah kesempatan emas, jangan di sia - sia kan."
"Awas aja kalau berani macam - macam."
"Iya - iya maaf kan Mas, senyum dong bercanda gini. "
"Malas." Ucap Mawar bangun dari duduk nya namun tangan nya di tarik oleh Akbar hingga jatuh ke pangkuan Akbar.
"Ih lepasin Mas. " Ucap Mawar saat Akbar mengunci tubuh nya.
"Nggak, Mas ingin begini. " Ucap Akbar.
__ADS_1
"Berat Mas. "
"Nggak berat kok. "
"Mas, kok keras. "
"Habis kamu duduk nya nggak mau diam, di gerak - gerak in begini jadi keras dong bagian bawah Mas. "
"Dasar nya saja mesum."
"Habis kamu menggoda. "
"Alah.. gombal. "
"Emang benar. "
"Sudah akh, mau ke dapur lagi. "
"Sini aja, ngapain sih ke dapur terus. Sini temanin Mas. "
"Iya, saya lagi rebus Air Mas. "
"Nanti kesini lagi ya. "
"Iya."
Mawar bangun dari duduk di pangkuan Akbar langsung berjalan menuju ke arah dapur.
*****
Bunyi dering pesan di ponsel Mawar terdengar, Mawar setelah mematikan kompor langsung membuka ponsel nya.
"Bang Willy, kirim apa dia. " Ucap Mawar lalu membuka pesan yang di kirim kan oleh Willy.
"Astagfirullah..!!! " Mawar menutup mulut nya hingga tercengang saat melihat punggung Ikhsan yang memar penuh luka.
Ini ulah suami kamu, tak ingin mengotori tangan nya sendiri dia menyuruh orang untuk memukuli Bang Ikhsan. Karena kamu, Bang Ikhsan nekat melakukan hal yang membuat kakak nya marah. Bila namun tidak memulai nya mungkin Bang Ikhsan tidak seperti ini.
"Mas Akbar menyuruh orang untuk memukuli Mas Ikhsan. "
Sebuah chat pun masuk kembali dari Willy dan Mawar pun membaca isi chat tersebut.
Bahagia nya dia disini, dalam hati nya dia terluka. Kalian tega, bahagia di atas sakit hati orang yang selama ini tulus pada kalian.
"Mas Akbar, kenapa kamu tega sama Mas Ikhsan. "
*****
Aaaarrggghhh
Ikhsan meringis kesakitan saat bangun dari tidur nya, punggung nya terasa sangat kaku.Dengan bertelanjang dada Ikhsan berkaca punggung nya, melihat luka nya begitu sangat banyak.
"Sakit nya saya, lebih sakit lagi kalian menyakiti hati saya. Mawar kamu lihat, karena kamu punggung saya seperti ini. Tapi lebih sakit lagi luka yang kamu torehkan di hati saya, sakit nya sangat luar biasa. Kamu asal ingat, cinta saya tidak akan pernah pudar sampai mata ini tertutup. "
******
Plaaakk
"Yank." Akbar kaget saat Mawar tiba - tiba menampar pipi nya.
"Mas, kamu itu tega...!! " Bentak Mawar.
"Apa maksud kamu? "
.
.
.
.
__ADS_1
.