Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Ada Kisah Masa Lalu


__ADS_3

"Ih.. lucu banget anak kamu Nirmala. " Ucap Mawar saat menengok Nirmala di rumah sakit.


"Ganteng ya kayak Ayah nya. " Ucap Haikal.


"Terus setiap orang bilang seperti Ayah nya, Bunda nya yang melahirkan sekuat tenaga nggak ada mirip - mirip nya. " Ucap Nirmala.


"Segini ada yang mirip, nih hidung nya pesek kayak bunda nya. " Ucap Mawar.


"Ih.. Mawar, kamu mah. "


"Kenapa, orang fakta nih lihat hidung nya kayak kamu persis pesek. "


"Namanya siapa? " Tanya Akbar.


"Keanu Al Fatih." Jawab Haikal.


"Pasti calon prajurit kayak Ayah nya. " Ucap Akbar.


"Mau nya, tapi apa kata anak nya saja. " Ucap Haikal


"Kamu masuk berapa bulan? " Tanya Nirmala pada Mawar.


"Baru masuk tiga bulan. " Jawab Mawar.


"Sk belum turun? "


"Belum, belum ada kabar. "


"Semoga kamu lancar Mawar seperti Nirmala."


"Amin." Ucap Akbar dan Nirmala.


***


"Mas anak kita jenis kelamin nya apa ya? " Ucap Mawar sambil mengusap perut nya.


"Apa saja yang penting Sehat."


"Mudah - mudah an lahiran nanti lancar. "


"Amin." Ucap Akbar langsung mencium perut Mawar dan mengusap nya.


"Mas."


"Nanti kamar depan bekas Mas Ikhsan di pake buat kamar anak kita saja ya? "


"Iya, nggak apa - apa. "


"Saya lihat nggak ada barang milik dia satu pun. "


"Nanti Mas beresin dari sekarang, nanti Mas rombak. "


"Terima kasih Mas. "


"Sama - sama. "


*****


"Loh kamu sedang apa Akbar? " Tanya Ibu Ratih yang baru saja datang melihat Akbar sedang membongkar tempat tidur Ikhsan.


"Ini mau saya taro di gudang Bu, buat kamar calon anak Akbar. " Jawab Akbar.


"Kenapa harus pakai kamar Ikhsan, dia nanti akan kembali ke rumah ini. Pakai kamar satu nya lagi. "


"Maksud nya Bu, ini kamar nya nggak jauh sama kamar kami hanya satu tembok. Lagian Ikhsan nggak akan mungkin tidur di rumah ini kalau pun pulang dia pasti akan di rumah Mawar. "


"Apapun alasannya. " Ucap Ibu Ratih marah.


"Benar apa kata Ibu kamu. "Ucap Pak Handoko.


" Mawar, kamu jangan suruh Akbar minta keluarkan barang - barang punya Ikhsan. Walau tak ada satu pun biar lemari dan tempat tidur masih ada jangan di rubah - rubah."Ucap tegas Ibu Ratih.

__ADS_1


"Maaf kan saya Bu, saya salah. "Ucap Mawar.


Akbar lalu menghampiri Mawar dan mengusap punggung Mawar.


" Maaf ya. "


"Nggak apa - apa Mas, kita pakai kamar itu saja. "


"Iya, itu juga lebih luas. "


"Semua nya gara - gara Mawar, coba kalau kamu nggak kenal kedua anak saya nggak seperti ini. Ikhsan tidak mau pulang, telepon saja jarang aktif. " Ucap Ibu Ratih marah - marah dari dalam kamar nya.


"Ibu marah, karena kangen dengan Ikhsan. Tapi Ikhsan tidak mau pulang, bahkan ponsel nya jarang aktif sekarang. Mungkin dia ganti nomer. " Ucap Pak Handoko.


"Seharusnya, Ibu jangan lampiaskan sama Mawar. Tiba - tiba marah sama Mawar, kalau mau marah ya dari kemarin - kemarin kenapa baru sekarang. " Ucap Akbar.


"Mungkin Ibu saking rindu nya sama adik kamu."


*****


"Ibu kenapa sih, jangan seperti itu nggak baik."


"Ibu hanya ingin Ikhsan Pak, Ibu sekarang berpikir ini semua nya gara - gara perempuan bernama Mawar. "


"Kalau mau benci sama Mawar kenapa baru sekarang, kenapa nggak dari kemarin. Mawar sekarang menantu kita, suaminya anak kandung kita. "


"Ibu tahu, Ikhsan bagi ibu juga dia adalah anak ibu. "


"Ibu hanya ingin Ikhsan Pak, Ibu kangen Ikhsan. "


*****


"Kamu Ikhsan kan? "


"Ibu, siap benar Bu saya Ikhsan. " Ucap Ikhsan langsung berdiri saat Ibu Neta datang menghampiri.


"Maaf, saya belum hafal semua sama Ajudan suami saya hingga pengawal anak saya. Karena saya baru pulang dari luar negeri."


"Kamu orang mana? "


"Saya asli kota S. "


"Kota S, tinggal dimana? Saya juga orang sana. "


"Saya tinggal di panahan Bu. "


"Panahan!! "


"Benar Bu. "


"Saya juga orang dari kota S, tapi bukan dari panahan. "


"Ternyata ketemu sama orang satu kabupaten ya bu. " Ucap Ikhsan.


*****


"Apa itu benar kamu, 31 tahun yang lalu saya buang. Kalau benar, maaf kan Bunda nak. Bunda terpaksa melakukan ini semua. " Ucap Ibu Neta sambil menatap photo seorang bayi yang baru saja lahir.


"Bunda."


Ibu Neta langsung menghapus air matanya dan dengan segera masukan photo tersebut ke dalam kantong baju nya.


"Ayah masih ada di rumah? " Tanya Ibu Neta .


"Ada yang tertinggal, ini Ayah lupa benda satu ini. " Jawab Pak Muji mengambil dompet nya.


"Ayah."


"Kenapa Bund? "


"Ayah masih ingat kan cerita Bunda 31 tahun yang lalu. "

__ADS_1


"Kenapa Bunda? "


"Bunda merasa menemukan anak Bunda."


Pak Muji menatap serius pada sang istri hingga menarik pelan tangan nya untuk duduk di tepi tempat tidur.


"Apa anak tiri Ayah masih hidup? "


"Bunda belum yakin dia bukan, tapi perasaan Bunda sangat yakin. "


"Kalau benar, tunjukkan pada Ayah dimana dia


Kita rangkul dia Bunda, bagaimana juga dia kakak Viola. "


"Tapi apakah dia akan menerima Bunda, Ibu yang tega membuang nya karena perintah Oma. "


"Oma sudah meninggal sejak satu tahun kejadian itu, Bunda kan tahu Ayah itu menerima Bunda apa adanya. Ayah nggak peduli saat kedua orang tua Ayah menolak anak Bunda tapi bagi Ayah dia anak Ayah juga. "


"Terima kasih Yah, terima kasih."


*****


"Viola...!!! " Teriak Ikhsan saat tahu Viola sudah berada di kamar Ikhsan.


"Kenapa Bang, kaget. " Ucap Viola.


"Keluar kamu..!! " Bentak Ikhsan berkacak pinggang yang hanya mengenakan handuk sepinggang.


"Wow keren banget, itu otot - otot nya. "


"Keluar bocil...!!! "


"Nggak mau. "


"Ya Allah, ini bocah. Kalau bukan anak atasan sudah saya tendang kamu. "


"Abang seksi kalau lagi marah. "


"Viola keluar kamu, jangan sampai kamu saya tendang. "


"Nggak mau. "


"Viola....!!! "


"Nggak mau. "


Ikhsan berjalan ke arah pintu dan membuka lebar pintu tersebut.


"Cepat keluar, kalau tidak saya tarik paksa kamu. "


Viola berjalan mendekat ke arah Ikhsan dengan sangat berani Viola menelusuri dada Ikhsan yang masih basah.


"Santai aja dong, nggak usah marah - marah begitu. Kalau marah saya jadi takut. "


Ikhsan memegang kencang tangan Viola, lalu berbisik ke telinga Viola.


"Kamu tahu, kalau sudah masuk kandang macan bagaimana reaksi macan nya? "


Mata Viola membulat sempurna dan berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Ikhsan.


"Sekali terkam, kamu akan menyesal seumur hidup. "


Ikhsan langsung melepaskan Viola, dan Viola pun langsung berlari keluar dari kamar Ikhsan.


"Dasar bocil. "


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2