Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Sebuah Harapan


__ADS_3

Ikhsan terus bermain cantik saat Mawar tak bergeming tertidur pulas, hingga sadar saat Ikhsan terus menghentak - hentak kan, mata Mawar membuka lebar hingga saat Ikhsan sudah berada di atas tubuh nya, Ikhsan langsung membungkam mulut Mawar dengan ciuman, Mawar pun lantas terbuai dengan permainan Ikhsan, hingga berbagai posisi mereka lakukan.


"Yank, mau keluar....!!! " Ucap Ikhsan dengan cepat menghentakkan sodokan nya.


Mawar pun merasakan akan lepas, hingga mengambang terbang dan sama - sama mencapai puncak.


"Makasih sayang. " Ucap Ikhsan mengecup kening Mawar.


"Jahat, gangguin orang tidur." Ucap Mawar.


"Tapi enak kan. "


"Iya." Ucap Mawar sambil tersenyum.


"Di bersihkan dulu, nanti tidur. "


****


Ikhsan terus menciumi pipi gembul Satria yang masih tertidur pulas, sedangkan Mawar menyiapkan pakaian Ikhsan masuk kedalam ransel nya.


"Sarapan dulu ya? " Ucap Mawar.


"Nggak akh, nanti di jalan saja. " Ucap Ikhsan.


"Sedikit saja, dari pada sarapan di jalan. " Ucap Mawar keluar dari kamar nya.


Ikhsan mengikuti langkah Mawar yang sedang menuju ke arah meja makan. Selembar roti dengan selai nanas Mawar oleskan dan satu gelas susu di berikan pada Ikhsan.


"Sarapan ini aja dulu. "


Ikhsan memakan roti dan susu yang di siapkan Mawar, dan membantu mengambil sepatu suami nya lantas memakai kan nya.


"Makasih sayang. "


"Sama - sama sayang, hati - hati di jalan."


"Iya, nanti Mas transfer uang belanja nya."


"Yang kemarin masih. "

__ADS_1


"Buat Satria, beli ini itu. Buat Mamah juga. "


Ikhsan mencium kening Mawar dan mencium bibir nya, Mawar mencium punggung tangan Ikhsan dan mengantar sampai pintu depan.


"Mas, berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam."


Setelah Ikhsan pergi, Mawar merasakan mual di perut nya, dengan berlari Mawar langsung menuju ke arah Wastafel.


Hoek.. hoek..


Semua isi dalam perut nya Mawar keluar kan, hingga rasa pahit yang tersisa. Maesaroh menghampiri Mawar dan membantu memijat tengkuk leher Mawar.


"Ibu hamil? " Tanya Maesaroh.


"Nggak tahu, saya belum cek. " Jawab Mawar.


"Semoga ya Bu. "


"Amin."


Mawar merasakan mual kembali namun hanya mual tidak keluar apapun, hingga rasa lemas yang kini di rasakan Mawar.


"Saya ke kamar Mba Mae. "


Mawar membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, Satria menggeliat bangun dan merangkak mendekati Mamah nya. Wajah khas bangun tidur, Satria langsung naik ke atas mamah nya.


"Mamah mual sayang, jangan naik ke atas." Mawar menurun kan Satria hingga berbaring di samping Mawar.


"Pap.. pap.. " Ucap Satria.


"Papi sudah berangkat dinas nak, nanti kalau sampai juga telepon."


****


"Mas sudah sampai nih, sedang sibuk ya? " Ucap Ikhsan melalui ponsel nya.


"Ijin Mas hari ini. "Ucap Mawar dari seberang.

__ADS_1


"Kenapa, sakit? " Ucap Ikhsan panik.


"Mual banget Mas, ini juga lagi rebahan. Satria sama Mba Mae sekarang. "


"Aduh gimana nih, kamu sakit Mas sudah berangkat. "


"Nggak apa - apa Mas, nanti ini juga mau di cek. Siapa tahu hamil. "


"Hamil, memangnya telat? "


"Iya Mas, seharusnya sudah keluar."


"Kalau benar, Alhamdulillah Mah. Papi mau jadi orang tua. "


"Amin.. nanti Mamah kabari ya. "


"Papi tunggu Mah, beneran ya apapun hasilnya Mamah harus kasih kabar. "


"Iya Pap, nanti Mamah kabari."


Ikhsan tersenyum bahagia saat mendengar kabar Mawar telat haid, dan langsung loncat gembira.


"Kenapa Bang? " Tanya Willy saat melihat Ikhsan sedang meloncat - loncat.


"Willy, Mawar seperti nya hamil. " Jawab Ikhsan.


"Selamat Bang, selamat. "


"Ya Allah semoga, Mawar memberikan kabar gembira. "


.


.


.


Mampir karya baru sudah up....!!!


Cek profil....

__ADS_1


Atau cari dengan judul....


Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu


__ADS_2