Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Masalah Keluarga


__ADS_3

5 Tahun Kemudian


"Papi kalau kuncir rambut itu yang benar, masa satu ke atas satu nya ke bawah, ini lagi banyak anak rambut nya. " Ucap Love dengan cemberut.


"Aduh sayang, Papi kan nggak bisa kuncir rambut, semenjak Mba Mae berhenti karena punya anak kalian kan di urus sama Oma, sekarang karena opa sedang sakit Oma nggak bisa kesini. " Ucap Ikhsan menjelaskan.


"Papi, kok seragam Satria belum di setrika." Udah Satria menunjukkan seragam nya yang kusut.


"Sebentar ya nak, Papi bereskan masalah kuncir rambut Love. " Ucap Ikhsan.


"Papi, lihat sudah jam berapa ini, coba kalau ada Mamah pasti nggak begini. "Ucap Satria.


" Benar, Mamah itu wonder woman segala - gala bisa, sedangkan Papi bisa apa. " Celetuk Love.


"Eh ini anak - anak kalau ngomong, kalian tahu kalau nggak ada yang nama nya Papi kalian nggak akan bisa lahir ke dunia."


"Tapi Mamah itu hebat Papi. " Ucap Love.


"Benar, Mamah itu hebat. " Ucap Satria.


"Mamah... cepat pulang dong, pelatihan baru berangkat kemarin saja lama nya seperti sudah satu tahun di tinggal sama kamu." Ucap Ikhsan.


*****


"Nanti Papi jemput kamu pulang sekolah." Ucap Ikhsan saat mengantar Satria yang kini sudah masuk Taman Kanak-kanak.


"Siap Papi. " Ucap Satria.


"Ingat, jangan jajan sembarangan, Papi sudah bawakan roti selai cokelat sama susu kotak." Ucap Ikhsan.


"Kakak, nanti jangan suka ngintip rok teman cewek ya. " Ucap Love.


"Adik..!! " Bentak Satria.


"Apa...!!! Kakak suka begitu? " Ucap Ikhsan.


"Ng - nggak Pap. " Ucap Satria gugup.


"Katakan sama Papi, dan ingat Papi nggak pernah menyuruh kamu untuk seperti itu."


"Pagi Pak. " Sapa guru Satria.


"Pagi Bu. " Ucap Satria.


"Satria ayo masuk, sebentar lagi bel bunyi."


"Baik Bu. " Satria langsung berjalan masuk menuju kedalam kelas nya.


"Mohon maaf Pak, bisa bicara sebentar kebetulan saya bertemu sama Bapak langsung. " Ucap Ibu Susani guru Satria.


"Boleh Bu, ada apa? "

__ADS_1


"Begini Pak, orang tua disini pada negur kami karena atas laporan anak - anak mereka, Satria sering mengintip atau menarik rok teman - teman nya, kalau bisa tolong ya Pak jangan di biasakan walau bercanda itu bisa keterusan. "


"Aduh Bu, saya mohon maaf sekali, tolong sampai kan maaf saya sebagai Papi nya Satria. Sampai kan maaf saya ya Bu, nanti saya akan tegur Satria. " Ucap Ikhsan yang malu karena ulah putra nya.


"Nanti saya sampaikan, karena masih anak - anak masih belum terlambat. "


****


Love ikut bersama Papi nya Dinas,Love yang anteng bermain monopoli sendiri di ruangan Papi nya.


"Eh.. ada Love, ikut Papi? " Ucap Willy sambil mengusap kepala Love.


"Iya Om, Mamah lagi Dinas keluar kota." Ucap Love.


"Bang muka kenapa? " Tanya Willy sambil mengambil cemilan Love.


"Eh.. main ambil saja, Love nyariin nangis nya bisa geger se Batalyon. " Jawab Ikhsan.


"Satu bungkus aja Bang, kenapa sih? "


"Satria masih kecil kena kasus. "


"Hah.. kasus apa Bang? "


"Itu anak nakal banget di sekolah, kalau di rumah nggak nakal. Masa teman perempuan nya itu rok di tarik kadang di intip, Ya Allah itu anak, Mamah nya belum tahu ulah anak nya bandel begitu. "


"Tegur baik - baik Bang. "


"Pantas, adik nya bilang si Kakak begitu. "


"Ngaku, dia kan paling takut kalau saya marah."


"Pelan - pelan Bang. "


*****


"Mas Pap? " Ucap Mawar dari seberang.


"Fakta begitu Mah, guru nya yang bilang sendiri. " Ucap Ikhsan.


"Fitnah kali Pap, kita pindahkan sekolah nya."


"Mah, fitnah bagaimana, anak nya saja mengaku. Mau pindahkan anak sekolah, kalau kelakuan nya nggak berubah mau pindah sampai sepuluh kali juga tetap saja."


"Jadi gimana? " Ucap Mawar.


"Gimana apanya Mah, kita ini orang tua, ya tegur lah mumpung Satria masih kecil, kita harus punya rasa malu masa anak Tentara sama PNS kelakuan anak nya seperti itu."


"Nanti Mamah pulang, juga bakalan bicara sama Satria. "


*****

__ADS_1


Ikhsan mendampingi kedua anak nya yang sedang berada di ruang keluarga, Satria yang sedang bermain PlayStation, sedangkan Love sedang menggambar.


"Satu jam lagi, kalian harus tidur , jangan malam - malam tidur nya. " Ucap Ikhsan.


"Iya Papi...!! " Ucap Satria dan Love.


"Satria." Panggil Ikhsan.


"Iya Papi. " Ucap Satria yang sambil fokus pada layar televisi dengan memainkan stik.


"Matikan dulu. " Ucap Ikhsan dan Satria pun menurut langsung matikan permainan nya.


"Papi ingat kan, kalau Satria nakal lagi Papi hukum. "


"Maaf Papi. "


"Itu perbuatan nggak baik, jangan ulangi.Janji kamu? "


"Satria janji Papi. "


"Papi pegang janji kamu, dan ingat kalau kamu nakal, Papah Akbar akan sedih lihat kamu di dari surga. "


*****


"Hore.... akhirnya Mamah pulang. " Sambut Love dan Satria langsung memeluk Mawar.


"Kangen ya sama Mamah, satu minggu di tinggal Mamah kok pakaian kalian nggak wangi sih? " Ucap Mawar sambil mencium pakaian yang di kenakan Love dan Satria.


"Mamah, Papi yang Love lihat kalau cuci nggak pakai pewangi. " Bisik Love.


Mawar langsung melirik ke arah Ikhsan yang sedang menarik koper milik Mawar.


"Apa yang di katakan Love itu benar Papi?"


"Apa? " Ucap Ikhsan.


"Kata Love Papi mencuci pakaian nggak pakai pewangi, ini pakaian anak - anak nggak pakai pewangi ya. " Ucap Mawar.


"Ke sekolah juga seragam harus mendadak di setrika, kalau lupa ya sudah sekolah seragam nya kusut. " Ucap Satria.


"Ih... Papi, kok jorok sih. " Ucap Mawar kesal.


"Jorok gimana Mah, pakaian Papi cuci di mesin cuci, anak - anak mandi tepat waktu tetap saja di bilang jorok. "


"Satria kenapa sekolah nggak rapih, ini pakaian yang di pakai sehari - hari kenapa nggak wangi. Apa kata teman - teman nya ih Papi, anak. - anak kan kalau main di luar bau matahari, kalau pakaian wangi kan enak tuh nggak bau matahari. " Omel Mawar.


"Sekarang , ada Mamah, Papi merdeka...!! "


"Papi....!!! "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2