Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Rasa Itu


__ADS_3

Ikhsan menggendong Satria di cium nya kedua pipi Satria yang gembul, bayi yang baru berusia hampir satu minggu ini tampak tenang dalam gendongan Ikhsan.


"Papi berangkat lagi ya nak, nanti Papi sering telepon Mamah. Satria jangan rewel kasihan Mamah, Papi akan rindu sama kamu."


Ikhsan berkali - kali mencium kedua pipi Satria dan menggendong dengan buaian kasih sayang serta seakan tidak ingin lepas seperti anak nya sendiri.


"Sini Mas, nanti keburu siang perjalanan kan dua sampai tiga jam dari sini." Ucap Mawar.


"Lima menit lagi, Mas berat berpisah sama Satria. " Ucap Ikhsan.


Mawar hanya diam sembari kembali duduk di sofa, saat Ikhsan akan memberikan pada Mawar Satria menangis seakan paham akan berpisah.


"Papi kerja dulu sayang, Papi cari uang buat Satria. Jangan nangis ya, sekarang Satria sama Mamah. "


Satria yang seakan mengerti bahasa orang dewasa, saat beralih gendongan Satria diam. Ikhsan kembali mencium kening Satria dan tak lupa mengusap kepalanya.


"Mas berangkat ya, kalau ada apa - apa jangan lupa kabari Mas. "


"Iya Mas, hati - hati. "


Ikhsan pun pergi dengan menggunakan motor nya untuk kembali berdinas. Sedangkan Mawar membawa Satria masuk kedalam kamar nya.


"Mawar."Panggil Ibu Ratih.


"Ibu, ya ada apa? "Ucap Mawar.


" Ibu sudah mendapatkan buat pengasuh Satria, dia itu istri dari anak buah Bapak. Namanya Maesaroh, kamu bisa panggil mba Mae. " Ucap Ibu Ratih sambil mengenalkan Maesaroh pada Mawar.


"Bu, saya nanti akan membantu Ibu disini." Ucap Maesaroh.


"Mba Mae, pengalaman mengasuh bayi? "


"Alhamdulillah, saya pernah kerja jadi TKW dulu mengasuh anak kecil bahkan bayi baru lahir selama 6 tahun itu dua majikan, terus di timur tengah 5 tahun mengurus rumah tangga. "


"Wah.. pengalaman ya. "


"Makan nya Ibu ambil dia. " Ucap Ibu Ratih.


"Jadi mulai kapan Bu, saya bisa kerja. " Ucap Maesaroh.


"Besok juga nggak apa - apa, tapi kerjakan yang lain saja dulu karena saya kan masih cuti jadi Satria masih saya yang asuh."


"Baik Bu, nanti besok saya kembali lagi. "


"Mae, nanti kalau saya pergi dan suami kamu kan ikut kami, kamu tinggal disini. " Ucap Ibu Ratih.


"Baik Bu. "


"Terus anak mba Mae gimana? "


"Anak saya, ikut sama suami saya yang pertama. Kalau sama yang sekarang belum punya anak. Sudah hampir 6 tahun kami menikah mungkin belum di kasih rejeki."


"Oh begitu, ya sudah sekarang mba beresi kamar saja yang nanti mau di tempati Mba Mae. Kamar yang dekat kamar tamu ya Bu disitu? " Ucap Mawar.


"Iya di situ saja, di dalam kamar nya sudah ada kamar mandi jadi kamu enak mau ngapain juga nyaman. Dan ada TV nya itu biasa kamar di pakai Ikhsan atau Akbar main PS sama teman - teman nya waktu masih pada sekolah. " Ucap Ibu Ratih.


*****


"Ikhsan kamu nanti Ayah tugas kan di Batalyon Y 14." Ucap Pak Muji.


"Saya tidak jadi Ajudan lagi? " Ucap Ikhsan.


"Masa anak Ayah di jadikan Ajudan, nanti kamu akan tugas disana. "


"Apa saya nggak boleh minta. "


"Minta apa? "

__ADS_1


"Saya ingin di tempat kan tugas di kota S, apa Ayah bisa? "


"Kenapa kamu ingin disana? "


"Jujur Yah, saya ingin dekat sama Mawar."


"Bisa di atur, tapi kamu jalani dulu disana. Ayah nggak seenak nya merubah bagaimana pun Ayah punya kekuasaan jangan di kira Ayah Jenderal seenak nya sendiri."


"Maaf Ayah. "


"Iya nggak apa - apa, kamu baru bilang sekarang. "


"Ya baru mau bilang sama Ayah eh sudah ke dahulu an. "


"Maaf ya. "


"Iya nggak apa - apa Ayah. "


*****


"Sayang anak Mamah, pup ya.. Mamah ganti ya nak. " Ucap Mawar sambil mengganti pampers Satria.


Telepon Mawar berdering, tertera nama Ikhsan yang menelepon. Mawar mematikan dan berganti dengan video call.


"Satria belum tidur jam segini? " Tanya Ikhsan yang terlihat sedang tiduran di kamar nya.


"Kebangun karena Pup. " Jawab Mawar.


Satria menoleh ke arah ponsel Mawar seakan tahun suara Ikhsan yang sedang mengobrol dengan Mamah nya.


"Hallo sayang, bobo lagi ya masih malam. "


"Papi juga bobo ya, Mamah juga ngantuk."


"Papi tutup ya, met malam. "


"Bagaimana sih caranya mendapatkan Mamah kamu, Papi ingin mendapatkan nya lagi. "


*****


"Bang Ikhsan. "


"Hai.. Rengganis. "


"Abang mau ketemu siapa? "


"Sekarang kita ketemu lagi dan akan setiap hari ketemu." Ucap Ikhsan.


"Artinya apa nih Bang, apa kita akan CLBK lagi?"


"Mau nya kamu, yuk antar Abang ke ruangan."


*****


"Ibu kok nggak bilang mau kesini? " Tanya Mawar pada Ibu Neta.


"Kejutan, ehm.. kamu panggil Bunda saja ya seperti Ikhsan. " Jawab Ibu Neta.


"Bunda ya, iya deh. " Ucap Mawar sambil tersenyum.


"Bunda bawakan hadiah buat Satria, Bunda kemarin ke mall ingat sama anak kamu."


"Bunda kan jauh hanya kasih ini doang, seharusnya nggak usah repot - repot. "


"Nggak apa - apa, kedua mertua kamu mana?"


"Mereka sedang berdagang, sekarang sih masih di dalam kabupaten. "

__ADS_1


"Pedagang keliling ya. "


"Iya benar,Bunda mau minum apa? "


"Nggak usah sayang, kamu duduk saja. Satria mana? "


"Ada di kamar, Bunda mau lihat? "


"Iya, Bunda mau lihat. "


Ibu Neta mengangkat tubuh Satria, bayi mungil ini menggeliat saat tubuh nya di angkat.


"Lucu banget sih kamu nak, jadi kamu sendirian? "


"Ada asisten rumah tangga. "


"Oh kirain Bunda sendirian, Ikhsan juga tinggal sama Bunda sekarang malah tinggal di Barak. "


Mawar hanya tersenyum dan hanya menatap ke arah photo Akbar dengan seragam lengkap nya.


"Saya kangen kamu mas. "


******


"Bang, sarapan. " Rengganis memberikan sarapan nasi kuning di dalam kotak nasi.


"Makasih ya, kebetulan belum sarapan." Ucap Ikhsan langsung membuka tutup kotak nasi tersebut.


"Bang, masih suka sama jus semangka? "


"Kamu masih ingat, padahal sudah lama nggak minum jus semangka. "


"Sekarang minum deh, dulu kan suka minta saya buatkan jus semangka. "


"Makasih ya. "


"Sama - sama Bang. "


Ikhsan mengambil ponsel nya sambil membalas chat masuk. Rengganis melihat photo di casing belakang ponsel milik Ikhsan terdapat photo seorang bayi.


"Abang itu photo bayi siapa? "


"Oh ini, ponakan . " Ucap Ikhsan sambil membalik ponsel nya.


"Maksud nya anak Bang Akbar. "


"Iya, kemarin cuti karena Mawar melahirkan baru pulang setelah mereka keluar dari rumah sakit. "


"Rasa nya Abang berlebihan. "


"Maksud nya? "


"Abang seperti tidak hanya menganggap sebagai kakak ipar tapi layak seorang yang spesial. "


"Iya, karena dia sangat spesial buat saya."


"Abang dulu tidak seperti itu sama saya. "


"Kamu sama dia beda Rengganis, rasa cinta nya juga beda. " Ucap Ikhsan melanjutkan kembali makan nya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2