Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Rasa Itu


__ADS_3

"Hiks.. hiks.. "


"Kamu kenapa Murni? " Tanya Ibu Neta dan Viola , saat melihat Murni menangis sesenggukan.


"Hiks.. hiks..hiks.. Bu, apa Murni nggak cantik ya? " Jawab Murni bertanya kembali.


Ibu Neta tersenyum dan mengusap punggung Murni.


"Kata siapa kamu nggak cantik, kamu cantik kok. " Ucap Ibu Neta.


"Ibu bohong, bilang begitu supaya Murni tenang kan? "


Ibu Neta mengerut kan kening nya dan kembali tersenyum, sambil memegang kedua pundak Murni.


"Ibu nggak bohong, saksi nya Viola kalau kamu cantik. "


"Kamu kenapa sih Murni, tiba - tiba bicara begitu? " Tanya Viola.


"Saya ditolak mentah - mentah sama Mas Ikhsan. " Jawab Murni.


Ibu Neta dan Viola tersenyum, Ibu Neta memeluk tubuh Murni.


"Alangkah bagus nya itu cinta tidak di paksakan, hak mencintai dan menyukai adalah hak setiap orang. Tapi kamu juga harus bisa menerima kenyataan nya."


"Begitu besar nya, Mas Ikhsan mencintai Mawar hingga saya mencoba mengetuk pintu hati nya dia tidak mau membuka nya."


"Terima kasih kamu sudah mencintai anak Ibu, orang tua pasti lah ingin yang terbaik apalagi kamu itu tahu gimana bibit bebet bobot nya tapi semua nya tidak bisa di paksakan. "


"Sakit kan jatuh nya? " Sindir Viola.


"Sakit banget tahu, sampai ke jantung dan hati. " Ucap Murni.


****


"Loh kok Bang, jam tangan nya nggak di pakai sih malah pakai jam tangan ini? "


"Kenapa? "


"Itu jam tangan sport cowok bukan beli nya saya. " Ucap Rengganis saat melihat Ikhsan sedang duduk setelah lari keliling lapangan.


"Ya terus kenapa? "


"Kenapa nggak di pakai? "


"Nanti juga di pakai, kan ganti - ganti."


"Itu pemberian dari siapa sih? "


"Kepo banget sih kamu, mau tahu ini dari Mawar calon istri saya. "


"Ma - Mawar, calon istri Abang. Kapan peresmian nya? "


"Perlu ya kamu tahu segala nya, nanti tunggu saja undangan pernikahan kami."


Rengganis berkaca - kaca serasa sangat sakit dan sesak, saat sang mantan tidak melirik nya kembali bahkan tidak bisa dimiliki.


"Hebat nya apa sih Bang Mawar itu, saya mantan dia mantan kenapa berbeda. "


"Saya pernah bilang, kalau dia itu adalah Mantan terindah dan cinta pertama yang tidak akan pernah hilang. Kamu bagi saya saat itu entah hubungan yang seperti apa , rasa pun biasa saja. "


"Apa setiap lelaki seperti ini, dengan saya hanya menjalin saja tanpa ada rasa sedikit pun. "


"Maafkan saya Rengganis, kita lebih baik berteman. Masa lalu kita tidak mungkin kembali, masa itu juga kita tidak ada kan hal yang indah. "


"Saya pergi dulu Bang, permisi. " Ucap Rengganis yang langsung bangun dan pergi dengan berlari.

__ADS_1


"Bang, Rengganis kenapa? " Tanya Willy saat menghampiri Ikhsan.


"Biasa, urusan orang dewasa. " Jawab Ikhsan.


"Oh jadi di bawah umur nggak boleh tahu ya?" Ucap Willy.


"Iya kamu kan masih kecil. " Ucap Ikhsan sambil tertawa.


"Enak aja Bang, gini - gini sudah nebar bibit unggul. "


"Wuidih, selamat ya. Tahu - tahu istri hamil, nikah nggak bilang - bilang. " Ucap Ikhsan.


"Nah ini bilang Bang. "


"Sekali lagi selamat. "


"Terima kasih Bang, cepat lah Bang menikah. Ajak Mawar naik ke pelaminan biar Abang juga bisa punya anak sendiri. "


"Satria anak saya. "


"Beda lah Bang, rasa anak sendiri sama anak Tiri. "


"Sedang berusaha, sedikit lagi dia ada di genggaman tangan saya. "


******


"Mba Mae saya berangkat dulu ya, stok ASI banyak jadi jangan khawatir saya pulang sore juga. "


"Baik Bu. " Ucap Maesaroh sambil menggendong Satria.


"Nanti saya pesan kan online saja Pampers habis kan, nanti saya belikan sekalian stok." Ucap Mawar sambil bersiap - siap berangkat kerja.


"Mamah berangkat dulu sayang, jangan nakal ya. " Ucap Mawar sambil mencium kening Satria.


****


"Iya, serah terima nya hari ini. " Jawab Wanti.


"Saya ketinggalan info nggak pantau group kalau hari ini serah terima nya. "


"Katanya sih kepala Perpustakaan sekarang masih muda, katanya dia itu dulu nya kabib di dinas Kebersihan. '


" Oh... gitu cerita nya. "


"Nah yuk kesana, dia datang. " Ucap Wanti.


Semua staf dinas perpustakaan umum Daerah menyambut kepala Perpustakaan yang baru, satu persatu di salami hingga giliran pada Mawar kepala Perpustakaan yang baru menatap lama dengan jabatan tangan yang tidak di lepas - lepas.


"Ehm.. maaf Pak, apa sudah selesai jabatan tangan nya? " Ucap Mawar yang menyadarkan nya.


"Oh.. maaf ya bu, salam kenal saya Jefri dan nama Ibu siapa? "


"Saya Mawar Pak. "


Jefri pun tersenyum dan melanjutkan langkah ny kembali.


"Pak Jefri ganteng ya. " Bisik Wanti.


"Orang ganteng saja kelihatan. " Ucap Mawar.


"Kepala nya model begini saya betah lama - lama disini. "


"Tahu - tahu besok kamu di mutasi di dinas lain tahun rasa. " Ucap Mawar sambil terkekeh.


"Jangan dulu dong, kepala nya ganteng banget, kayak artis k-pop. "

__ADS_1


"Ingat suami di rumah. " Bisik Mawar.


*****


"Saya lagi makan siang Mas. " Ucap Mawar saat menerima panggilan telepon dari Ikhsan.


"Makan yang banyak, biar ASI nya lancar. " Ucap Ikhsan dari seberang.


"Nggak di bilangin juga ASI banyak kok, Satria tambah gemuk, mamah nya juga sama."


"Sudah 3 bulan, Mas nggak pulang. Kangen Satria sama Mamah nya juga. "


"Kan setiap hari telepon, masih saja kangen."


"Beda Mah, beda antara ketemu asli sama lewat telepon."


"Mamah - mamah emang saya mamah nya Mas. "


"Kan Mamah nya Satria, calon Mamah nya anak - anak nya Mas. "


"Ih pede amat, jadi suami aja belum. Tahu - tahu bilang begitu."


"Kan mau. "


"Melamar aja belum, nembak aja kagak."


"Ya sudah, Mas mau bilang kalau Mas cinta sama kamu, mau nggak jadi istri Mas bukan pacar tapi langsung jadi istri."


"Jadi ceritanya nembak atau melamar nih? "


"Dua - dua nya juga boleh. "


"Gimana ya, nggak pantes lewat telepon."


"Beneran ya Mas on the way sekarang nih, mau ungkapin secara resmi. "


"So aja, paling - paling php. "


"Eh.. nantang ya, beneran nih Mas on the way sekarang. "


"Kapan? " Tanya Mawar.


"Sekarang lah masa tahun depan. " Jawab Ikhsan.


"Alah paling juga janji - janji manis kayak dulu."


"Nggak serius tahu, Mas on the way sekarang."


Tut


Panggilan langsung di putus sepihak oleh Ikhsan, Mawar hanya senyam senyum sendiri setelah menerima panggilan telepon dari Ikhsan.


"Saya tunggu Mas, saya tunggu janji kamu seperti janji kamu yang dulu - dulu pernah kamu ucapkan pada saya."


*****


"Bang mau kemana?" Tanya Willy dan Rengganis pun ada di samping nya.


"Mau menjemput masa depan yang sudah di depan mata. " Jawab Ikhsan langsung naik ke atas motor nya.


"Semoga sukses Bang...!!! " Teriak Willy.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2