
Maya memeriksa tubuh Mawar yang semakin lemah, terlihat bagian depan dada nya banyak berupa gigitan hingga luka yang belum kering.
"Apa dia kena KDRT? " Tanya Maya.
"Dia bilang begitu." Jawab Ikhsan.
"Dia sedang hamil juga. "
"Berapa bulan? "
"Belum satu bulan prediksi saya, lebih jelas datang ke dokter kandungan."
"Jadi sekarang saya harus bagaimana?"
"Bawa dia ke rumah sakit, saya takut terjadi kenapa - napa pada janin nya. Dia bilang merasakan nyeri di bagian bawah perut, saat saya pegang tadi. "
"Antar kami ke rumah sakit. " Ucap Ikhsan mendekat pada tubuh Mawar, namun Mawar menggeleng kan kepala nya.
"Saya disini saja Mas, kamu jangan terlalu baik pada saya. Banyak salah yang saya lakukan sama Mas. " Ucap Mawar pelan.
"Mau kamu banyak salah, mau kamu nggak banyak salah. Ada kehidupan di dalam perut kamu, ada ponakan saya di dalam perut kamu. Apa kamu mau dia tidak selamat? Kamu membuat sama Kak Akbar dengan cinta kan, dia itu seperti itu karena emosi pada saya. Masalah urusan Kak Akbar biar Mas yang hadapi. "
"Jangan Mas, dia nanti akan melukai Mas."
"Percaya sama Mas, Kak Akbar tidak akan pernah melukai Mas. " Ucap Ikhsan langsung mengangkat tubuh Mawar.
*****
Willy dan Mata memperhatikan Ikhsan, yang terus berada di samping Mawar. Tangan Ikhsan terlihat masih menggenggam erat tangan Mawar yang sedang tertidur.
"Begitu besar kamu mencintai nya, beribu tombak dia arahkan pada kamu tapi kamu tetap mencintai wanita seperti dia." Ucap Maya.
"Itulah cinta, kalau saya jadi Bang Ikhsan saya akan cari wanita lain." Ucap Willy.
"Pasti dia menyesal, bagaimana suami nya perlakukan dia. "
"Dia rela datang jauh - jauh hanya untuk bertemu mantan, sekedar bilang minta maaf atau hanya ingin minta kembali."
"Seperti tidak memiliki harga diri." Ucap Maya sinis.
"Kalian jangan bicara di belakang saya, mau kalian katakan Mawar seperti apa, saya tetap mencintai nya. "
"Apa kamu akan menjadi calon Ayah sambung nya? "Ucap Maya.
"Saya akan ambil Mawar, kalau kedua kali nya Kak Akbar menyiksa lagi."
"Kak Akbar, seperti itu karena kamu. Coba kalau kamu tidak memulai duluan."
"May, hati saya sakit. Walau sakit saya tetap mencintai Mawar. Kak Akbar pun awal nya tidak tahu dia itu kekasih saya tapi saat tahu kami pasangan kekasih dia tidak mundur karena mereka hampir melakukan hubungan terlarang. Mawar pun salah, tapi tidak semua salah Mawar, saya yang salah. Terlalu banyak untuk dia menunggu dan sabar. "Ucap Ikhsan.
" Jadi, sekarang kamu mau gimana? " Tanya Maya.
"Saya akan bawa pulang Mawar, kembali pada suami nya. Tapi bila tahu dia kasar lagi pada Mawar saya akan ambil dia. " Jawab Ikhsan.
*****
"Makan dulu? " Ucap Ikhsan sambil mengarahkan sendok ke mulut Mawar.
"Saya makan sendiri saja Mas. " Ucap Mawar yang masih terlihat lemas.
"Kamu masih lemas, bagaimana mau pegang sendok. "
"Mas harus dinas, Mas terlalu banyak di luar waktu nya sama saya. Biar saya sendirian saja. "
__ADS_1
"Kamu datang jauh - jauh untuk menemui Mas kan, eh malah tamu nya masuk rumah sakit. Apa tuan rumah akan membiarkan seperti ini? "
"Mas, apa Mas akan kasih tahu Mas Akbar? "
"Iya, tapi disana. Nanti Mas antar kamu pulang. "
"Jangan Mas, jangan sampai tahu saya sama Mas. "
"Orang kepercayaan suami kamu ada disini, jadi kita jalani saja. "
"Tapi kalau Mas di lukai? "
"Lebih baik Mas yang terluka, dari pada kamu disiksa seperti ini. "
"Mas."
"Iya, kenapa? "
"Apa Mas Akbar kalau emosi seperti itu? "
"Dia orang nya mudah emosian sejak dulu, makan nya Mas lebih sering banyak mengalah. Karena Mas juga sadar diri, Mas orang lain."
"Mas, apa Mas tidak ingin mencari dimana kedua orang tua Mas? "
Ikhsan tersenyum kecut lalu mengarahkan sendok berisi bubur dengan paksa ke mulut Mawar.
"Mas, nggak mau bahas itu. Makan nya Mas ingin orang yang paling Mas sayangi itu mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih dari Mas agar tidak seperti Mas bagaimana rasanya di perhatikan dan di sayang. Eh giliran ada tapi malah mengkhianati. "
"Maaf."
"Sudahlah, seribu kali kamu minta maaf. Sudah seribu kali saya maaf kan, sebelum kamu minta maaf juga. Walau hati ini sakit, tapi Mas maafkan."
"Saya tidak boleh berkata menyesal memilih Mas Akbar, karena saya yang memilih."
"Iya, kamu harus menerima takdir. Jangan seperti Mas tidak ingin menerima takdir, tapi saat tahu seperti ini kalau bisa melukai orang yang paling Mas sayang, Mas menyesal kenapa nggak dari dulu harus menerima takdir."
******
"Maaf Dan, saya ijin ada keperluan keluarga." Ucap Ikhsan.
"Kamu punya keluarga disini? "
"Siap tidak Komandan. "
"Keluarga ketemu besar? "
"Siap benar komandan."
"Ingat, kamu dua hari keluar dari Batalyon lebih lama tanpa alasan yang jelas, dan tadi kamu datang terlambat. Dimana wujud disiplin kamu. "
"Siap Salah. "
"Push up 100 kali, skot jump 100 kali. "
"Sebelum saya melaksanakan hukuman, boleh saya minta ijin untuk beberapa hari ke depan, mungkin saya akan sering keluar bahkan tidur di luar. "
"Alasan nya? "
"Saya harus menemani seseorang di rumah sakit, dia sendirian hanya saya yang dia punya disini. "
"Apa dia kekasih kamu? "
"Siap salah, dia mantan. "
__ADS_1
"Baik banget kamu? "
"Karena cinta. "
"Wow, kamu sangat mencintai nya. "
"Besar cinta saya. "
"Baik saya ijin kan, tapi ingat tugas kamu."
"Terima kasih komandan. "
"Lakukan hukuman kamu."
******
"Suami nya mana? " Tanya Dokter kandungan.
"Tidak ada disini. " Jawab Mawar.
"Tahu tadi nggak ada disini, saya periksa nya nanti lagi aja. "
"Kenapa Dok? "
"Ini kan momen, pertama melihat calon bayi nya walau masih kecil sebiji kacang."
"Maaf Dok, saya telat ya. " Ucap Ikhsan langsung masuk.
"Oh ini suami nya? "
"Maaf Dok, ini suami pasien." Ucap Suster.
"Syukur lah, bisa mendampingi. Kita mulai cek ya pak. " Ucap Dokter kandungan.
Ikhsan dan Mawar memperhatikan layar monitor, terlihat sesuatu benda kecil di dalam perut Mawar. Ikhsan tersenyum tak sadar menciumi punggung tangan Mawar.
"Lihat ini masuk kecil, baru usia satu bulan."
"Kondisi janin nya bagaimana?"
"Kondisi nya sehat, kuat. Hanya saja Mamah nya nggak boleh stress. Untuk rasa nyeri, bapak main nya jangan kasar ya. "
"Anu Dok, saya nggak tahu kalau istri saya hamil."
"Sekarang kan sudah tahu, jadi harus lebih hati - hati. Jangan pas enak - enak nggak ingat istri sedang hamil. "
"Iya Dok, saya akan hati - hati mulai sekarang."
"Saya tulis kan resep nya, nanti obat nya akan di antar sama suster. "
"Terima kasih Dok. "
*****
"Mas kenapa harus mengaku jadi suami Mawar? Dan kenapa Mas harus mengakui karena main kasar. "
"Apa itu masalah? "
.
.
.
__ADS_1
.
.