
"Alhamdulillah." Ucap Semua tamu undangan, yang menghadiri pernikahan Viola dan Alex yang sederhana.
Viola mencium punggung tangan Alex, lalu kedua nya bersalaman dengan Ibu Neta dan Pak Muji. Ikhsan pun memberikan selamat pada sahabat nya yang kini menjadi adik ipar nya.
"Selamat ya, ingat jaga istri dan calon anak kamu. " Ucap Ikhsan.
"Pastilah, mereka itu adalah harta berharga nya saya. "
"Viola, ingat kamu sekarang punya suami. Kamu paham kan tugas istri itu apa, dan ingat sekarang kamu adalah calon ibu, rubah lah sikap kamu, karena sekarang kamu bukan lagi gadis manja yang se enak nya saja. "
"Viola akan menjadi istri yang baik kak, Viola tidak akan membuat suami Viola kecewa memiliki istri yang tidak bisa menjaga nama baik suami. " Ucap Viola.
Ibu Neta dan Pa Muji menatap Viola, putri nya dengan mata berkaca - kaca memeluk kedua nya.
"Ayah , baru kemarin melihat kamu berlari - lari memanggil Ayah sama Bunda. Seperti baru kemarin kamu lahir di dunia ini, sekarang kamu sudah menjadi istri Alex. " Ucap Pak Muji.
"Terima kasih Ayah, Bunda. Maaf kan semua kesalahan Viola, kini bukan lagi Viola yang manja pada Ibu dan Bunda, kini berganti manja pada suami. " Ucap Viola.
"Ingat jadilah istri yang berbakti pada suami, masalah sekecil apapun itu wajar karena itu adalah bumbu nya orang dalam berumah tangga. " Ucap Ibu Neta.
*****
Satria tersenyum mendekat, dengan merangkak mendekati Ikhsan.
"Hey... jagoan nya Papi, apa kabar sayang? "
Ikhsan mengangkat tubuh Ikhsan yang semakin berat, tak henti - henti Ikhsan menciumi kedua pipi gembul nya.
__ADS_1
"Pa- Pa - Pap. " Ucap Satria.
Mawar tersenyum dan menyambut suami nya, ciuman di punggung tangan Ikhsan terima dan sesuatu yang berbeda bagi Ikhsan kini mencium dan mengusap perut Mawar.
"Halo.. sayang, Papi pulang nih. "
"Tadi terjebak macet ya? " Ucap Mawar.
"Nggak terlalu sih, nanti setelah Mas bersih - bersih kita cek itu kehamilan dapat berapa."
"Kalau Viola dapat berapa Mas? "
"Dua bulan. "
"Oh."
******
"Janin nya sehat Ibu Bapak, usia nya baru satu bulan. " Ucap Dokter.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar dan Ikhsan.
"Usia segini masih sangat lemah, dan rawan. Jadi harus perlu di jaga ekstra. "
"Dok, apa tidak masalah kalau kami akan berpergian jauh? " Tanya Ikhsan.
"Kalau si Ibu kuat nggak masalah, kalau si Ibu tidak kuat jangan dipaksa. Karena usia segini masih banyak tanggungan resiko nya. " Jawab nya.
__ADS_1
"Baik Dok, makasih penjelasan nya. "
"Sama - sama, nanti saya tuliskan resep nya. "
****
"Jadi kita di undur Mas? " Ucap Mawar kecewa.
"Mas nggak mau ambil resiko, Mas takut kamu capek. Nanti ya kalau udah sedikit besar. " Ucap Ikhsan menjelaskan.
"Saya kuat Mas, terus kapan lagi tahu."
"Mas janji, kita akan kesana. Karena Mas juga kangen suasana di sana. "
"Benar ya Janji, awas kalau bohong. "
"Iya sayang, Mas nggak akan bohong. Mas tidak mau terjadi sesuatu pada makhluk kecil yang sekarang ada di dalam perut Mamah. Mamah tahu, perasaan Papi saat ini? Papi sangat terharu saat melihat nya tadi, Papi sangat bahagia kini dia hadir di antara kita. "
"Mamah juga sama Pap sangat bahagia, Satria sekarang punya teman. Satria sudah jadi Kakak, kamu yang kuat ya nak yang sehat - sehat. "
Ikhsan kembali mencium perut Mawar lalu memeluk nya, Mawar membelai rambut cepak Ikhsan ada rasa bahagia di kedua nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Yang belum favorit kan karya baru, yuk di favorit kan... mampir yuk...