
"Sudah wajah kamu nggak usah cemberut begitu, Viola itu memang jodoh nya kamu." Ucap Alex yang terus tertawa.
"Cewek kok agresif begitu, ogah. " Ucap Ikhsan.
Hahahahaha
"Biasanya yang agresif itu, pas di ranjang hot."
"Alah.. di takut - takut in saja sudah ngacir bagaimana nanti praktek nya. "
Hahahahaha
"Serius? " Ucap Alex.
"Serius masa saya bohong."
"Berarti berani nya tanggung."
"Namanya juga bocil. "
"Tapi buat saya dia menarik loh." Ucap Alex.
"Sana kejar. "
"Tapi suka nya sama kamu. "
"Belum tentu nanti suka sama kamu."Ucap Ikhsan.
" Tapi dia anak jenderal."
"Saya pengawal nya. "
"Berarti nggak masalah ya. "
"Iya sama - sama manusia. "
******
"Ikhsan, ini kamu makan siang dulu. " Ucap Ibu Neta di depan anak buah suaminya.
Mereka menatap ke arah Ikhsan, yang hanya dirinya mendapatkan sepiring makan siang.
"Ibu makasih, saya jadi nggak enak sama yang lain nya. " Ucap Ikhsan.
"Kamu coba masakan ibu. " Ucap Ibu Neta tersenyum lalu pergi meninggalkan Ikhsan.
"Apa ini maksud nya? " Celetuk Farid.
"Kode kah? " Ucap Anwar.
"Calon mantu. " Ucap Alex.
"Tumben ya, kenapa saya sendiri yang di kasih. " Ucap Ikhsan.
"Kode - kode. " Ucap Anwar.
Ibu Neta tersenyum dari dalam rumah nya, melihat Ikhsan sedang menyantap makan siang yang di berikan oleh nya.
"Ibu akan dekati kamu perlahan nak."
"Cieeee... lagi mandang calon mantu. " Ucap Viola.
"Kamu jangan dekati Ikhsan. "
"Kenapa Bunda, Ayah setuju kok. "
"Bunda nggak setuju, kamu cari yang lain. Asal jangan Ikhsan. "
"Alasan nya apa Bunda? "
"Suatu saat kamu pasti akan tahu sendiri, Bunda minta mulai hari ini jangan dekati Ikhsan. "
"Nggak bisa Bunda, saya suka sama Bang Ikhsan. "
"Bunda bilang jangan ya jangan, kamu bisa nurut nggak sih. "
"Bunda jahat. " Ucap Viola langsung kembali ke dalam kamar nya.
"Viola, dengar kan Bunda dulu. Viola...!!! "
*******
Mawar memegang perut nya yang terasa sangat kencang, dan saat itu Ibu Ratih datang membawa sayuran yang akan di potong.
"Kamu potong ini semua. "
"Iya bu. " Ucap Mawar mengambil pisau dan memilih sayuran yang akan di potong.
Dengan menahan rasa kencang Mawar terus memilih sayuran yang akan di olah lalu di potong - potong, kegiatan Mawar terhenti karena rasa yang sudah tidak tertahan kan.
__ADS_1
"Kamu kenapa? " Tanya Ibu Ratih ketus.
"Perut saya kencang banget Bu. " Jawab Mawar.
"Itu biasa yang terjadi sama Ibu hamil, jadi jangan manja. "
"Iya Bu. " Ucap Mawar terus melanjutkan pekerjaan nya.
Hingga semua masakan selesai,Mawar baru bisa duduk. Rasa kencang semakin membuat Mawar susah bergerak hingga tak tahan Mawar rebahan kan tubuh nya di sofa.
"Kamu enak kan tidur, lihat mertua sedang sibuk kamu malah santai. "
"Bu, maaf perut saya nggak kuat, kencang sekali. "
"Ibu bilang wajar jangan manja. "
"Sumpah bu, ini sakit sama kencang. Jadi mohon bu saya minta istirahat."
"Alah alasan saja. "
******
"Ya Allah Yank, kamu kenapa sampai pucat begini? " Tanya Akbar panik.
"Kencang banget Mas perut nya. " Jawab Mawar.
"Sejak kapan? "
"Sejak pagi. "
"Kenapa nggak telepon Mas, kan Mas bisa antar kamu ke rumah sakit. "
"Mas kan sedang sibuk, saya nggak berani ganggu Mas. "
"Tapi kan darurat begini, kita ke rumah sakit sekarang. " Ucap Akbar.
"Ibu kan sudah bilang, kencang sama sakit itu wajar. Namanya juga orang hamil. " Celetuk Ibu Ratih.
"Bu, kok bicara nya begitu. Ibu kan pasti pernah hamil bagaimana rasanya sakit. Seharusnya ibu yang ada di rumah itu jangan biarkan menantu Ibu seperti ini, bukan di biarkan. Yang sedang di kandung cucu Ibu. "
"Kembali kan Ikhsan sekarang juga, suruh dia pulang. "
"Bu, Ikhsan yang minta seperti ini. Bukan kami bu. "
"Walau dia bukan anak kandung Ibu merasakan kehilangan dia. "
"Apa Ibu akan kehilangan saya juga bila saya pergi untuk selama nya? "
"Kita ke rumah sakit sekarang."
*****
"Maaf Pak, ponsel bapak tertinggal. " Ucap Ikhsan.
"Akh terima kasih, kemarin dompet sekarang ponsel. " Ucap Pak Muji.
"Ikhsan."
"Ada Pak? "
"Saya ingin tahu, kamu sudah punya calon pendamping hidup? "
"Untuk saat ini tidak ada Pak, tapi saya memutuskan untuk sendiri. "
"Kenapa? "
"Maaf Pak terlalu sakit buat di ceritakan."
"Ya nggak apa - apa, saya minta maaf sudah ingin tahu pribadinya kamu. "
Ikhsan tersenyum dan pergi dari hadapan Pak Muji.
"Sudah siap ke kampus? " Tanya Ikhsan pada Viola.
"Bang, bawa saya pergi jauh. " Ucap Viola.
"Kemana? "
"Kemana saja. "
"Memangnya kamu kenapa?"
"Bunda melarang saya mendekati Abang."
"Alasan nya? "
"Ya nggak boleh dekat - dekat sama Abang. "
"Mungkin Bunda kamu benar, anak kecil nggak pantas mendekati pria dewasa."
__ADS_1
"Kok Abang bicara nya begitu, saya ini dewasa loh Bang. "
"Dewasa dari Ibu jari nya, sudah buruan kita berangkat. Kasihan Alex sudah menunggu di depan. "
"Bang, kita bolos saja ya kuliah nya. "
"No."
"Abang....!!! "
Sedangkan dari lantai atas, Ibu Neta menatap kedua nya dengan mata berkaca - kaca.
"Maaf kan Bunda nak, karena Ikhsan itu adalah kakak kamu, anak Bunda dari pernikahan sebelum nya. "
*****
"Untung saja cepat di bawa kemari, kalau nggak janin nya nggak bisa di selamat kan." Ucap Dokter kandungan.
"Jadi istri saya, apakah harus di rawat? "
"Benar pak, dirawat beberapa hari. Kalau tidak takut nya kenapa - napa sama janin nya. "
"Baik Dok, yang terbaik saja buat kedua nya. " Ucap Akbar.
"Baik, kalau begitu Bapak urus dulu untuk administrasi nya. "
*****
"Ibu keterlaluan, kalau sampai Hadi sama Nia tahu kamu perlakukan Mawar mereka pasti sangat marah besar. " Bentak Pak Handoko.
"Ibu kangen Ikhsan Pak, Ibu Ingin Ikhsan pulang, dia tidak ada kabar sama sekali sekarang. "
"Sabar bu, kalau Ikhsan punya waktu pasti dia akan pulang dan berkabar. "
"Kapan Pak, kapan. Dia sekarang tugas dimana nya kita nggak tahu. "
"Bu, ini juga bukan salah Mawar. Kemauan Ikhsan sendiri. Dan Ibu lihat Mawar masuk rumah sakit, dia ngeluh sakit dari pagi malah Ibu biarkan. Ibu tahu dia hampir kehilangan calon anak nya, kita hampir kehilangan calon cucu kita. Ibu pikir sekali lagi, dengan ibu seperti itu apa akan membuat Ikhsan menginjakkan kaki nya kesini lagi. "
*****
"Kenapa? " Tanya Alex.
"Perasaan saya nggak enak banget, tiba - tiba ingat orang rumah. " Jawab Ikhsan.
"Kenapa nggak telepon saja. "
"Iya ya, nanti saya coba hubungi orang rumah."
Ikhsan mencoba menghubungi nomor Bapak nya dan panggilan pun tersambung.
"Assalamu'alaikum Bapak. "
"Walaikumsalam, nak apa kabar nak? "
"Alhamdulillah baik Pak. " Ucap Ikhsan langsung mencari tempat yang sepi.
"Kabar semua nya sehat Pak? "
"Ibu sedang kangen sama kamu. "
"Sekarang mana Pak Ibu nya? "
"Sedang tidur, nanti Bapak bangun kan."
"Jangan Pak, sampai kan saja salam buat Ibu."
"Kenapa nomer ini nggak aktif - aktif? "
"Maaf kan Ikhsan Pak, nanti Ikhsan kasih nomer yang baru nya. "
"Mawar masuk rumah sakit, hampir kehilangan calon anak nya. Ibu kamu biarkan Mawar kesakitan sejak pagi karena Ibu kesal dan marah sama Mawar. "
"Ya Allah, kenapa bisa sampai begitu?"
"Kamu tidak lagi pulang atau menginjakkan kaki ke rumah karena Mawar, membuat kalian berdua Akbar dan kamu sekarang merenggang. "
"Tapi Mawar dan calon anak nya sehat kan?"
"Alhamdulillah masih bisa di selamat kan."
"Alhamdulillah."
.
.
.
.
__ADS_1
.