
Ikhsan melihat Alex keluar dari kamar Viola, dan Viola pun keluar kamar, yang hanya mengenakan pakaian tidur. Ikhsan mengejar Alex yang kini menuju ke arah kamar nya.
"Saya mau bicara. " Ucap Ikhsan.
"Bicara apa? " Tanya Alex.
Tangan Ikhsan menyeret tangan Alex masuk kedalam kamar mereka berdua, dengan berkacak pinggang Ikhsan menatap tajam ke arah Alex.
"Ada apa ya? "
"Sudah berapa kali, kalian melakukan itu? " Tanya Ikhsan kembali.
"Apanya sih, saya nggak ngerti. "
"Saya tahu semua nya, kalian sudah melakukan hubungan intim kan. "
"Sok tahu. "
Ikhsan menarik kaos Alex dengan mata menatap tajam ke arah Alex, dan Alex melepaskan tangan Ikhsan yang mencengkram kaos nya.
"Kalau iya kenapa? "
"Kamu pikir adik saya mainan apa hah.., enak saja kamu pakai dia terus kamu tidak ada niat menikah kan Viola? Pantas Ayah merasakan curiga tentang kedekatan kalian ternyata, kalian itu. "
"Saya berencana akan melamar nya, saya juga pria bertanggung jawab. Sebelum terjadi, saya ingin melamar Viola. "
"Awas saja, kalau kamu mempermainkan adik saya. Kepala kamu saya tembak. "
"Saya tidak akan pernah lari, saya tidak ada niat meninggal kan Viola. "
"Bagus, kami tunggu niat baik kamu."
****
"Kamu besok mau pulang? " Tanya Ibu Neta.
"Iya Bund, sekalian Mawar ingin pulang kampung. " Jawab Ikhsan.
"Bawa mobil sendiri? "
"Iya, nggak mungkin naik kendaraan umum kasihan sama Satria. "
Saat sedang makan, Viola berkali - kali merasakan mual, Ikhsan hanya menatap tajam ke arah Viola.
"Kamu kenapa sayang? " Tanya Ibu Neta.
Viola langsung beranjak bangun dan berlari ke arah kamar mandi, Ibu Neta pun langsung mengejar Viola.
"Pasti maag nya kambuh. " Ucap Pak Muji.
Viola berjalan kembali dan bergabung bersama keluarga nya di depan meja makan.
__ADS_1
"Sudah telat berapa minggu kamu? " Tanya Ikhsan.
"Maksud kamu apa Ikhsan? " Tanya Pak Muji.
"Jawab Viola, katakan jujur sama Ayah dan Bunda. " Bentak Ikhsan.
Viola terisak sambil mengusap perut nya, dan membuat kedua orang tua nya bingung.
"Katakan, kami tidak akan marah sama kamu." Ucap kembali Ikhsan.
"Katakan Viola, benar atau tidak yang di katakan sama kakak kamu? " Tanya Pak Muji.
"Viola katakan? "
"Saya hamil dapat 2 bulan, tapi Bang Alex belum tahu. " Jawab Viola.
"Astagfirullah, Viola kamu itu kenapa nggak. jujur sama kami dan juga Alex, kamu pikir perut kamu akan kecil terus. " Ucap Pak Muji.
"Ikhsan, panggil Alex kemari. " Ucap Pak Muji.
"Siap Ayah. "
*****
"Kamu kenapa tidak jujur sama Abang, seandainya tahu dari kemarin Abang sudah menikahi kamu. " Ucap Alex.
"Saya takut Bang, saya takut. " Ucap Viola.
"Alex, saya tidak mau lama - lama. Malam ini kalian menikah, untuk yang lain nya menyusul. " Ucap Pak Muji.
"Tapi Pak, orang tua saya. "Ucap Alex.
" Kabari mereka, kalaupun mau mengadakan resepsi mereka bisa datang. Saya tidak mau menunggu ini itu perut tambah besar. Menikah secara agama dulu baru pernikahan kalian daftar kan, saya tidak mau lama - lama tambah menjadi Aib konsumsi orang banyak."
*****
"Maaf sayang, Mas nggak bisa pulang besok. Soalnya nanti malam pernikahan Viola sama Alex, mungkin lusa Mas pulang. "
"Kok mendadak nikah nya? " Ucap Mawar dari seberang.
"Iya, biasa kecelakaan. "
"Sudah dapat berapa? "
"Dua bulan katanya. "
"Tapi Maaf Mas, saya nggak bisa hadir. "
"Nggak apa - apa, ini juga mendadak. "
"Saya tunggu lusa ya Mas. "
__ADS_1
"Iya sayang, Satria sedang apa? "
"Ada sedang mainan. "
"Anak itu semakin buat Papi nya kangen saja, sampaikan peluk cium dari jauh. "
"Mamah akan sampaikan sama Satria. "
"Papi juga kangen sama yang punya suara ini, peluk cium dari jauh sayang. "
"I love you Mas. "
"I love you too. "
"Muuuuaaach."
"Ah.. meleleh Mas, Muuuuuaaaaccchhh juga sayang. "
"Sampai menusuk di hati. "
"Rasanya enak? "
"Panah asmara itu enak, dari pada panah beracun. "
"Tunggu lusa ya, sekarang Mas mau bantu - bantu Ayah sama Bunda. "
"Iya Mas, bye... "
Mawar mendekati Ibu Ratih dan Pak Handoko yang sedang bermain sama Satria.
"Viola nanti malam menikah. "
"Loh kok nggak mengundang kami. " Ucap Pak Handoko.
"Mendadak Ayah, ini juga atas permintaan Ayah Muji. Karena Viola sudah hamil duluan. "
"Ya Allah itu anak, ada saja masalah. " Ucap Pak Handoko.
"Yang penting, Alex bertanggung jawab. " Ucap Mawar.
"Resiko punya anak perempuan, begitu sangat berat . Dan beruntung pria yang menghamili Viola mau bertanggung jawab." Ucap Ibu Ratih.
.
.
.
.
.
__ADS_1