
Ikhsan sampai di rumah, terlihat rumah begitu tampak berbeda dengan deretan kursi dan tenda di depan rumah nya.
Viola berlari menyambut sang kakak dan langsung memeluk nya.
"Tumben." Ucap Ikhsan sambil mengerutkan kening nya.
"Happy Birthday. " Ucap Viola.
"Happy Birthday? " Ucap Ikhsan.
"Iya, bukan nya hari ini hari ulang tahun Kakak."
"Astagfirullah, kakak lupa. Makasih. "
"Masuk yuk. "
"Ntar, ada acara apaan? Kok ada tenda sama kursi banyak. "
"Bunda sama Ayah mengadakan syukuran ulang tahun buat Kakak."
"Masya Allah , Kakak baru kali ini benar mendapatkan kejutan spesial. "
"Yuk akh." Ajak Viola.
Ikhsan masuk kedalam rumah berjalan bersama Viola dan di ruang keluarga sudah berkumpul.
"Sayang." Sapa Ibu Neta.
Ikhsan mencium punggung tangan Ibu Neta dan memeluk nya lanjut pada Pak Muji. Dan bersalaman dengan Murni.
"Bunda Ayah, terima kasih. " Ucap Ikhsan.
"Selamat ulang tahun sayang. " Ucap Ibu Neta.
"Selamat ulang tahun. " Ucap Pak Muji.
"Makasih banyak, jadi terharu." Ucap Ikhsan.
Saat sedang duduk di ruang keluarga terdengar suara mobil berhenti di garasi terdengar suara yang tak asing buat Ikhsan.
"Ayah Bunda, itu suara? "
"Iya itu suara Ibu Bapak kamu. " Ucap Pak Muji.
Ikhsan tersenyum dan langsung menyambut mereka. Ikhsan langsung mencium kedua tangan orang tua angkat nya.
"Gimana perjalanan nya pasti capek. " Ucap Ibu Neta.
"Untung Satria nggak rewel. " Ucap Ibu Ratih.
"Lantas mana Satria nya? " Tanya Ibu Neta.
"Ada di dalam mobil katanya mau menyusui Satria dulu. " Jawab Ibu Ratih.
"Kenapa nggak di dalam saja. " Ibu Neta langsung menuju ke arah mobil.
"Mari masuk, Ikhsan ajak Bapak kamu. " Ucap Pak Muji.
Ikhsan menatap Bunda nya yang berjalan ke arah mobil lalu Ibu Ratih berbisik ke telinga Ikhsan.
"Ada Mawar di dalam mobil sedang memberi Asi Satria. "
"Mawar ikut? "
__ADS_1
"Iya."
Ikhsan langsung berjalan menuju ke arah mobil terlihat Mawar sambil menggendong Satria turun dari mobil.
"Sini Satria sama Papi. " Ucap Ikhsan dan langsung di gendong oleh Ikhsan.
Dari pintu Murni melihat interaktif Ikhsan dengan bayi yang di gendong nya, tampak seperti anak sendiri.
"Oh itu yang namanya Mawar. " Ucap Murni.
Dan tiba juga Para Sahabat Ikhsan yang membuat Ikhsan di buat kejutan.
"Ini apa lagi. " Ucap Ikhsan yang masih menggendong Satria.
"Bang Selamat Ulang tahun. " Ucap Willy sambil memberikan sebuah kado.
"Terima kasih. "
"Selamat ulang tahun, semoga dan di semoga kan. " Ucap Haikal dan Nirmala memberikan sebuah kado.
"Siapa yang mengundang kalian? " Tanya Ikhsan.
"Siapa lagi kalau bukan undangan spesial dari Pak Jenderal langsung. " Jawab Willy.
"Abang, happy birthday. " Ucap Rengganis.
"Makasih." Sambil tangan kanan nya yang susah membawa kado dan langsung di bantu di bawakan oleh Willy.
"Mas, hari ini kamu ulang tahun? " Tanya Mawar.
"Mas kira kamu masih ingat, ternyata kamu lupa. " Jawab Ikhsan langsung masuk mendahului Mawar.
"Saya benar - benar lupa Mas. " Ucap pelan Mawar.
Acara di mulai, Ikhsan meniup lilin dan memotong kue, potongan nya dia suapi untuk kedua orang tua nya dan orang tua angkat nya.
"Selamat ulang tahun. " Ucap Murni.
"Makasih Murni, saya terima kado nya. "
Mawar duduk sambil makan beberapa cemilan lantas Murni duduk di samping Mawar.
"Jadi kamu ya yang namanya Mawar. "
"Iya, kamu salah satu keluarga Bunda Neta? "
"Bukan sekedar keluarga atau saudara tapi orang terdekat dan kepercayaan, mungkin suatu saat saya akan jadi menantu Ibu Neta."
"Oh begitu ya. "
"Kamu itu bodoh ya, terlalu bodoh. Lihat pria yang sedang tertawa itu dia mungkin juga bodoh mengejar kamu tapi kamu nya diam saja. Ingat jangan menyesal karena saya akan ambil dia. "
"Saya tidak berminat untuk bersaing, karena saya juga tidak jamin Mas Ikhsan akan membalas cinta kamu. Karena bagaimana dia sangat mencintai saya. "
"Kamu itu bodoh, kamu itu sudah membuat hati nya rapuh. Apa nggak malu kamu hadir disini, apa nggak malu kamu masih ada di tengah - tengah keluarga nya, walau ada anak kamu nggak pantas masih tinggal di rumah mertua kamu. Dan kamu juga nggak pantas di cintai oleh pria seperti Mas Ikhsan."
"Terserah kamu mau bilang apa, saya nggak peduli. "
Lantas Rengganis datang sambil tersenyum dan menjatuhkan tubuh Mawar untuk tetap duduk di kursinya.
"Katanya Mantan, masa lupa hari ulang tahun nya. Mana kado nya, saya aja yang mantan nya masih ingat. " Ucap Rengganis.
"Kamu mantan nya juga? " Tanya Murni.
__ADS_1
"Iya kenapa? " Tanya Kembali Rengganis.
"Bagus lah, hanya mau kasih tahu kalau saya calon pacar nya. " Jawab Murni.
Mawar langsung berdiri sambil menggendong Satria, dan menatap kedua nya.
"Kalian berdua itu nggak penting banget sih, apa yang di rebut kan. Yang di rebut kan nya saja cuek sama kalian berdua. " Ucap Kesal Mawar langsung pergi meninggalkan kedua nya.
Ikhsan melihat Mawar berjalan cepat menuju ke arah belakang, Ikhsan lantas berjalan mengejar nya. Terdengar rengekan Satria dan Mawar segera membawa nya di gazebo belakang rumah.
"Satria mungkin kepanasan, bisa tiduran di kamar tamu yang ada AC nya. " Ucap Ikhsan.
"Disini saja tenang. "
"Tapi Satria nggak tenang, sini sama Papi nak."
"Mas temui saja tamu - tamu nya, biar saya disini saja. "
"Tapi kan Satria. "
"Mas, saya bilang apa tadi, Mas tuh nggak usah sok baik atau sok perhatian. Saya itu nggak pantas saja Mas, mantan pacar saja ulang tahun saya lupa, nggak ingat. Nggak seperti mantan pacar Mas yang ingat bahkan kasih hadiah, saya saja tidak tahu di ajak kemari ada acara apaan, kalau tahu juga sudah saya siapkan. "
Ikhsan tersenyum dan duduk di samping Mawar sambil memainkan jemari Satria.
"Mas juga lupa kalau hari ini ulang tahun Mas, tahu - tahu di suruh pulang sama Bunda. Eh ada acara beginian, buat Mas kamu hadir juga adalah kado terindah makasih ya. "
"Makasih apaan, saya tidak kasih apa - apa."
"Apa nggak mau ucapkan selamat ulang tahun gitu? "
"Nggak, udah cukup kan dapat ucapan selamat dari yang lain nya. "
"Ya sudah nggak memaksa. "
"Selamat Ulang tahun, semoga Mas selalu dalam lindungan Allah SWT, dan cepat mendapatkan jodoh dunia akhirat."
"Gimana mau cepat dapat jodoh, jodoh nya saja nolak terus. "
"Emang siapa? Murni atau Rengganis? "
"Kok bawa - bawa mereka sih. "
"Siapa tahu salah satu nya. "
"Nggak tahu hah.. jodoh nya dimana. "
"Nggak tahu. "
"Terlalu kamu. "
"Terlalu gimana. "
"Nggak sadar. "
"Maksudnya siapa sih? "
"Tahu akh gelap, capek mau ke depan lagi." Ucap Ikhsan langsung berjalan meninggalkan Mawar dan Satria.
"Dasar nggak jelas."
.
.
__ADS_1
.
.