Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Isi Hati


__ADS_3

Mawar melihat panggilan masuk dengan nomor telepon asing, Mawar mengabaikan nya namun terus berkali-kali menghubungi dan akhir nya Mawar mengangkat nya.


"Hallo." Sapa Mawar.


"Mawar ya? "


"Iya siapa ini? "


"Saya atasan kamu. " Ucap nya dari seberang.


"Pak Jefri. "


"Iya, saya ganggu ya? "


"Nggak sih Pak, ada apa ya? "


"Nggak ada apa - apa, hanya ingin memastikan nomer ponsel kamu. "


"Bapak tahu nomer saya dari siapa? "


"Oh.. saya lihat di group, apa kamu belum save nomer saya? "


"Maaf Pak, belum. Saya pas punya anak jarang main ponsel kecuali saat ada darurat atau panggilan saja. "


"Kamu save nomer saya. "


"Baik Pak, saya save ya nomer nya Bapak."


"Makasih, kalau gitu saya pamit."


"Iya Pak. "


Mawar segera mematikan ponsel nya, dan sebuah panggilan masuk dari Ikhsan dengan Segera menekan tombol hijau.


"Hallo Mas. " Sapa Mawar.


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


"Habis nerima panggilan dari siapa lama sekali? " Tanya Ikhsan menyelidik.


"Maaf Mas, tadi Pak Kepala telepon saya."


"Oh.. kirain lagi teleponan sama siapa."


"Kenapa? Curiga ya hayo ngaku. "


Terdengar Ikhsan tertawa dan langsung beralih panggilan video.


"Lucu kalau kamu marah, sudah bayangkan itu asli nya pasti jelek. " Ucap Ikhsan sambil tertawa."


"Ih... Mas enak saja. " Ucap Mawar kesal.


"Satria lagi apa? "


"Ada Mas, sama mba Mae. " Ucap Mawar.


"Paman Bibi kapan pulang? "


"Nggak tahu Mas, sekarang saja tambah jauh."


"Nggak jelas ya, dan nggak bisa di pastikan."


"Iya benar, jadi sabar ya Mas. "


"Ya Mas akan sabar. "


"Mas gimana kabarnya hari ini? "


"Alhamdulillah baik, kamu gimana? "


"Baik Mas, sudah makan? "


"Nggak selera makan. "


"Kenapa? "


"Karena makan nya nggak di samping kamu."


"Mulai deh gombal nya. "


"Hahahahaha... "


"I miss you. "


"Hah... apa Mah, coba katakan lagi. Kayak nya Papi salah dengar deh. "

__ADS_1


"I... Miss... You.... "


"I miss you too, I love you. "


"I love you too. "


"Selalu mekar lah sempurna untuk pangeran hatimu, Mawar indah akan selalu menemani hari - hari ini. "


******


"Mawar, ini buat kamu. " Ucap Jefri.


"Ini buat saya Pak? " Tanya Mawar saat menerima beberapa cemilan banyak dalam satu paper bag.


"Iya itu buat kamu, boleh kamu bagi."


"Makasih ya Pak. "


"Sama - sama, kalau begitu saya masuk ke ruangan. "


Wanti dan Luna langsung menyerbu isi paper bag nya, banyak cemilan enak yang mereka suka dan langsung membuka dan memakan nya.


"Saya curiga sama Pak Jefri loh. " Ucap Luna.


"Benar sama, kita satu pemikiran." Ucap Wanti.


"Maksud nya apa? " Ucap Mawar.


"Kamu nggak peka Mawar, Pak Jefri seperti nya suka sama kamu." Ucap Luna.


"Dia care begitu, mana mungkin dia mau sama janda. "


"Eh jangan salah loh, janda juga cantik seperti kamu. Pasti pria nggak nolak." Ucap Wanti.


"Saya hanya perlu pendamping yang menerima anak saya juga, bukan sekedar menerima saya dengan status janda nya saja." Ucap Mawar.


"Tapi kalau iya kamu Terima tidak? " Ucap Luna.


"Saya sudah punya calon, tunggu saja undangan nya. "


"Iya, calon nya pria yang pernah kemari itu." Ucap Wanti.


"Oh yang itu, nggak kalah ganteng loh." Ucap Luna.


"Minta doa nya saja, semoga lancar sampai hari H. "


*****


"Bu, ada tamu. " Ucap Maesaroh.


"Tamu siapa Mba? " Tanya Mawar saat baru sampai rumah pulang kerja.


"Seperti nya teman Ibu. " Jawab Maesaroh.


Mawar langsung berjalan ke arah ruang tamu, dan ternyata Jefri tamu nya.


"Pak Jefri. "


"Hi, Mawar. "


"Silahkan Pak, duduk kembali. Bapak bisa tahu rumah saya? "


"Saya ikutin kamu dari belakang, maaf ya. "


"Nggak apa - apa Pak, tapi kenapa nggak bilang kalau mau ke rumah. "


"Kamu nggak suka? "


"Bukan begitu, saya kan bisa minta orang rumah buat siapkan kue dan minum."


"Di temani kamu saja sudah cukup."


Mawar hanya tersenyum sambil menundukkan kepala nya.


"Ehm... Mawar, boleh saya jujur nggak? "


"Masalah apa Pak? "


"Saya sebenarnya suka sama kamu, sejak pertama lihat kamu. "


Mawar sangat kaget dengan pengakuan Jefri akan isi hati nya.


"Jujur, kamu itu tipe wanita yang saya cari."


"Ehm, terima kasih Pak sudah menyukai saya tapi saya ini tidak sempurna seperti di mata Bapak. "


"Saya pun sama banyak kekurangan, kita sama - sama dengan status pernah menikah. Dan kita bukan anak remaja lagi, saya ingin serius sama kamu. Dan maaf bila ini terlalu cepat. "

__ADS_1


"Sebelum nya, saya minta maaf Pak. Saya sudah punya calon, dia mantan saya dulu. Saya sudah memilih dia, karena selama ini cinta dia tulus dan setia. Maaf kan saya Pak, saya tidak bisa dan saya tidak ingin mengecewakan dia untuk kedua kalinya."


"Saya mengerti, maaf ya. " Ucap Jefri sambil tersenyum dengan hati sangat kecewa.


"Saya hargai perasaan bapak, alangkah indah nya kita bersahabat. Saya minta maaf ya Pak."


"Iya nggak apa - apa, saya yang harus minta maaf. "


Setelah mengobrol lama, Jefri pamit pulang dengan di antar Mawar sampai depan pintu pagar. Saat itu tepat, Ikhsan datang dengan motor sport nya.


Ikhsan pun turun dan langsung bersalaman dengan Jefri yang menatap Ikhsan sedikit sinis.


"Mawar saya pamit ya. " Ucap Jefri.


"Hati - hati Pak. " Ucap Mawar.


"Siapa itu? " Tanya Ikhsan.


"Kepala Perpustakaan Daerah. "Jawab Mawar.


" Oh.. masih muda ya. " Ucap Ikhsan.


"Duda dia Mas. "


"Oh Duda, kamu janda. "


"Apaan sih Mas. "


"Iya kan dia Duda kamu Janda. "


"Terus?"


"Ya nggak gimana - gimana."


"Mas cemburu? "


"Kamu bisa menilai kan, tatapan seorang pria."


Mawar tersenyum dan langsung menggandeng lengan Ikhsan berjalan masuk kedalam rumah.


"Jadi cerita nya Papi sedang cemburu nih."


"Kamu paham kan? "


"Pura - pura nggak Paham aja. " Ucap Mawar sambil mengeratkan pegangannya di lengan kanan Ikhsan.


"Dia seperti nya cemburu sama Mas. "


"Pasti."


Ikhsan langsung melepaskan tangan Mawar di lengan nya dengan tatapan tajam.


"Benar kan, duda Janda. "


"Mas, tenang saja. Cinta saya sama Mas tidak akan pernah luntur. "


"Dia tadi ngapain kemari? "


"Biasa aja Mas nanya nya, serem begini."


"Katakan cepat..!! " Bentak Ikhsan.


"Ih.. kok bentak sih. " Ucap Mawar langsung masuk.


"Mamah sayang, tadi ngapain dia kemari? " Tanya Ikhsan dengan nada lembut.


"Nembak." Jawab Mawar dengan ketus.


"Benar kan. " Ucap Ikhsan langsung duduk di samping Mawar.


"Mas akan hubungi Paman kamu supaya cepat pulang, Mas lamar kamu dan kita nikah."


"Buru - buru amat. "


"Eh.. ini bidadari di depan mata udah ada yang lirik loh. Makan nya gerak cepat, saingan berat ini."


Mawar tersenyum dan memeluk tubuh Ikhsan dengan tangan nya memainkan krah seragam Ikhsan.


"Kalau Mas lagi cemburu tambah ganteng deh, jadi pengen nih bibir tak capit pakai capitan gorengan. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2