
Di depan pusara Akbar, Mawar, Ikhsan dan Satria membacakan doa untuk Akbar. satu tahun sudah meninggal nya Akbar menyisakan begitu banyak kenangan.
"Kak, maaf kan saya. Bila cinta saya ambil kembali, tapi saya janji dan kami janji cinta kakak tidak akan pernah di lupakan, cinta kakak akan selalu ada di antara kami. Satria putra kakak tumbuh dengan sempurna, saya janji akan membesarkan nya dengan penuh cinta. " Ucap Ikhsan sambil mengusap nisan Akbar.
"Mas, lihat kan anak kamu. Dia aktif, dia pasti suatu saat nanti akan menanyakan kamu. Hadir nya Mas Ikhsan saya tidak akan pernah mengajar kan untuk melupakan kamu. Cinta kamu selalu ada di hati Satria, saya dan juga Mas Ikhsan. Terima kasih Mas, semua kenangan kamu, kenangan kita bersama akan saya simpan rapat - rapat mulai hari ini di dalam hati. Semoga kamu di sana mendapatkan tempat paling indah, selamat jalan Mas sampai bertemu suatu saat di keabadian. "
****
Di dalam mobil Mawar diam sedangkan Satria tertidur di kursi belakang dengan menggunakan kursi khusus untuk anak seusia Satria.
"Kamu kenapa? " Tanya Ikhsan.
"Nggak kenapa - napa Mas. " Jawab Mawar.
"Katakan jujur sama Mas, jangan di tutupi."
"Ada rasa sedih dan bahagia. "
"Sedih nya? "
"Mungkin jalan cinta saya seperti ini ya banyak sedih nya. "
"Bahagia nya? "
"Bahagia nya kita bersatu lagi, walau rintangan nya luar biasa. "
"Kamu menyesal nggak? "
"Nggak Mas, saya malah senang."
"Kita lupakan masa lalu, yang sudah ya sudah jangan di ingat - ingat lagi. Mas pun tidak akan pernah mengajarkan Satria untuk tidak mengenal Papah nya. Satria itu seperti Mas, dia lahir tidak mengenal sosok Papah nya."
"Makasih, sudah menyayangi Satria."
******
"Nanti kamu datang. " Ucap Ikhsan pada Rengganis saat menyerah kan sebuah undangan pernikahan.
"Abang mau menikah? " Tanya Rengganis.
"Iya, dengan jodoh yang tertunda. " Jawab Ikhsan.
Rengganis tersenyum kecut dengan menatap undangan tersebut, Ikhsan melirik ke arah Rengganis yang tahu sedang menitikkan air matanya.
"Semoga kamu cepat mendapatkan jodoh. "
"Amin Bang, makasih. "
"Saya setelah menikah tidak akan memutuskan tapi silahturahmi, tapi mungkin akan berbeda kita ada jarak. "
__ADS_1
"Kedua mantan saya menikah, saya yang masih belum memiliki pengganti nya. Mungkin memang saya harus berubah sikap menjadi lebih dewasa lagi."
"Insya Allah, kalau jodoh pasti datang sendiri."
*****
"Akhirnya." Ucap Nirmala.
"Iya kamu dan Bang Haikal saksi cinta kita."
"Sangat panjang perjalanan kisah kalian, semoga lancar sampai hari H dan sampai maut memisahkan kalian."
"Amin.. makasih. "
"Kamu beruntung, dicintai Bang Ikhsan. Dia pria yang sangat luar biasa, jarang pria seperti dia. Kamu jaga cinta nya, jadilah seorang istri bidadari dunia akhiratnya. Pernikahan itu jangan di buat main - main, berbeda saat masih pacaran. Pernikahan ada suatu ikatan, di saksikan oleh semua orang yang hadir setelah Allah menyaksikan nya."
"Saya akan jaga cinta Mas Ikhsan, saya tidak akan ulangi kesalahan yang dulu membuat nya kecewa dan menangis. Cinta nya akan selalu saya jaga sampai mata ini menutup.
****
Setelah semua nya selesai mengurus ini dan itu dan nama mereka sudah tercatat, di rumah Mawar ramai sanak saudara dan beberapa anggota WO yang sedang mendekor taman untuk acara akad dan resepsi pernikahan Mawar dan Ikhsan.
Satria tak mau turun saat di gendong oleh Mawar, ketiga oma nya mengajak Satria tetap tidak mau turun. Hingga Ikhsan datang, mencoba merayu tetap tidak mau turun.
" Sama Papi dulu yuk, nanti sama Mamah lagi." Ucap Ikhsan namun Satria mengeratkan kedua tangan nya mencengkram baju Mawar.
"Yuk Mamah mau di henna dulu tangan nya." Ucap Ikhsan lagi.
"Lagi kenapa sih anak Papi? Mami nya nggak boleh tampil cantik dulu ya."
Ikhsan terus membujuk Satria namun Satria malah menangis kencang, hingga Mawar membawa jauh Satria dari Ikhsan.
"Kenapa Satria nya, mau minum susu? " Ucap Mawar langsung memberikan ASI nya untuk Satria.
Satria langsung dengan lahap meminum ASI, saat sedang menyusui Satria Ikhsan masuk ke kamar utama yang akan menjadi kamar mereka.
"Rewel minta tidur ya? " Tanya Ikhsan yang langsung duduk di belakang Satria yang sedang memunggungi nya.
"Bangun dari sebelum Shubuh. " Jawab Mawar.
"Nanti kalau sudah tidur, Mamah langsung di henna saja, biar Satria sama Papi. "
"Iya, ini mata nya masih melek."
Ikhsan mengusap punggung Satria, dan Satria malah langsung melepaskan dan menoleh ke arah Ikhsan terus tersenyum.
Mata Satria langsung cerah dan tersenyum ke arah Ikhsan.
"Bobo nak, di temani Papi ya. " Ucap Ikhsan yang langsung memeluk Satria.
__ADS_1
Ikhsan menyuruh Mawar untuk keluar kamar , Mawar dengan pelan turun dari atas tempat tidur dan keluar kamar secara mengendap - endap.
****
"Satria tidur sama Ikhsan? " Tanya Ibu Nia.
"Iya Bi, makan nya rewel tadi." Jawab Mawar sambil punggung tangan nya di henna.
"Satria langsung mepet ya sama Ikhsan, sudah seperti anak sama Ayah. " Ucap Ibu Neta.
"Ya kan pertama kali lihat di samping Mawar itu Mas Ikhsan, terus Mas Ikhsan nya dekat sama Satria. Pantas Satria dekat, apalagi sekarang jadi Papah sambung nya. " Ucap Mawar.
"Nanti Satria biar Bunda bawa, stok ASI nya banyak kan? "
"Banyak Bund, biar semalam Satria sama kami. "
"Mba Mawar. " Panggil Viola.
"Kenapa Viola? "
"Mba , itu bunganya Mawar yang di awet kan buat hiasan dalam toples kaca itu beli dimana? "
"Nggak tahu tanya sama Kak Ikhsan."
"Masalah nya, saya ingin minta sama Bang Alex bunganya seperti itu. " Bisik Viola.
"Jadi kalian sudah pacaran? "
Ibu Neta langsung melirik ke arah Viola dan putri nya hanya tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi putih nya.
"Sejak kapan kamu sama Alex? " Tanya Ibu Neta.
"Bunda, Alex katanya setelah pernikahan Ikhsan dia mau melamar Viola. " Jawab Pak Muji.
"Beneran Yah, wah.. selamat Viola. " Ucap Mawar.
"Kok Bunda baru di kasih tahu sekarang."
"Ayah baru tahu tadi. "
"Berarti keluarga baru siap hadir. " Ucap Pak Handoko.
"Benar Mas, saya juga seperti mimpi kedua anak saya akan menikah semua. " Ucap Pak Muji.
Mawar tersenyum melihat keluarganya bahagia, hati Mawar pun merasakan hal indah. Beberapa jam lagi dirinya akan menjadi istri dari Ikhsan, adik angkat Almarhum suaminya.
"Kisah cinta ini ternyata sang sutradara membuat alur nya begini, akhir yang indah. Penuh dengan kenangan, inilah jodoh yang tertunda, kini saya akan menjadi milik nya lagi secara utuh. Pendamping hidup dunia akhirat, hingga rambut ini memutih dan maut memisahkan kita. Seperti dulu, Mawar segar selalu hadir setiap pagi, kini saya Mawar akan selalu hadir untuk kamu baik siang maupun malam."
.
__ADS_1
.
.