
"Anak Papi baru bangun ya. " Ucap Ikhsan sambil mengangkat tubuh Satria ke atas.
Bayi gembul berusia 4 bukan itu tertawa terkekeh saat tubuh besar nya di angkat ke atas, dan Ikhsan menciumi perut nya.
"Mas , Satria mandi dulu. " Ucap Mawar sambil mengambil alih Satria dari tangan Ikhsan.
"Mas berangkat jam berapa? "
"Nanti sore. "
"Oh."
"Kenapa? "
"Ya nggak apa - apa. "
Mawar membuka satu persatu baju Satria lalu membawa nya ke dalam kamar mandi yang sudah di sediakan air hangat.
"Kita ke rumah Mawar yuk. " Ajak Ikhsan.
"Boleh, tapi setelah Satria sarapan. "
"Iya, ehm.. Mas bantu siapkan pakaian Satria ya. "
"Boleh Mas, nanti pakaian yang nyaman ya kan mau keluar rumah. "
"Bawa ganti nggak? Nanti Mas bantu siapkan."
"Bawa aja. "
Satria selesai Mandi, Ikhsan membantu memakai kan pampers, Satria terus terkekeh karena Ikhsan selalu mengajak nya bercanda.
"Kenapa sih nak bercanda terus? Papi ngajak bercanda terus ya. " Ucap Mawar yang duduk di samping Ikhsan.
"Selesai Mamah. " Ucap Ikhsan.
"Mamah nya mandi dulu sana, anak nya udah ganteng masa belum mandi. "
"Iya ini mau mandi, Mas aja belum mandi."
"Enak aja, sudah ya tadi pagi - pagi banget."
"Jagain anak saya, awas kalau buat Satria nangis."
"Tenang, segini anak nya senang gini."
****
"Mas, Mawar - Mawar nya sebagian baru ada yang mekar. Bunga - bunga nya yang di petik di kemana kan? " Tanya Mawar.
"Oh.. itu kata Pak Dirman ada yang beli. " Jawab Ikhsan.
"Kenapa memang nya? "
"Nggak apa - apa. "
"Nanti kalau kamu sudah disini, tapi nggak. boleh di jual nggak apa - apa. "
"Kalau ada yang minat nggak apa - apa Mas, saya juga kan nggak metik ini semua nya pasti sebagian ada yang kering kan sayang."
Ikhsan membawa Satria masuk, dan menaruh nya di dalam box bayi besar yang Ikhsan beli mendadak.
Ikhsan langsung memeluk tubuh Mawar dari belakang saat sedang menaruh beberapa bantal di dalam box sambil memberikan botol susu untuk di minum Satria.
"Mas, ih susah nih. " Ucap Mawar saat Ikhsan memeluk tubuh nya dari belakang.
"Kita pengajuan nikah yuk. " Ajak Ikhsan sambil menaruh dagu nya di pundak Mawar.
"Nikah, kita LDR an dong? "
"Ya mau gimana lagi, kamu pindah ikut Mas butuh proses, dan Mas juga sama butuh proses sementara kita LDR an aja dulu."
"Kapan Mas akan melamar saya secara resmi? "
"Mau nya kapan?"
"Kalau Paman bibi sudah pulang saja gimana? "
"Boleh, untuk resepsi sesuai rencana awal dulu bagaimana? Kita melaksanakan akad dan resepsi nya di rumah Mawar. kita konsep nya out door. "
"Boleh Mas. "
Ikhsan membalikkan tubuh Mawar, di tarik nya pinggang Mawar hingga tubuh nya kini sangat rapat ke tubuh Ikhsan.
__ADS_1
"Mas janji tidak akan membuat kamu kecewa dan merasakan di PHP lagi, Mas janji akan membahagiakan kamu dan menjadikan kamu ratu di hati Mas. "
"Saya tidak butuh janji tapi bukti, Mas masih ingat kan? "
"Jelas ingat dong sayang, Mas tidak akan pernah lupa. "
Ikhsan dan Mawar saling berciuman dengan saling *******, hingga ciuman mereka berakhir saat Satria berteriak kencang menangis.
"Kenapa sayang? " Tanya Mawar langsung mengangkat tubuh Satria.
Satria menangis sesenggukan dan meminta gendong pada Ikhsan.
"Sini mau sama Papi ya. " Ucap Ikhsan mengangkat tubuh Ikhsan.
Satria bersandar di kepala Ikhsan dengan tangis nya yang mulai mereda.
"Kok diem? " Ucap Mawar.
"Seperti nya dia cemburu nih. "Ucap Ikhsan.
" Wah.... Satria cemburu ya sama Mamah, takut Papi nya di rebut ya. "
"Tenang Satria, cinta Papi nggak akan berkurang sama kamu. Jadi Mamah jangan cemburu ya kalau Papi lebih banyak cinta nya sama Satria. "
Mawar hanya mengerucut kan bibir nya maju ke depan lalu Ikhsan mengecup bibir Mawar.
"Sudah jelek tuh bibir kayak bebek."
*****
"Pagi." Sapa Mawar pada Wanti.
"Absen Android nya kok gagal terus ya, kamu bisa masuk? " Ucap Wanti.
"Bisa lancar kok, coba pindah lokasi barang kali sinyal. "
"Udah beberapa kali pindah lokasi tetap saja."
"Kalau begitu harus ke BKPSDM. "
"Iya nih harus laporan kesana, nanti siang lah kesana. "
"Pagi Mawar. "
"Pagi Bapak. "
"Bisa Pak. "
Jefri berjalan mendahului Mawar, sedangkan Mawar berjalan di belakang kepala Perpustakaan Daerah menuju ke ruangan nya.
"Mawar, silahkan duduk."
"Terima kasih Pak. " Ucap Mawar sambil menarik kursinya.
"Mawar, saya ingin kamu bantu saya rekap data ini. " Ucap Jefri sambil memperlihatkan komputer nya.
"Ini adalah data kepala Perpustakaan Daerah, tolong bantu cek ya. " Ucap Jefri kembali.
"Baik Pak. "
Mawar mulai mengerjakan apa yang di suruh oleh Jefri, sedangkan Jefri terus menatap Mawar yang serius di depan komputer.
"Kamu katanya janda y? " Tanya Jefri.
"Betul Pak. " Jawab Mawar.
"Sudah lama? "
"Belum 1 tahun. "
"Punya anak? "
"Punya 1 Pak, usia 4 bulan."
"Pasti susah ya jadi singel parents. "
"Susah sih tidak Pak, tapi sedih nya apa - apa sendiri. "
"Saya sebenarnya duda, duda cerai. Tapi belum punya anak. Banyak yang mengira saya ini belum menikah, padahal sudah. Karena pernikahan kami singkat hanya 1 bulan."
"Sebentar amat Pak. "
"Jodoh kali ya, jadi saya nggak bisa lama sama dia. "
__ADS_1
"Gitu ya Pak. "
"Kamu sudah punya calon? "
"Alhamdulillah sudah. "
"Oh.. saya kira belum. "
"Kenapa Pak memang nya? "
"Cepat dapat nya. "
"Yang di atas sudah mengatur nya Pak. "
"Benar kita tidak tahu, manusia berencana begini eh takdir berbeda. "
"Allah itu ada alasan nya, karena yang kita gagal itu bukan terbaik buat kita. Kadang yang setia tapi di ambil kembali pada pemilik nya."
**
"Habis ngapain sih? " Tanya Wanti.
"Habis rekap data. " Jawab Mawar.
"Rekap saja menyuruh kamu, itu kan kerjaan nya dia."
"Ya bawahan sih nurut aja."
"Awas, naksir. "
"Yeeee nggak lah, saya sudah punya calon."
"Serius, sama orang mana? " Tanya Wanti semakin penasaran.
"Kamu tahu kan, pria yang pernah kemari nemuin saya. "
"Ya saya tahu, maksud nya dia. "
"Iya dia. "
" Dia juga nggak kalah ganteng sama Pak Jefri. "
"Dia itu cinta pertama saya, mantan saya dulu. "
"Jadi cerita nya CLBK. "
"Betul."
"Selamat ya, jadi kapan nih. "
"Tunggu saja undangan nya." Ucap Mawar.
"Asik, berarti sebentar lagi. "
****
" Kangen. "
"Sama."
"Cium dong. "
"Muach."
"Akh kurang asik. "
"Sini pulang tak kasih ciuman sepuasnya." Ucap Mawar yang langsung di tertawa kan oleh Ikhsan.
"Tuh kan malah tertawa. " Ucap Mawar.
"Habis bayangkan nya lucu. " Ucap Ikhsan.
"Lucu gimana, emang fakta kan. "
"Akh.... pengen cepat nikah, Mas sudah nggak sabar. "
"Lamaran resmi nya saja belum, sudah bilang pengen cepat nikah. "
.
.
.
__ADS_1
.
.