
4 Bulan Kemudian
Mawar dan Ibu Ratih memeriksakan kandungan Mawar yang kini sudah berusia 7 bulan, Dokter kandungan memeriksakan kandungan Mawar, tampak di layar monitor bayi dalam kandungan Mawar yang aktif.
"Calon anak saya jenis kelamin nya apa Dok? " Tanya Mawar.
"Alhamdulillah, calon bayi nya perempuan Bund, sehat dan sempurna. Lihat tangan, kaki dan wajah nya cantik. " Ucap Dokter.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar dan Ibu Ratih.
"Kalau begitu saya buatkan resep nya dulu, saya kasih vitamin ya Bund. "
Sepanjang perjalanan Mawar dan Ibu Ratih tiada henti tersenyum bahagia, saat mendengar calon bayi yang di kandung Mawar sehat. Saat di perjalanan terdengar bunyi ponsel Mawar terlihat Ikhsan menghubungi nya.
"Assalamu'alaikum Mas. " Sapa Mawar.
Walaikumsalam, Sayang lagi dimana? " Ucap Ikhsan dari seberang.
"Ini habis cek kandungan sama Ibu. " Ucap Mawar.
"Bagaimana kandungan nya sayang? "
"Alhamdulillah sehat Mas, dan calon anak kita perempuan. "
"Alhamdulillah, sayang insya Allah anak kita lahir ,Mas sudah pindah Dinas nya. "
"Alhamdullah, syukur kalau begitu.Dan Semua nya sehat Mas. "
"Alhamdulillah Ya Allah. "
"Ya udah Mas nanti di sambung lagi. "
"Iya sayang, I love you. "
" I Love you too. "
Sedangkan di tempat lain, Ikhsan tersenyum sendiri, Alex dan Willy pun menghampiri Ikhsan.
"Pasti Abang sedang dapat kabar bahagia. " Ucap Willy.
"Alhamdulillah, calon anak saya perempuan. " Ucap Ikhsan.
"Alhamdulillah, akhirnya yang di ingin kan." Ucap Alex.
__ADS_1
"Selamat ya Bang. " Ucap Willy.
"Terima kasih. "
"Seperti saya, calon baby boy. " Ucap Alex.
"Bulan sekarang kan, Viola melahirkan? " Ucap Ikhsan.
"Iya, tinggal menunggu hari saja. " Ucap Alex.
"Jadi iri pengen cepat nikah, lihat dia calon Pahmud begini jadi pengen. " Ucap Willy.
"Makan nya, cepat itu pacar di ajak nikah. " Ucap Alex.
"Gimana nikah Bang, di saat di ajak kawin jawab nya nanti - nanti, gimana mau cepat jadi calon Ayah. "
"Kamu salah Willy, ajak kawin ajak nya nikah. Jelas salah dong kalau di ajak Kawin ya mana mau lah. " Ucap Ikhsan.
"Betul apa yang di katakan Ikhsan, ajaklah nikah jangan kawin. " Ucap Alex, sedangkan Willy hanya melebarkan senyum nya sambil garuk - garuk kepala nya yang tidak gatal.
*****
"Mamah.... Satria.... Papi pulang. " Ucap Ikhsan saat baru sampai.
Satria dengan berjalan tertatih sambil tersenyum menuju ke arah Papi nya, senyum nya mengembang saat Ikhsan langsung menggendong Satria. Ikhsan mencium kedua pipi Satria yang cubby.
"Pasti pulang - pulang bawa cucian. " Udah Mawar sambil berlalu.
"Cucian dua hari Mah. " Ucap Ikhsan.
"Iya... ya... " Ucap Mawar.
Satria langsung merogo saku jaket Ikhsan dan mengambil ponsel nya namun Ikhsan segera merebut kembali ponsel nya. Satria langsung meringis menangis dan tangisan nya semakin kencang.
"Kenapa Nak? " Tanya Mawar datang menghampiri.
"Ini Satria mau ambil ponsel. " Jawab Ikhsan.
"Kasihkan saja. "
"Masih kecil sudah di ajarkan mengenal ponsel nanti mata nya. "
"Bentar kok, tuh Satria jadi nggak diam nangis terus. "
__ADS_1
"Nggak, sama Papi nggak boleh. Kita mainan yang lain nya saja. " Ucap Ikhsan langsung membawa Satria ke kamar nya.
*****
Ikhsan tersenyum bahagia saat merasakan bayi dalam perut Mawar bergerak aktif, dengan sesekali Ikhsan mencium perut Mawar.
"Mas, nanti lahiran nya di tempat kelahiran Mawar ya. " Pinta Mawar.
"Boleh, kapan ajukan cuti? "
"Masuk 9 bulan saja mas. "
"Kalau sudah ajukan cuti, kita langsung berangkat. "
"Iya, mau nya sampai usia anak 3 bulan disana kan pas masa cuti habis. "
"Kalau begitu harus di renovasi rumah. "
"Nggak usah di renovasi, soalnya kan rumah ada yang urus. "
"Kita juga belum siapkan perlengkapan bayi buat disana, nanti Papi beli buat disana. "
"Nggak usah beli, bawa aja yang dari sini. Masukan dalam mobil. "
"Ribet Mah. "
"Nggak ribet, jangan buang - buang uang, udah bawa dari sini saja. "
"Kamar nya di renovasi dulu. '
"Nggak, tinggal bersihkan saja, jangan buang - buang uang, stop dulu buat persalinan nanti."
"Uang nya Papi, nggak pangkas uang belanja."
"Pokok nya nggak, Mamah nggak mau Papi keluarkan uang buat yang nggak penting. "
"Penting Mah. "
"Nggak, di bilang nggak ya nggak. "
"Iya deh, Papi nurut. "
.
__ADS_1
.
.