
Mawar melihat berbagai peralatan bayi yang datang satu mobil truk minimal, satu persatu di bawa masuk kedalam rumah.
Mawar hanya bisa memijat kening nya yang tiba - tiba saja pusing, melihat barang - barang yang di beli oleh Ikhsan yang begitu sangat banyak.
"Bu, ini taruh dimana lagi? Kamar sudah penuh. " Ucap salah satu kurir yang ikut membantu memindahkan barang - barang dari truk ke dalam rumah.
"Taruh saja, di samping kamar nya. " Ucap Mawar.
"Mawar, Ikhsan nggak memborong satu toko kan? " Ucap Ibu Ratih yang ikut geleng - geleng kepala.
"Anak masih di dalam perut, usia saja baru 3 bulan Bu. " Ucap Mawar.
"Tapi ini anak nggak merampok toko kan? " Ucap Ibu Ratih.
"Ibu tanya sendiri saja, saya sudah bosan menegur nya. "
Ibu Ratih hanya menghela nafas yang panjang, sedangkan Mawar memijat kening nya sambil menatap semua barang perlengkapan bayi yang di beli Ikhsan.
***
"Mas, kalau beli sesuatu itu yang seperlunya saja. Ini barang Mas beli sampai satu truk mini, Ya Allah Mas ini habis pasti di atas puluhan juta. "
"Mamah sayang, itu kan buat anak kita. " ucap Ikhsan dari seberang.
"Mas kemarin habis beli mainan untuk Satria, belum sepeda. Anak masih belum bisa naik sepeda di belikan sepeda. Mobil listrik nya saja jarang di pakai, belum motor nya. Ya Allah Mas, saya hanya bisa mengelus dada. "
"Tapi kan nggak mengurangi uang belanja. "
"Iya sih, tapi kan Mas. Ini anak masih usia kandungan 3 bulan, belum tahu jenis kelamin nya. "
"Pasti cewek. "
"Akh... nebak gitu, kalau cowok gimana? "
"Sudah jangan ngomel - ngomel terus, nanti Papi transfer sudah saat nya Papi setor kan. "
"Kalau di omong, itu selalu saja begitu. "
"Udah tuh masuk, buat belanja sampai Papi pulang. "
"Sudah akh, Mamah mau istirahat. "
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Ikhsan tersenyum sendiri, Alex yang melihat nya langsung mengintip ponsel yang di pegang Ikhsan.
"Apa? " Ucap Ikhsan langsung menyembunyikan ponsel nya.
"Dimarahin bini ya? " Ucap Alex.
"Biasa nyonya ngomel - ngomel, kalau nggak di tutup sama transferan sih itu terus ngoceh sampai HP panas. "
"Mawar galak ya? "
"Nggak juga, memang nya kamu Viola pas sudah jadi istri galak nya kayak singa. "
"Jangan kan singa, kayak nya kalau singa berhadapan sama Viola kabur. "
Hahahaha
Kedua calon papah muda itu, terus tertawa hingga candaan mereka membuat semua mata tertuju pada nya.
*****
"Bu, ini suruh mang Darman saja ya buat di tata. " Ucap Maesaroh.
"Bapak sayang ya bu sama keluarga, seperti nya enak punya suami seperti Bapak. "
"Alhamdulillah, tapi begini jiwa belanja nya yang berlebihan. Kalau sekali belanja beuh.. melebihi wanita. "
"Nggak apa - apa Bu, buat keluarga bukan buat wanita lain. "
"Kalau buat wanita lain, itu terong saya babat habis biar nggak ada wanita yang bisa itu cicipi terong. "
"Hahahaha.. Ibu lucu deh. "
"Kamu juga sama suami harus begitu, kalau tahu selingkuh itu terong babat habis. "
"Jangan lah bu, kasihan. "
*****
"Tuh lihat, barang sudah satu minggu, Mamah nggak nyentuh dan nggak boleh ada yang menata biar Papi saja yang menata. "
"Iya, nanti Papi tata."
__ADS_1
Tok... tok...
"Pap, itu ada tamu. " Ucap Mawar saat mendengar suara ketukan pintu.
Ikhsan pun berjalan menuju ke arah pintu, dan membuka nya, Mawar pun mencari tahu siapa tamu yang datang, ternyata kurir yang mengantarkan barang.
"Papi...!!! Itu belanja apa lagi. " Ucap Mawar dengan suara lantang setelah kurir pergi.
"Ini buat Satria, kemarin katanya mau minta PS. "
"Satria minta PS ya, tadi Satria minta sama Mamah buat beli motor harley. "
"Nanti Papi belikan. "
"Papi, PS nya yang kemarin saja masih ini kenapa beli lagi. "
"Itu kan buat Satria, ini buat Papi lah. "
"Ih... Papi itu, belanja terus. Istri saja boro - boro mau ini itu di tahan dulu, dasar suami nggak mikirin harga cabai mahal. "
"Harga cabai mahal itu kan urusan Mamah, Papi memang nggak tahu itu sembako naik atau turun. Suami kan kerja nya cari duit istri yang buang duit. "
Aaaawww..
Teriak Ikhsan saat Mawar mencubit pinggang nya sangat kencang, hingga meringis kesakitan.
"Enak saja buang duit, nggak kebalik. "
Aaaaawww..
"Ampun... ampun... Mah, ampun sakit...!!! "
.
.
.
.
.
__ADS_1